Sistem Imun; anugerah Tuhan bagi tubuh kita

Memang, kerja antibiotik -baik yang paten maupun yang generik- adalah mengambil alih fungsi pertahanan tubuh untuk menghambat pertumbuhan kuman/bakteri yang masuk ke tubuh kita. Padahal pada saat tubuh kita terinfeksi kuman/bakteri atau virus atau patogen lain, muncul mekanisme pertahanan tubuh sebagai respon sistem imun untuk melindungi tubuh dengan “menghajar” aksi “penyusup” sekaligus menyimpan memori tentang “penyusup” tersebut. Dengan adanya antibiotik, fungsi sistem imun itu dipangkas atau disabotase oleh antibiotik sehingga kerja sistem imun tidak melakukan apapun termasuk menyimpan memori…

Disini perlu kita ketahui, bahwa Allah telah menciptakan manusia dengan segala kesempurnaan sistem-sistem tubuh kita. Mulai dari sistem pencernaan, sistem pernafasan, sistem transportasi (peredaran darah), sistem konduksi/pelistrikan (syaraf), sistem anggota gerak/muskuloskeletal, sistem reproduksi, sistem ekskresi, hingga sistem sel termasuk sistem pertahanan tubuh (sistem imun). Yang paling menarik di segi kesehatan saat ini adalah bahwa sebagian besar penyakit timbul akibat terganggunya sistem imun.

Sementara gangguan atau penyakit itu sendiri secara garis besar dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu penyakit akibat hipersensitivitas sistem imun (ada 2 jenis : Penyakit Alergi dan Autoimun), dan penyakit akibat melemahnya sistem imun (ada 2 jenis : Penyakit Infeksi dan Kanker).

Sistem imun adalah ibarat Departemen Pertahanan beserta pasukan tentaranya (terdiri dari : Sel Limfosit-Monosit, Sel B, Sel T, Macrophage, dsb.), sementara otak ibarat Panglimanya. Secara alamiah, saat ada sistem tubuh yang terganggu atau ada “penyusup”, otak akan menerima laporan dari sistem tersebut melalui sistem penghubung seperti sistem syaraf, cairan tubuh atau aliran darah. Kemudian Otak akan memeriksa apakah gangguan itu sudah pernah terjadi atau berada dalam memorinya atau tidak. Selanjutnya otak akan memerintahkan sel-sel imun untuk bersiaga dengan memperbanyak diri, jika perlu memperkuat diri. Jika gangguan atau penyusupan itu terdeteksi merupakan ancaman bagi tubuh maka kesiagaan itu berganti dengan aksi penyerangan dan penyergapan langsung ke pokok permasalahan. Masalahnya, pendeteksian ini dipengaruhi oleh memori sistem imun itu sendiri, jika penyusup itu pernah masuk sebelumnya dan pernah diatasi, pasti akan lebih cepat dideteksi dan disergap. Tapi jika belum, tubuh baru bisa menang setelah beberapa kali sistem imun memperbanyak diri lagi, karena sambil menyerang dan mati, sistem imun berusaha menyimpan memori tentang penyusup itu.

Lain halnya dengan kerja antibiotik, obat ini terbuat dari bahan2 kimiawi yang jika masuk ke tubuh akan melebur, lalu masuk ke aliran darah dan terdistribusi sempurna ke seluruh tubuh kecuali bagian tubuh yang punya barrier tertentu. Disini jelas bahwa kerja antibiotik secara umum adalah spektrum luas yang tidak secara langsung membunuh, tetapi hanya menghambat, itu pun jika antibiotiknya cocok dengan jenis kuman dan belum resisten. Pada sejumlah kasus, banyak ditemukan orang yang tidak mempan dengan antibiotik tertentu karena kumannya sudah lebih hebat alias resisten.

Banyak yang salah kaprah lagi, penyakit yang disebabkan oleh virus ikut dihantam dengan antibiotik, padahal penyakit karena virus itu tidak ada obatnya. Kita tahu bahwa virus hanyalah patogen yang hidup hanya jika ada host-nya. Begitupun dengan kanker atau tumor, karena setiap tubuh manusia mempunyai bakal sel tumor yang dapat tumbuh berlebihan dengan pemicu tertentu seperti yang sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya, dan itu tidak ada obatnya. Maka satu-satunya cara untuk melawan virus dan kanker/tumor adalah meningkatkan kualitas sistem imun kita. Lebih baik mencegah itu terjadi kan, daripada berusaha mengobati tapi resisten atau malah salah kaprah?!

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

loading...

dr. Nasir

Perkenalkan nama saya Ahmad Muchtar Nasir, biasa dipanggil Nasir. Saya ini anak Sunda asli, kedua ortu berasal dari Kuningan Jawa Barat, tapi saya lahir di Tanjung Redeb Kaltim. Sejak kecil saya sekolah di Madrasah (RA Syahida Cirebon, MI Salafiyah Cirebon, MTs PUI Cikaso) baru SMU Negeri 2 Kuningan. Alhamdulillah saya lulus UMPTN th.1998 di Fak. Kedokteran UNDIP dan kuliah sampai th 2006. Saat ini saya bekerja di Medusa Health Center Jakarta Selatan (mulai April 2008), setelah sebelumnya bekerja serabutan sebagai “kuli intelek” di klinik 24 jam se-Jabotabek, menjadi Pegawai Tidak Tetap Depkes RI di Kab. Buton Sulawesi Tenggara selama 1 tahun (September 2006-Agustus 2007), dan menjadi PHL (Pegawai Harian Lepas) Dokter Umum di Polres Metro Bekasi (Oktober 2007-April 2008). Sekarang saya sudah dikaruniai seorang putra bernama Faris Hidayaturrahman (lahir 21 Januari 2008), sebagai hasil kerjasama dengan istri saya yaitu Yanti Setianingsih. Sementara ini saya tinggal di Griya Bintara Indah Bekasi Barat.

4 thoughts on “Sistem Imun; anugerah Tuhan bagi tubuh kita

  • 25 June 2009 at 22:53
    Permalink

    Setuju ! “Sistem Imun” memang benar2 anugrah Tuhan yang luar biasa …

    Namun bisa jadi karena penggunaan antibiotik yg kurang tepat yg dikonsumsi selama bertahun-tahun + faktor makanan, lingkungan, dll. sistem imun kita menjadi “bodoh”, kabar BAIK nya KINI sdh hadir Molekul Pendidik Sistem Imun yg dapat mendidik sistem imun kita menjadi lebih PINTAR … 😀 thank’s Admin

    pada Jum’at, 26 Jun 2009 10:16:28

    sama-sama…semoga sukses…

    Reply
  • 16 May 2011 at 22:51
    Permalink

    Artikel yg bagus…trims pencerahannya. Mohon ijin untuk share..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...