Cegah Stunting Saat Kehamilan Dengan Metode 5J

Posting bagian 19 dari 19 bagian dalam seri Kehamilan dan Problematikanya

Stunting adalah keadaan tubuh anak yang sangat pendek disebabkan masalah kurang gizi kronis akibat kebutuhan asupan gizi yang tidak terpenuhi. Kondisi ini tidak langsung terjadi begitu saja, tetapi faktor gizi yang tidak terpenuhi berlangsung dalam jangka waktu lama. Mencegah stunting merupakan perjalanan yang panjang dan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Bahkan, mencegah stunting merupakan salah satu impian pemerintah Indonesia dan seluruh dunia agar angka kejadian dapat ditekan.

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2020, angka stunting di Indonesia turun menjadi 26,92%, dibanding tahun 2018 sebesar 30,8%. Namun, angka ini masih melewati ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) sebesar 20%.

Selain pemerintah dan tenaga kesehatan, Ibu juga berperan penting untuk membantu penurunan angka tersebut. Terlebih lagi, Ibu pasti menginginkan anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat. Yuk, simak lebih lanjut hal yang dapat Ibu lakukan untuk mencegah stunting!

Sumber: istockphoto.com

Gangguan yang Dihadapi Anak Stunting

Kondisi stunting dapat mengakibatkan anak mengalami penurunan kekuatan daya tahan tubuh dan gangguan perkembangan otak. Beberapa contoh masalah yang akan dialami anak dengan kondisi stunting, ialah:

  • Tubuh anak lebih pendek dibandingkan standar tinggi badan anak seusianya
  • Berat badan anak lebih rendah dibandingkan anak seusianya
  • Kemampuan kognitif dan prestasi belajar menurun
  • Hilangnya produktivitas
  • Peningkatan risiko penyakit kronis terkait nutrisi setelah dewasa
  • Rentan mengalami infeksi
  • Anak perempuan akan berisiko sulit melahirkan
Sumber: kabarbanten.pikiran-rakyat.com

Zat Gizi dan Nutrisi Yang Dibutuhkan Ibu Hamil Untuk Mencegah Stunting

Mencukupi kebutuhan nutrisi sangat penting saat hamil. Makanan bernutrisi akan menjadi asupan untuk tumbuh kembang janin. Dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, dibutuhkan prinsip Gizi Seimbang, yaitu makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan variasi jenis makanan, berat badan ideal, aktivitas fisik, dan kebersihan. Selain gizi makronutrien (karbohidrat, lemak, dan protein), berikut ini adalah zat yang penting untuk dipenuhi ibu hamil agar mencegah stunting:

  1. Folat dan Asam Folat

Folat dan asam folat adalah vitamin B yang berguna untuk mencegah cacat lahir pada otak dan saraf bayi. Asam folat merupakan bentuk sintetis folat dan dapat ditemukan dalam bentuk suplemen atau pada bahan tambahan makanan dengan label 5 methyl-tetrahydrofolate atau L-methylfolate.

Menurut American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG), ibu hamil direkomendasikan untuk mengonsumsi sebanyak 600-800 mikrogram folat selama masa kehamilan. Asupan folat yang didapat dari makanan seperti kacang tanah, kacang polong, sayuran hijau, dan alpukat.

  1. Kalsium

Nutrisi ini berperan penting dalam membentuk tulang dan gigi bayi yang kuat. Kalsium juga dapat membantu memperlancar sistem peredaran darah, otot, dan saraf Ibu. Kebutuhan kalsium ibu hamil yang harus dipenuhi dalam sehari sebanyak 1000 miligram. Sumber kalsium yang baik dapat ditemukan pada susu, yoghurt, keju, sayuran hijau, tahu, serta ikan dan makanan laut yang rendah merkuri, seperti salmon, dan udang.

  1. Vitamin D

Pemenuhan vitamin D dapat membantu memperkuat tulang dan gigi. Asupan vitamin D yang dibutuhkan sebesar 600 unit internasional (IU) per hari. Jenis makanan yang mengandung vitamin D, ialah susu, jeruk, minyak hati ikan kod, ikan tuna, kuning telur, jamur, dan sereal atau oatmeal. Selain makanan, Ibu juga dapat memenuhi vitamin D yang tersedia dalam bentuk suplemen, seperti minyak ikan kod.

  1. Protein

Nutrisi ini sangat penting selama kehamilan agar memastikan pertumbuhan jaringan dan organ janin dengan baik, termasuk otak. Selain itu, nutrisi ini juga bermanfaat untuk meningkatkan suplai darah Ibu sehingga mampu menyalurkan lebih banyak darah ke bayi. Jumlah kebutuhan protein yang harus dipenuhi setiap hari sebanyak 71 gram, yang bisa didapat dari makanan, seperti ayam, seafood, daging rendah lemak, telur, ikan salmon, almond, dan kacang-kacangan.

  1. Zat Besi

Zat besi sangat dibutuhkan ibu hamil untuk membantu tubuh memproduksi hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke jaringan. Kebutuhan zat besi Ibu selama kehamilan meningkat banyak karena perlu menyediakan darah yang banyak pula untuk disalurkan ke bayi. Apabila kebutuhan zat ini tidak terpenuhi, Ibu dapat mengalami anemia defisiensi zat besi yang menyebabkan Ibu jadi mudah lelah. Jumlah yang dibutuhkan ialah 27 miligram per hari, yang didapat dari sereal, sayur bayam, daging merah tanpa lemak, ikan, dan ayam.

Selain kebutuhan utama di atas, Ibu juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dalam memenuhi kebutuhan zat gizi lainnya sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh dan diagnosa lainnya. Ibu juga bisa berkonsultasi langsung terkait rekomendasi suplemen zat gizi yang dibutuhkan dan cara mendapatkannya untuk mencegah terjadinya stunting.

 

Metode Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi yang Perlu Diperhatikan Untuk Mencegah Stunting

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (dikutip dari Aria, 2016), terdapat 5 hal yang perlu diperhatikan Ibu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi atau dikenal juga dengan metode 5J, yaitu:

  1. Jumlah kalori, untuk ibu hamil membutuhkan minimal 35 kkal/kg/hari
  2. Jadwal makan, yaitu porsi 3 kali makan besar (pagi, siang, dan malam) serta 3 kali makan kecil
  3. Jenis makanan. Penting bagi ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan nutrisi makro yang dapat dipenuhi dari 4 jenis lauk protein perhari, yaitu protein hewani (daging merah, ayam, seafood, telur) yang berbeda setiap makan, ditambah protein nabati (tumbuh-tumbuhan, biji-bijian, kacang-kacangan). Selain itu,, kebutuhan nutrisi mikronutrien (vitamin dan mineral) yang didapat dari berbagai jenis makanan, seperti yang sudah dijelaskan di bagian sebelumnya..
  4. Jalur pemberian nutrisi, yaitu cara makanan dapat diberikan dan disalurkan ke janin. Terdapat dua tujuan dalam memberikan nutrisi untuk janin, yaitu pemeliharaan dengan makanan utama dan terapi dengan pemberian makanan tambahan (PMT). PMT merupakan suplementasi gizi tambahan berupa biskuit lapis yang diformulasikan khusus dengan vitamin dan mineral bagi ibu hamil dengan kategori Kurang Energi Kronis (KEK) untuk mencukupi kebutuhan gizi.
  5. Jaga komitmen terhadap pelaksanaan. Dalam penerapannya, hal ini memang sulit karena Ibu diharapkan untuk konsisten dalam memperhatikan jenis makanan, waktu makan, dan kalori. Oleh karena itu, Ibu dapat mengatasinya dengan membuat jadwal makan agar dapat dipantau dan dijaga kebiasaan baik ini.

 

Faktor Lain yang Dapat Membantu Mencegah Stunting Sejak Masa Kehamilan Hingga Balita 

Slogan “Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati” sangat tepat dalam mengatasi stunting. Sekali terjadinya kondisi ini, akan membutuhkan perjalanan pengobatan yang lama dan konsisten. Agar hal tersebut tidak terjadi, Ibu sangat disarankan untuk melakukan pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Selain makanan, hal berikut ini juga sebaiknya Ibu terapkan, yaitu:

  1. Pemeriksaan rutin kehamilan, dilakukan secara teratur hingga 1000 hari pertama kehidupan, yaitu 9 bulan masa kandungan sampai anak berumur 2 tahun (270 hari + 730 hari). Masa-masa ini sering juga disebut “periode emas” tumbuh kembang anak dan berpengaruh mencegah stunting.
  2. Deteksi dini penyakit. Lebih cepat Ibu mengetahui potensi anak stunting sejak di kandungan, lebih cepat juga untuk Ibu melakukan penanganan. Mintalah pada dokter untuk membantu mengatasinya.
  3. Melakukan persalinan di fasilitas kesehatan yang memadai
  4. Melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI Eksklusif. Setelah melahirkan, sebaiknya lakukan IMD dan pemberian ASI Eksklusif karena kolostrum, yaitu air susu yang dikeluarkan pertama kali setelah persalinan, memiliki manfaat untuk membantu pembentukan antibodi dan dapat menghindarkan anak dari penyakit. Pemberian ASI selama 6 bulan juga memberikan manfaat pada tumbuh kembang
  5. Pemberian makanan tambahan, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi agar dapat tumbuh dengan optimal
  6. Memberi imunisasi lengkap
  7. Memantau pertumbuhan balita

Kesadaran Ibu dalam mencegah stunting juga berguna untuk masa depan bangsa. Anak yang sehat dan cerdas akan menjadi kebanggaan keluarga dan negara. Jadi, yuk cukupi kebutuhan nutrisi sejak masa kehamilan untuk mencegah stunting pada anak di masa tumbuh kembangnya. Jangan lupa untuk tetap berkonsultasi dengan dokter agar dibantu dalam pemantauannya.

 

Yuk, sebarkan ke Ibu lainnya agar saling membantu memberikan informasi yang valid, ya Bun!

 

Referensi 


Tulisan ini adalah tulisan kedua dari Chaterine, seorang penulis konten kesehatan dan pengelola blog www.bukubumil.com. Saat ini Chaterine tinggal di Jakarta dan aktif menulis artikel kesehatan baik di blognya maupun menjadi penulis tamu, seperti pada tulisan ini dan tulisan sebelumnya tentang Perilaku Nesting.

Nah, bagi  Anda punya artikel bagus, seperti opini terkait kesehatan, bisa banget ikut berbagi informasi di blog ini. Baca ketentuannya di laman ini ya.

Series Navigation<< Semua Hal Penting Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Perilaku Nesting
loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: