RASA nyeri pada bagian dada seringkali dianggap remeh dan diabaikan oleh sebagian orang. Bahkan, ada persepsi bahwa keluhan fisik itu merupakan tanda-tanda masuk angin yang bisa diatasi dengan mudah. Padahal, nyeri pada dada itu bisa jadi merupakan gejala seseorang menderita penyakit jantung.
Ada beberapa keluhan penyakit jantung yang sering diabaikan masyarakat hingga akhirnya penyakit yang diderita bertambah parah.
Sejumlah keluhan yang patut diwaspadai sebagai gejala penyakit jantung adalah, nyeri dada, berdebar-debar, cepat letih, sesak napas, ada riwayat sering pingsan, sesak bila tidur telentang, beberapa organ tubuh membiru, serta perut dan bagian kaki bengkak. Gejala lain yang dialami ketika seseorang terserang penyakit jantung adalah rasa nyeri yang hebat disertai muntah.
Tempat nyeri pada gangguan jantung antara lain, di belakang tulang dada, di belakang tulang dada menjalar ke leher, dari dada menjalar ke bahu dan dada. Lokasi lain adalah, dari dada menjalar ke rahang, dari dada bawah di ulu hati, sertai di daerah punggung di antara kedua belikat. Jika terjadi kondisi nyeri dada, maka pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah, baringkan penderita, istirahatkan sampai nyeri berkurang atau hilang, pemberian oksigen, dan panggil dokter, bawa ke rumah sakit terdekat.
Faktor risiko
Diagnosis dini perlu dilakukan pada seseorang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular. Sejumlah faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah, adanya riwayat keluarga yang mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah, usia yang makin tua atau lanjut usia, serta jenis kelamin. Ini merupakan faktor risiko yang tidak bisa dihindari.
Sebenarnya ada sejumlah faktor risiko yang bisa dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah dislipidemia seperti kolesterol LDL tinggi, kolesterol HDL rendah dan triglycerides tinggi. Faktor lain adalah, tekanan darah tinggi, menderita kencing manis atau diabetes mellitus, kebiasaan merokok, mengalami kegemukan atau obesitas dan kurang berolahraga.
Kadar kolesterol sangat terkait dengan tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner. Kolesterol merupakan zat berwarna putih seperti lilin yang dapat ditemukan di setiap sel tubuh. Kolesterol bisa membantu mencernakan lemak, memperkuat membran sel, dan membuat hormon. Kolesterol HDL memindahkan kolesterol jahat dari dinding pembuluh darah. Sedangkan jenis kolesterol LDL menempel pada dinding pembuluh darah, merusak dan menyumbat pembuluh darah.
Jika kolesterol bertumpuk pada dinding pembuluh darah arteri atau dikenal dengan istilah aterosklerosis, maka bisa berakibat terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Atherosklerosis merupakan pembentukan plak di dalam pembuluh darah yang menyempit. Kemudian, plak dapat mengelupas dan menyebabkan timbulnya bekuan darah yang menyumbat atau thrombus.
Kendalikan faktor risiko agar terhindar dari penyakit jantung koroner. Beberapa upaya pencegahan penyakit jantung yang bisa dilakukan adalah memeriksa secara teratur kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat, periksa tekanan darah secara teratur. Cara lain adalah, menerapkan pola makan yang sehat di antaranya jangan makan yang berlebihan, menghindari makanan yang mengandung lemak, hindari minuman beralkohol.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sejumlah penyakit kardiovaskular memiliki risiko tinggi terhadap kematian. Penyakit jantung koroner (PJK) menyebabkan 7,2 juta kematian di dunia pada tahun 1996, dan merupakan 14 persen dari total kematian keseluruhan atau satu dari tiga kematian di negara-negara industri. Sementara stroke menyebabkan 4,6 juta kematian. Hipertensi diderita lebih dari 690 juta orang di dunia. Di negara berkembang, kematian karena penyakit kardiovaskular diperkirakan meningkat 28 persen per tahun.
Nah, pernahkah Anda merasakan nyeri dada, berdebar-debar seperti gambaran di atas ? Waspadalah, jangan-jangan itu tanda-tanda awal serangan jantung. Sudahkah Anda mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih baik ?























Hello dok……..sy berumur 26th.jantung sy sering tiba2
berdebar2 baik dlm keadaan istirahat dan krj.dada jg kadang terasa sdkit nyeri.namun alhamdullah biasa2 aja ga smpai pusing pingsan n mual ataupun muntah.hanya saja saya sering merasa cemas bila hal itu kambuh.mohon penjelasan n saranx ya dok.
Trus bagaimana Anda mengobatinya, apakah sembuh sendiri atau Anda harus minum semacam obat agar keluhan Anda mereda? Bagaimana bentuk nyerinya? Apakah seperti ditusuk-tusuk, atau seperti dipukul benda keras, atau seperti ditindih benda berat? Berapa menit lamanya setiap kali Anda mengalami nyeri tersebut? Bisa Anda reply kembali?
kalau pas napas kaya ditusuk2 itu juga termasuk salah satu ciri2 penyakit jantung bukan?
Belum tentu ibu, jika ciri dan gejalanya sesuai dengan penjelasan di atas, bisa jadi itu penyakit jantung. Tapi jika saat bernafasnya sakit, bisa jadi itu ada gangguan pada selaput parunya. Silahkan segera periksakan ke dokter terdekat ya.
pagi dokter.. saya wanita usia 25 tahun. sudah 3 hari ini dada saya terasa sesak bgt bwat bernafas, terutama saat malam lebih terasa sesaknya sampai ga bisa tidur, trs dada tengah bila di tekan sakit, apakah karena badan saya terlalu gemuk, jdi susah bernafas,BB saya 68kg.. gmana dok saya takut terkena gejala penyakit jantung
Kegemukan memang salah satu faktor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah mbak, jadi jika memang sudah mulai merasakan keluhan seperti yang mbak rasakan, sebaiknya sudah mulai memperhatikan pola makan, pola hidup dan pola pikir. Selain itu, sebaiknya segera periksakan ke dokter terdekat untuk mendapat pemeriksaan lebih detil, apakah sudah mulai ada tanda-tanda menuju penyakit jantung. Saya harap sih, mabk Eva sehat-sehat saja, dengan tetap memperhatikan 3P itu tadi. Semoga bermanfaat ya mbak.