Tips Sederhana Hadapi Anak Kejang Demam

Artikel ini merupakan sekuel atau serial terakhir dari pembahasan Serba-serbi Demam. Bagi Anda yang baru berkunjung, silakan baca seri artikel lainnya melalui link tersebut atau di sebelah kanan blog ini.

Kejang demam adalah suatu kondisi anak mengalami kejang yang disebabkan oleh demam, dan hanya terjadi pada anak kecil. Tubuh anak kejang-kejang dan tampak kaku, napasnya terganggu, bola matanya berputar atau mendelik ke atas, dan anak tidak berespons selama beberapa saat. Namun, tidak semua anak mengalaminya. Ada anak yang suhu demamnya mencapai 41 derajat Celcius tidak terjadi kejang, tetapi ada juga yang suhunya baru 38,5 derajat Celcius saja sudah mengalami kejang. Tidak ada patokan pada suhu tubuh berapa bisa mengakibatkan kejang, bergantung sensitivitas otak dalam merespon panas tubuh.

Biasanya, kejang demam bersifat keturunan atau genetik. Bila salah satu ortunya pernah mengalami kejang saat kecil, kemungkinan besar kejang demam dapat terjadi pada anaknya.

Lamanya kejang sekitar 1-3 menit, bahkan ada pula yang terjadi hanya beberapa detik. Kejadiannya bisa hanya satu kali, bisa juga berulang beberapa kali bergantung pada jenis penyakit yang diderita (baca kembali Mengenal Pola Demam dan Jenis Penyakitnya). Pada kejang demam sederhana, kejang hanya terjadi sekitar 30 detik, dan selesai kejang anak tetap sadar. Sementara pada kelainan/gangguan pada otak, kejangnya terjadi lebih kompleks, misalnya dapat berulang, dan waktunya pun lebih lama (10-30 menit). Setelah kejang berhenti, anak berada dalam kondisi tidak sadar.

Kejang demam sederhana tidak berdampak apa-apa pada anak. Tetapi bila kejangnya berkali-kali, bisa menyebabkan sel-sel otak menjadi rusak. Karena pada saat kejang, otak mengalami kekurangan oksigen (hipoksia). Maka yang paling penting bagi orang tua adalah bagaimana mencegah agar anak yang sedang demam tidak mengalami kejang. Jika pun sempat mengalami kejang demam, cukup terjadi satu kali dan tidak berulang.

Beberapa tips sederhana untuk mencegah dan menghadapi anak yang mengalami kejang demam sebagai berikut :

  • Lakukan antisipasi. Saat anak demam, segera berikan obat penurun panas, meski demamnya baru 38 derjat Celcius. Tidak perlu panik, baca Tutorial Cara Pemberian Obat Penurun Panas disini. Jika tidak ingin ambil risiko kejang, bisa juga memberikan obat antikejang lewat oral. Untuk itu, disarankan orang tua yang memiliki anak yang berisiko kejang karena ada riwayat kejang pada dirinya atau dalam keluarga, mempunyai persediaan obat penurun panas beserta anti kejang. Obat anti kejang biasanya berupa kapsul berbentuk peluru yang dimasukkan lewat rektal (dubur), yang harus disimpan ke dalam lemari es, dan dapat digunakan sewaktu-waktu saat anak kejang. Hanya saja, biasanya obat antikejang harus dibeli dengan menggunakan resep dokter, karena termasuk obat keras yang berisiko disalahgunakan.
  • Saat anak kejang, bersikaplah tenang, tidak boleh panik. Ikuti langkah-langkah berikut :
  1. Letakkan anak di tempat tidur dengan lingkungan sekeliling yang aman, tidak ada benda keras atau tajam yang bisa membahayakan.
  2. Miringkan bagian kepalanya agar bila muntah atau ada ludah, tidak sampai tertelan dan membuatnya tersedak.
  3. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulutnya, seperti makanan, minuman, atau obat penurun panas, karena bisa membuatnya tersedak. Kalau ada makanan di dalam mulut, segera keluarkan.
  4. Usahakan anak bisa bebas bernapas. Longgarkan ikatan bajunya atau buka bajunya.
  5. Kompres hangat tubuhnya (baca kembali : Kenali Demam dan Cara Tepat Tangani Demam). Jika ada persediaan obat anti kejang, segera berikan melalui rektal.
  6. Segera bawa ke dokter terdekat untuk mendapat pertolongan segera
  • Perhatikan usia anak saat terjadi kejang. Bila kejang terjadi pada anak sebelum usia 6 bulan, biasanya ditemukan kelainan-kelainan pada otak. Kondisi ini perlu pemeriksaan lebih spesifik, sebaiknya anak segera dibawa ke dokter untuk mengetahui penyebab kejang.

Semoga tips ini berguna bagi Anda yang memiliki anak kecil dan yang akan memiliki anak kecil. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan diberikan kekuatan untuk melakukan pencegahan penyakit. Sampai jumpa di artikel serial berikutnya dengan tema berbeda. Tetap berlangganan agar tidak ketinggalan info bermanfaat lainnya. Terima kasih.

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

Series Navigation<< Kapan Waktu Yang Tepat Periksakan Demam Anak?

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

11 thoughts on “Tips Sederhana Hadapi Anak Kejang Demam

  • 2 February 2013 at 20:45
    Permalink

    Trimksh bnyak,artikel ini sangat brmanfaat sekali terutama untuk saya,terimakash.

    Reply
  • 6 February 2013 at 11:01
    Permalink

    anak saya umur 10 bulan, baru mengalami kejang saya tdk tau persis berpa lama.
    saat kejang langsung tancap gas ke dokter dalam perjalanan seperti menggigil berbahaya atau tidak ya..?
    anak saya langsung dirawat dan tes darah hasilnya trombositnya turun 137000. apa berpengaruh ya dengan trombosit? kejang jam stengah 6 dan d kasih obat oral 2 x cair dan kapsul pas sudah sadarkan diri sudah ceria kembali tapi tetap dirawat
    saya mohon saran dari dokter.
    terimakasih

    Reply
    • 6 February 2013 at 12:18
      Permalink

      Tindakan Anda membawa anak Anda segera sudah benar, namun sebaiknya Anda selalu menyiapkan persediaan obat di rumah seperti obat demam untuk antisipasi terjadinya kejang.
      Mengenai trombosit, untuk mengetahui kemungkinan penyakit demam berdarah. Selanjutnya mungkin Anda ikut dulu apa tindakan dokter selanjutnya, hingga anak Anda terlihat kembali ceria, mau makan secara normal, dan infus sudah dicabut. Tetap berikan minum yang banyak agar tubuhnya cepat kembali normal.
      Semoga bermanfaat.

      Reply
  • 9 February 2013 at 19:00
    Permalink

    Artikel berguna dok. Lanjut artikel berikutnya. Makasih udah berbagi.

    Reply
  • 23 February 2013 at 12:58
    Permalink

    menurut artikel ini kejang2 biasanya terjadi pada usia > 6 bulan hingga <3 tahun. mengapa anak saya usia 4 tahun kejang2, dan baru itu yg pertama kali. dan setelah di ukur suhu panas tubuh si anak hanya 37 c.

    Reply
    • 5 March 2013 at 12:04
      Permalink

      Silakan dibaca kembali baik-baik pada point terakhir. Kejang demam seringkali terjadi pada anak-anak, namun bila terjadi pada anak usia kurang dari 6 bulan harus diwaspadai bisa muncul kelainan pada otak, untuk itu segera diperiksakan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lengkap.
      Terima kasih sudah menyimak artikel kami.

      Reply
  • 7 February 2014 at 04:21
    Permalink

    Makasih dok..saya sdh beberapa kali membuka web dokter..dan ini sangat membantu saat anak2 saya demam. Putra saya yg ke 4 berumur 16 bln..bln kmrn mengalami demam sampe kejang..apa dia kemungkinan akan mengalami kejang lg jk demam..anak sy yg ke 1..dulu pernah kejang umur 1th, 2th & 4th….apa betul kejang demam biasax terjadi pd hari pertama demam..dan pada 16 jam pertama…makasih

    Reply
    • 12 February 2014 at 13:55
      Permalink

      Kejang pada saat demam biasanya terjadi ketika suhu badan terlalu tinggi dan melewati ambang batas toleransi tubuh menahan panasnya. Tidak ada kaitannya pada hari keberapa dia akan kejang. Bisa jadi pada cerita Anda tsb, anak Anda mengalami kenaikan suhu yang sangat tinggi pada hari pertama dan 16 jam pertama. Saya sarankan Anda memiliki termometer, sehingga bisa secara akurat memantau suhu anak ketika dicurigai demam. Jangan tunda pemberian obat penurun demam jika anak rentan kejang. Semoga membantu.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...