Hati-hati Efek Obat Penurun Demam Anak

Setelah sebelumnya kita ramai-ramai membicarakan soal susu formula, sekarang mari kita bahas tentang masih maraknya kesalahan penggunaan obat penurun panas khususnya buat anak.

Hati-hati Efek Obat Penurun Demam AnakSiapa sih orang tua yang tidak panik ketika melihat anaknya demam. Saat menyentuh, membelai atau bahkan menggendong anaknya, tiba-tiba suhu tinggi yang tidak biasanya teraba di kulit anaknya. Biasanya sejumlah orang tua lantas panik, lalu lari ke kotak persediaan obat dan mengambil satu sendok obat penurun demam yang mengandung parasetamol bahkan digabung dengan obat yang mengandung ibuprofen secara bersamaan demi meredam panik. Padahal berdasar studi di Amerika Serikat, menggabungkan kedua obat itu justru akan memperlama penyembuhan dan berisiko terhadap kesehatan anak.

Dalam studi tersebut, sejumlah dokter spesialis anak yang terlibat mengungkap bahwa banyak orangtua memberi anak obat dengan dosis yang salah. Termasuk di dalamnya inisiatif menggabungkan kedua obat tersebut sebagai penurun demam. Memang sebagai perwujudan sayang kepada anak, upaya pemberian obat penurun demam segera adalah baik, namun tetap harus diperhatikan agar orang tua tetap berpikir jernih dan tidak panik, sehingga terhindar dari kesalahan pemberian obat. Hal ini pula sering kali saya tekankan pada setiap orang tua yang membawa anaknya yang demam ke klinik.

Perlu diketahui bahwa demam bukanlah penyakit, melainkan sebuah mekanisme tubuh dalam melawan infeksi bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Memberikan obat dengan dosis yang salah justru akan memperkuat penyakit tersebut.

Beberapa dokter yang pernah saya temui memang menganjurkan pemberian paracetamol dan ibuprofen dengan dosis yang cukup untuk meminimalisasi efek samping demam pada anak. Namun, menurut aturan pengobatan The National Institute for Health and Clinical Excellence (NICE), penggunaan obat harus mempertimbangkan tingkat keparahan demam. Saran saya, selalu ukurlah suhu tubuh anak Anda dengan termometer pada saat teraba suhunya lebih tinggi dibandingkan tangan Anda agar tidak terjadi kesalahan persepsi.

Penggunaan kedua obat itu hanya dianjurkan ketika demam anak tidak turun setelah mengonsumsi salah satu dari kedua obat tersebut. Berdasarkan The British National Formulary, dokter tidak boleh memberikan resep lebih dari empat dosis paracetamol untuk periode 24 jam, dan tidak lebih dari empat dosis ibuprofen per hari.

Selama ini, kesalahan populer adalah memberi anak dosis obat untuk orang dewasa. Bukan hanya usia, orangtua juga wajib mempertimbangkan postur tubuh anak. Dosis harus diperkecil dari standar untuk anak dengan postur tubuh lebih kecil, meski usia sama. Dosis obat penurun panas adalah mempertimbangkan berat badan dengan perhitungan 10-15 miligram per kilogram berat badan. Untuk cara perhitungan dosisnya silahkan dibaca di Tutorial Dosis Pemberian Obat Penurun Demam Anak berikut ini.

Pemberian berlebihan paracetamol dapat mengakibatkan asma. Sedangkan ibuprofen yang berlebihan dapat mengakibatkan radang usus dan pendarahan. Karena itulah, orangtua harus lebih berhati-hati memberi obat pada anak. Jauhkan obat dari jangkauan anak sehingga terhindar dari efek samping pemberian obat yang melebihi dosis.

Nah, bagaimana jika anak Anda demam? apa yang Anda lakukan pertama kali? Silahkan sharing disini ya.

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

Series NavigationTutorial : Dosis Pemberian Obat Penurun Demam Anak >>

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

42 thoughts on “Hati-hati Efek Obat Penurun Demam Anak

  • 3 March 2011 at 11:10
    Permalink

    untuk membedakan bahwa obat penurun demam mengandung ibuprofen gmn dok,,apa qt hrs memnta resep obatny tanpa ibuprofen?

    Reply
    • 3 March 2011 at 12:26
      Permalink

      Jika Anda membeli obat penurun demam dalam kemasan, tentu kandungan ibuprofen atau parasetamol dapat dilihat pada komposisinya. Jika langsung dari dokter, Anda bisa menanyakannya langsung ke dokternya, apakah obat penurun demamnya mengandung ibuprofen atau parasetamol.

      Reply
  • 21 March 2011 at 20:56
    Permalink

    sharing yang bagus pak dokter, salah satu pesan yang bisa diambil, jangan panik dulu ketika anak panas, hadapi dengan tenang.. begitu ya dok hehehe
    ::> Postingan terakhir kabarkan dengan blog … Membaca blog dengan BloglinesMy Profile

    Reply
    • 21 March 2011 at 23:31
      Permalink

      Betul sekali. Tapi kenapa komentar Saudara masuk spam ?

      Reply
  • 23 March 2011 at 12:32
    Permalink

    coba mnum herbal xamthoneherbal ato klik link tersebut

    Reply
  • 27 April 2011 at 07:40
    Permalink

    betul sekali yang dikatakan pak dokter.
    namun yg perlu diperhatikan juga adalah parasetamol memiliki sifat hepatotoksik, dimana metabolit parasetamol akan mengikat hati dan dalam dosis yg besar akan merusak hati. oleh karena itu dimohon minum air yg lebih banyak apabila mengonsumsi parasetamol termasuk obat2 lain demi ginjal dan hati kita 🙂

    ibuprofen, aspirin, metampiron dan NSAIDs (Non steroid Anti Inflammatory Drugs) memiliki efek samping iritasi lambung, gangguan ginjal. karena menghambat enzim COX secara non selektif.
    sementara obat2 seperti rofecoxib, celecoxib meningkatkan prevalensi stroke dan gagal jantung karena TxA2 tidak dihambat
    parasetamol mekanismenya berbeda dari obat2 analgesik lain karena kerjanya di COX3

    trims

    Reply
    • 27 April 2011 at 09:05
      Permalink

      Wah, lengkap sekali penjelasannya, terima kasih atas informasinya ya 🙂

      Reply
  • 24 July 2011 at 08:35
    Permalink

    yang tradisioanl sudah dijamin pasti eh malah ada yg instant kan gak baik tuh

    Reply
  • 19 December 2011 at 16:47
    Permalink

    klo pengobatan dengan herbal, apa ada ramuan tertentu…

    Reply
  • 13 January 2012 at 12:02
    Permalink

    Salam kenal Dokter,

    Saya baru kehilangan anak pertama (anak satu-satunya) pada 1 januari 2012,umurnya 2 tahun 5 bulan.
    sehari sebelumnya anak saya demam (39c) namun karena masih aktif dan bermain seperti biasa istri saya hanya memberikan obat penurun panas (Sanmol dan Proris, selang seling per 4 jam), seperti biasa kami bermain dan bercanda dan tidak ada kecurigaan apa-apa…..apalagi mau menyambut malam pergantian tahun baru jadi kami masih bermain dan bercanda seperti biasa (dan karena demam anak saya disertai batuk, istri saya memberikan obat batuk ikadril).
    Namun pada sore harinya sekitar pukul 17.00 wib tiba-tiba istri saya teriak dan kami lihat tangan anak saya membiru kayak kedinginan…..langsung saya selimuti dan saya gendong namun kata istri saya jangan terlalu ketat takut kejang….karena saya takut malamnya macet karena malam tahun baru,saat itu juga anak saya langsung kami larikan kerumah sakit terdekat, tidak sampai 1 jam kami sudah berada dirumah sakit EKA HOSPITAL BSD Serpong, dan begitu masuk IGD langsung ditangani dokter jaga dengan memberikan cairan infus dan STESOLID (10mg)…berselang kuranglebih 3 menit istri saya kembali teriak karena melihat anak saya sepertinya mau kejang, kemudian dokter kembali memberikan STESOLID (10mg) jadi dalam waktu kurang dari 10 menit dokter sudah memberikan anak saya STESOLID sebanyak 20mg dan berat badan anak saya sekitar 13 Kg.
    Sejak saat pemberian stesolid itulah anak saya teridur (menurut dokternya akibat pengaruh obat) kemudian dalam keadaan belum sadar kami memindahkan anak saya kerumah sakit yang lebih lengkap peralatannya dan ternyata sesampainya dirumah sakit yang dituju anak saya meninggal meskipun sempat ditangani oleh dokter anak dirumah sakit tersebut, dan dokter tersebut berpendapat klo pada anak saya ada pembuluh darah pecah diotak akibat kejang.
    Pertanyaan saya dok,
    1. Apakah ada efek pemberian obat penurun panas dan obat batuk tersebut?mengingat istri saya memberikan obat penurun panas SANMOL syrup, PRORIS syrup dan IKADRIL syrup.
    2. Apakah ada efek pemberian STESOLID seperti yang saya jelaskan diatas?
    3. Sesuai dengan pendapat dokter adanya pembuluh darah yang pecah diotak, bagaimana melihat ciri-cirinya jika itu memang benar?
    Demikian pertanyaan saya dokter, mohon diberikan penjelasan kepada saya yang masih bingung ini.
    Terimakasih

    Parlyn

    Reply
    • 13 January 2012 at 14:59
      Permalink

      Pelajaran buat kita semua barangkali, jika anak menderita panas/demam sebaiknya jangan dianggap biasa-biasa saja. Apalagi jika panasnya sudah mencapai lebih dari 38 derajat Celcius, itu sudah harus dicurigai ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuhnya, walaupun dari luar tampaknya anak sehat dan masih mau bermain. Pemberian obat panas apapun merknya, hanya membantu menurunkan panas. Namun jika tubuh tidak merespon dan panas tidak turun, seharusnya segera dibawa ke dokter terdekat untuk diberikan pertolongan.
      Tubuh anak masih sangat rentan, sehingga dengan kondisi panas tubuh yang berlebihan membuat otak tidak mampu menahan sehingga bisa timbul kejang. Kejang-kejang tersebut mungkin tidak sempat terlihat oleh orangtuanya, tapi jika sejak panas sangat tinggi saja sudah dibiarkan, tentu ini sudah sangat berisiko dan siapapun bisa menyalahkan orang tuanya.
      Mengenai efek STESOLID, dengan kandungan Diazepam didalamnya berkhasiat untuk merelaksasikan otot, dalam hal ini otot yang mengejang. Efek sampingnya tentu saja mengantuk dan tertidur. Permasalahannya dari cerita Anda, peristiwa kejangnya anak Anda saya yakin sudah berlangsung sejak dalam perjalanan, kekejangannya mungkin pada otot dalam sehingga tidak terlihat. Dokter di IGD sudah melakukan respon sesuai Protap yang berlaku untuk penanganan Kejang.
      Saya tidak dapat menjawab mengenai pecahnya pembuluh darah di otak, namun hal itu dapat dipahami jika panas tubuh sangat tinggi terutama pada anak kecil menyebabkan pembuluh darah di otak sangat rentan untuk pecah.
      Demikian, semoga bisa mencerahkan dan menenangkan hati Anda. Saya juga turut berdukacita atas meninggalnya anak Anda, semoga bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik.

      Reply
      • 16 January 2012 at 10:13
        Permalink

        Dear dr. Nasir

        Terimakasih atas penjelasannya dokter,
        salam
        Parlyn

        Reply
  • 23 February 2012 at 16:34
    Permalink

    Pemberian obat penurun panas tindakan awal untuk orang tua.mencegah terjadiya kenjang.saya selalu siap parasetamol dirmh.apalagi sejak penggalaman anak pertama yg sempat terkena kejang.

    Reply
    • 23 February 2012 at 23:04
      Permalink

      Langkah yang tepat dan bijak bu. Saya apresiasi pada Anda.

      Reply
      • 2 April 2012 at 14:57
        Permalink

        jika anak sakit saya selalu memberikan dia paracetamol juga antibiotik untuk menurunkan panasnya, saya baca di artikel penggunaan paracetamol berlebihan dapat mengakibatkan asma, benarkah? kata dokter anak saya terkena asma, padahal di riwayat keluarga kami tidak ada yng mengidap penyakit asma, apa itu ada hubungannya dengan penggunaan paracetamol yg saya kasih ke anak??

        salam
        dian

        Reply
  • 18 June 2012 at 13:05
    Permalink

    saya mau tanya masalah panas dalam. anak saya umur 5 tahun masih sering kena panas dalam (sariawan). padahal sariawan dapat mengakibatkan panas tinggi. bagaimana cara mengatasi dini sebelum kita bawa ke dokter. Padahal muncul panas itu ketika malam hari.. Klo dikasih obat penurun panas seperti Sanmol, Proris itu hanya beberapa saat turun panasnya. Bagaimana solusinya. Makasih dr. Nasir.

    Reply
    • 18 June 2012 at 15:29
      Permalink

      Panas atau demam itu biasanya muncul sebagai manifestasi adanya perlawanan tubuh terhadap infeksi benda asing. Jika perlawanan itu belum selesai, kemungkinan respon demam itu masih akan berlangsung. Biasanya saya selalu menyediakan stok obat penurun panas anak dalam beberapa bentuk. Saat anak saya usianya kurang dari 2 tahun, saya akan menyediakan obat penurun panas tetes dan obat penurun panas dalam bentuk kapsul peluru suppositoria (yang dimasukkan ke anus). Tapi setelah anak saya berusia diatas 2 tahun, saya sediakan sirup penurun panas dan kapsul suppositoria. Kapsul suppositoria ini lebih efektif menurunkan panas pada saat anak tidur, sehingga anak bisa tetap istirahat tanpa perlu kita bangunkan dari tidur. Masukkan saja ke lubang anus, jepit kedua pantatnya agar obatnya tidak keluar kira-kira 5 menit. Biasanya efeknya terlihat setelah 10 menit.
      Jika si anak sadar, sebaiknya berikan obat panas dengan jeda tercepat 4 jam (efeknya paling cepat 4 jam). Bila 4 jam kemudian panas lagi, berikan lagi obatnya. Bila 4 jam panasnya tidak naik, tunggu sampai 6-8 jam, jika panas lagi, berikan lagi.
      Sebaiknya disertai kompres dengan air hangat di ketiak dan perutnya agar panasnya cepat turun. Dan ingat, saat panasnya naik, jangan diselimuti.
      Semoga bisa memberikan solusi.

      Reply
  • 11 November 2012 at 11:38
    Permalink

    slm dok,anak saya 1th,skr sdang demam,sudah d bawa k dokter dan di beri obat praxion syr tp belum smbuh juga, demamnya kambuhan,obat apa ya dok yg lebih baik untuk anak saya & kalau saya kasih proris suppo apa boleh dan dosis nya gimana?

    Reply
    • 11 November 2012 at 16:47
      Permalink

      Obat penurun panas biasanya memberikan khasiat untuk 4-6 jam. Jika proses infeksinya masih berlangsung biasanya tubuh akan kembali mengeluarkan panas (panasnya naik lagi), jadi harus diberikan lagi tanpa perlu menunggu jadwal pemberian sebanyak 3 kali sehari. Pemberian obat penurun panas dapat diberikan maksimal 6 kali sehari dengan jeda 4 jam bila masih panas. Namun bila panas terus menerus dan tidak respon terhadap obat penurun panas, disarankan untuk dibawa ke dokter terdekat. Silakan baca tutorial pemberian obat penurun panas yang ada di blog ini juga. Terima kasih.

      Reply
  • 26 January 2013 at 18:52
    Permalink

    mlm dok…
    anak saya usianya 2 tahun lbih 3 bulan. sekarang ia terbaring lemas sedang demam dengan suhu tubuhnya meningkat. saya selalu sedia obat penurun panas ” SANMOL SIRUP”. seperti postingan diatas, habis diberikan obat, panasnya turun dan kemudian naik lagi. setelah membaca postingan Tn. Parlyn saya takut jika pengalaman itu akan terjadi pada anak saya.
    1. apa langkah pemberian obat penurun panas yang saya berikan sudah benar?
    2. langkah apa lagi yang harus saya lakukan?
    3. mengenai Kapsul suppositoria tlg dijelaskan lebih detail lagi, dan bagaimana penggunaanya. serta dimana saya bisa mendapatkan kapsul tersebut?

    Reply
  • 30 January 2013 at 12:40
    Permalink

    Salam dokter…..saya mo tanya kalau anak saya demam, panas tinggi saya memberikan obatnya (anti biotik, puyer) setiap 1 X 4 jam, saya berobat sama Bidan Desa, apakah langkah yang saya perbuat benar dokter & apakah ada efeknya bagi anak2…????

    Reply
    • 30 January 2013 at 17:36
      Permalink

      Yang setiap 4 jam sekali itu obat panas saja bu. Obat antibiotik tidak boleh diberikan tanpa resep dokter. Kalau serampangan pemberiannya tentu banyak efek negatif buat anak-anak.
      Terima kasih mau berbagi. 🙂

      Reply
  • 1 February 2013 at 12:17
    Permalink

    Siang Dokter….., efek samping pemberian antibiotik 1 X 4 jam pada anak apa ya dokter!!! Saya jadi was-was dok…., apa ada hubungannya dgn pertumbuhan si anak? Masalahnya anak saya umurnya sudah 4 tahun belum lancar berbicara, apakah ada kaitannya dengan pemberian antibiotik tersebut????

    Reply
    • 1 February 2013 at 16:30
      Permalink

      Efek samping tergantung jenis obatnya. Yang jelas bila obat diberikan melebihi dosis maksimum, maka akan timbul efek samping yang tidak kita inginkan. Apalagi itu diberikan pada anak kecil. Silakan konsultasikan pada dokter spesialis anak Anda.

      Reply
    • 10 December 2013 at 10:26
      Permalink

      Aturan pemakaian obat tetap dijelaskan oleh dokter, tetapi ditegaskan kembali oleh apoteker saat nebus obat…

      Reply
  • 2 May 2014 at 07:10
    Permalink

    pagi dok,saya mau tanya apakah efek samping dari ibuprofen karena anak saya demam saya kasih obat ibuprofen setelah demamnya turun dia jadi keram kakinya sehinggaa kalau di buat jalan sakit

    Reply
    • 2 May 2014 at 15:18
      Permalink

      Ibuprofen itu produk anti inflamasi non steroid (NSAID), dimana memiliki fungsi menurunkan panas dan meningkatkan ambang sakit/meredakan nyeri. Namun seperti halnya produk NSAID lainnya, dia berpengaruh pada lambung dan menyerap kalsium lebih banyak, sehingga berpotensi pada gangguan tulang dan sendi jika diminum terlalu banyak.

      Reply
  • 21 October 2014 at 10:45
    Permalink

    siang dok
    saya maua tanya, kalau kelebihan dosis, misalnya harusnya 1 sendok teh tapi malah diaksih 1 sendok makan(obat panas sanmol), apa akibatnya

    Reply
    • 25 October 2014 at 22:21
      Permalink

      Kalau dalam jangka pendek sih tidak apa-apa, paling panasnya bisa turun lebih cepat. Dianjurkan lebih banyak minum air putih, selain untuk menyeimbangkan panas tubuh, juga untuk menetralisir kelebihan dosis tadi. Terima kasih sudah mampir berkomentar.

      Reply
  • 24 October 2014 at 11:29
    Permalink

    Dokter,

    apakah ada efek samping pada pemberian obat secara bersamaan (Ibuprofen dan Stesolid)?
    anak saya diberikan sesuai dosis oleh dokter, namun saat ini demamnya turun namun mendadak anak saya tampak lemah dan tidak semangat (mata sayu, fisik lemah).

    berapa lamakah efek yang ditimbulkan oleh Stesolid plus Ibuprofen tersebut?

    Terima kasih Dokter atas informasinya

    Reply
    • 25 October 2014 at 22:27
      Permalink

      Stesolid itu pelemas otot, sementara ibuprofen itu anti analgetik (pereda sakit) dan anti piretik alias penurun panas. Terkadang utk beberapa kasus, ibuprofen saja bisa membuat kantuk (tidak banyak), ditambah stesolid bersamaan akibatnya seolah saling memperkuat efeknya.
      Soal berapa lama efeknya, biasanya stesolid bisa sampai 6 jam, tergantung seberapa banyak dosis yg diberikan. Semoga anak bapak baik2 saja, dan segera sembuh.

      Reply
  • 17 May 2015 at 06:14
    Permalink

    selamat pagi,dok..
    Anak saya (13 bulan) tiba2 panas sejak siang (16/05) hingga pagi ini (17/05), sudah saya berikan paracetamol tiap 4 jam tetapi panasnya tidak turun,malah mimisan,,apa yg seharusnya saya lakukan,dok?sempat terpikir untuk memberikan ibuprofen tp urung setelah membaca evidence based di blog dokter..
    Kompres di lipatan inguinal dan ketiak sidah diberikan,intake oral menurun,dan anak gelisah,serta epitaksis satu kali..
    Mohon sarannya,dok..terima kasih

    Reply
  • 8 June 2015 at 10:25
    Permalink

    Pagi dok, sy mau tanya pada dokter. Anak sy umur 7th demam 3minggu lalu, sy bawa ke dokter demam nya reda dan aktivitas seperti biasa selama 4hr tiba2 anak sy demam lg, sy beri obat yg msh ada, 2hari kemudian sudah sembuh aktivitas lg seperti biasa, namun 5hari kemudian badan nya demam lagi, krn obat dr dokter sdh habis, sy belikan obat syrup demam anak merk PRAXION, panas nya langsung turun dan aktivitas seperti biasa lagi, 2hr ga sy mandiin karena takut demam lg, sudah sembuh dan beraktivitas sperti biasa, kemarin ada acara studytour dr sekolahnya tp sy mandikan pakai air hangat. Aktivitas seperti biasa, tp pagi ini anak sy demam lg. Kalau di total2 bulan ini demam nya sdh 4kali dalam jeda waktu yg singkat. Kira2 anak sy kenapa ya dok, harus ke rumah sakit/ dibelikan obat apa ya? Sy tunggu jawaban nya ya dok, Terima kasih sebelumnya.

    Reply
    • 8 June 2015 at 20:40
      Permalink

      Bu Yunisha, demam itu sebenarnya kan mekanisme tubuh menjaga panas tubuhnya, dan juga merupakan reaksi tubuh terhadap masuknya benda asing seperti virus atau bakteri. Pada kasus anak ibu, saya kurang jelas seberapa derajat demam yang diderita anak ibu (setiap kali demam), bagaimana intensitas aktivitas hariannya, bagaimana pola makan dan tidurnya.
      Seringkali kita merasakan jika anak sudah mengalami hari yang berat, aktivitasnya lebih berat dari hari sebelumnya, disertai pola makan yang kurang teratur dan tidur yang kurang baik, akan mengalami demam/suhu badan naik (biasanya sekitar 37,5-38 derajat). Kalau ini masih normal. Cara mengatasinya tidak harus langsung diberikan obat penurun panas, berikan minum yang cukup, istirahat yang baik, makan yang teratur biasanya akan kembali normal. Cerita yang ibu tuliskan dengan jeda demam yang demikian masih menggambarkan demam yang biasa pada anak usia aktif seperti anak ibu. Cukup jaga makan, perbanyak minum, istirahat yang cukup insyaAllah kondisi badan anak ibu kembali normal. Tidak perlu sebentar-sebentar diberikan obat, karena bisa jadi bukan obat yang diperlukan, tetapi istirahat saja untuk memulihkan staminanya.
      Demikian semoga mencerahkan. Terima kasih ya bu.

      Reply
      • 26 March 2016 at 06:13
        Permalink

        Assalam’mualaikum dok, anak saya demam jika jam 6 atau 7 malam slalu demam, saya bawa ke Klinik pengobatan di berikan paracetamol cair, tapi selama 3 minggu panas badan saya tetap tidak turun, kemudian dari di rujuk ke rs, di rumah sakit dirawat inap di berikan obat penurun panas tapi tetap tidak ada perubahan, kemudian di berikan obat penurun panas lewat dubur, tapi tidak ada perubahan, dan kemudian di berikan obat penurun panas botol infus , sampai 5 hari tapi tetap tidak turun panasnya dok, tapi dr rs tetap tidak ketemu penyebabnya hasil tes air urien bagus, tes darah hanya LED nya yg 100, dan harus di rujuk ke rs Cipto ke dr anak spesialis virus, yg ingin saya tanyakan kenapa segala macam penurun panas tetap tidak ada pengaruh dg anak saya, dan sakit apakah anak saya ini dok ?..
        Atas jawaban dr saya ucapkan terima kasih banyak.

        Reply
        • 12 July 2016 at 19:44
          Permalink

          Mohon maaf baru respon, demam seperti demikian bisa saja disebabkan virus atau adanya metabolisme tubuh berlebihan sehingga menyebabkan panas tubuh meningkat, diibaratkan dengan mesin yang kelebihan daya pemakaian sehingga mengeluarkan panas berlebihan dan bahkan bisa terbakar. Kondisi ini biasanya bisa diatas dengan memberikan cairan yang banyak, kalau tubuh bisa diatasi dengan pemberian minum yang banyak.

          Reply
  • 26 December 2016 at 04:09
    Permalink

    Pagi dok, anak saya umur 1th 7 bulan..sudah demam mulai 1 minggu lalu disertai flu dan batuk. Demam berkisar 37 sd 39..paling sering 38. Sudah ke dokter 2x..pertama hanya dikasi sanmol, ryvel, rhinos karena penyebabnya adalah virus kata dokternya..setiap dikasi sanmol demamnya langsung turun namaun sekitar 7jam demam lagi. Akhirnyaa saya ke dokter lagi sampai di cek darah dan kata dokternya virus flu dan batuk penyebabnya sehingga dikasi obat anti virus dan tetap sanmol dan ryvel dan obat batuk. Tapi setelah 1hari ke dokter ke 2 demamnya masih saja ada dok..jadi tetap saya berikan sanmol..apakah saya perlu ke dokter lagi dok?atau tetap lanjutkan obat antivirusnya

    Reply
    • 26 December 2016 at 07:18
      Permalink

      Selamat pagi bu/pak Made, langkah Anda sudah cukup baik dengan membawa ke dokter dan memberikan obat penurun panas. Namun sayang Anda tidak menjelaskan apakah si anak masih mau makan dan minum. Umur 1-2 th memang seringkali menderita demam, namun demam yang biasanya tidak terlalu tinggi, rata-rata kisaran 38 derajat Celcius. Biasanya disebabkan oleh munculnya gigi geligi terutama gigi geraham atau gigi belakang, dan respon demam adalah respon nyeri/sakit gigi yang bisa diperlihatkan si anak, lamanya bisa sampai 1 minggu, manifestasinya biasanya sulit makan, dan ini yang paling membuat ortu pusing dan gelisah. Tambahan flu dan batuk biasanya gara-gara si anak malas minum juga sehingga tenggorok menjadi kering dan merangsang munculnya batuk.
      Solusi paling efektif untuk masalah ini, paksa dan bujuk si anak untuk tetap banyak minum air, boleh dalam bentuk susu, air putih hangat atau dingin, teh manis, atau jika mau makan, berikan kuah yang banyak dalam makanannya. Buah-buahan yang berair juga bagus untuk membantu. Kompres air hangat atau mandi berendam dengan air hangat juga bisa membantu meredakan demam.
      Sanmol bisa diberikan jika panas naik lagi, jangan kuatir karena periode nyerinya masih berjalan, asal minum air tetap banyak, panas tubuhnya tetap terjaga dan tidak dehidrasi. Dehidrasi bisa merangsang demam lebih tinggi lagi.
      Jika flu dan batuk masih mengganggu, silakan berikan ryvel dan rhinosnya, namun hentikan jika sudah tidak muncul lagi.
      Anti virus sebetulnya hanya diberikan jika betul-betul diketahui penyebabnya virus, tapi untuk flu dan batuk akibat virus, tidak ada obat yang tepat kecuali minum air yang banyak.
      Kalau pada anak saya, saya bantu dengan suplemen alami yang bisa meningkatkan imunitas dan ambang nyeri si anak, sekaligus meningkatkan fungsi kecerdasannya secara alami.
      Demikian, semoga penjelasan saya cukup membantu dan menenangkan Anda. Terima kasih sudah bersedia mampir. Semoga anaknya lekas sembuh.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...