Waspadai Penyakit Akibat Fenomena Anomali Cuaca

Perubahan iklim dunia dalam bentuk pemanasan global seperti yang kita ketahui bersama berdampak pada berkurangnya cadangan air tanah hingga kekeringan terjadi dimana-mana, bergesernya musim tanam dan kekeringan lahan pertanian hingga terjadi gagal panen, serta meningkatnya suhu laut hingga terganggunya keseimbangan ekosistem terumbu karang.

Perubahan iklim dunia saat ini mengakibatkan terjadinya anomali cuaca yang dapat kita rasakan di Indonesia, seperti hujan sering terjadi justru di saat yang pada beberapa tahun lalu kita sebut sebagai musim kemarau. Menurut Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hal ini disebabkan adanya penyimpangan suhu permukaan air laut di sejumlah wilayah di Indonesia, yaitu suhunya lebih tinggi dibandingkan normal.

Perubahan iklim pun mengancam kesehatan masyarakat Indonesia dan dunia. Beberapa penyakit yang kejadiannya meningkat akibat perubahan iklim antara lain :

  • Penyakit yang disebarkan oleh vektor nyamuk : demam berdarah, malaria, elefantiasis/filariasis (kaki gajah)
  • Penyakit akibat kurangnya ketersediaan air bersih : diare, penyakit kulit
  • Peningkatan suhu lingkungan dan polutan : infeksi saluran pernapasan akut, malnutrisi sampai gizi buruk, penyakit jantung, penyakit pernapasan asma, alergi, serta penyakit paru kronik lain.

Menyadari dampak kesehatan akibat perubahan iklim, sudah seharusnya kita melakukan upaya-upaya preventif untuk mencegah agar tidak mudah terkena penyakit. Suhu udara yang berubah setiap saat ditambah lingkungan yang tidak bersih menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga rentan terhadap penyakit, termasuk penyakit akibat virus. Apalagi saat ini ada penyakit akibat virus di dunia yang sedang marak di negara Timur Tengah dan China, yaitu Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV) dan H7N9.

Beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat adalah meningkatkan kesadaran tentang Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), terutama dalam hal:

  1. menggunakan air bersih
  2. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
  3. menggunakan jamban sehat
  4. memberantas jentik di rumah sekali seminggu, di kantor, sekolah dan lingkungan sekitar.
  5. makan buah dan sayur setiap hari
  6. melakukan aktifitas fisik setiap hari
  7. membuang sampah pada tempatnya
  8. tidak meludah sembarangan
  9. menggunakan alat pelindung diri (misalnya memakai sepatu boot saat terjadi banjir untuk menghindari infeksi leptospira
  10. memakai lotion anti nyamuk di daerah rawan/endemis demam berdarah
  11. tidak merokok di dalam rumah (sebaiknya hindari merokok)
  12. asupan gizi yang seimbang
  13. menambah asupan suplemen jika diperlukan
  14. Bertindaklah CERDIK, yaitu : Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.
  15. Segeralah berobat bila mengalami gangguan kesehatan yang berarti.

Pada kondisi cuaca yang tidak menentu seperti ini, tindakan yang paling baik hanyalah tindakan preventif atau pencegahan, dan bukan tindakan kuratif. Mengapa demikian? Karena jika kita sudah terkena sakit, maka tubuh kita akan semakin rentan terkena penyakit lainnya. Walau bagaimana pun pepatah “Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati” adalah hal yang harus dijadikan prinsip dalam setiap kehidupan sehat kita.

Jadi, apakah kita sudah melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat?

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...