Warning: mysqli_query(): (HY000/1030): Got error 28 from storage engine in /home/zreqowvs/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1877
Hasil Penelitian Manfaat ASI vs Susu Formula (2) - Dok Nasir Web | dokternasir.web.id

Hasil Penelitian Manfaat ASI vs Susu Formula (2)

Hasil Penelitian Manfaat ASI vs Susu FormulaBerikut ini adalah kelanjutan dari pembahasan hasil penelitian mengenai manfaat ASI dan perbandingannya dengan Susu Formula. Bagi Anda yang belum membaca uraian sebelumnya silahkan baca disini.

31. ASI mengandung zat mucin yang dibutuhkan untuk mencegah penyakit pada bayi.

32. Susu formula 600 kali lebih banyak mengandung zat alumunium dibandingkan ASI. Dalam beberapa kasus zat alumunium ditemukan 1000 kali lebih banyak terkandung pada susu formula di bandingkan ASI.

33. Susu formula banyak mengandung logam-logam berat seperi merkuri dan timah, 20% air pencampur susu di Amerika Serikat terkontaminasi oleh timah, dan jika air-air ini direbus untuk membuat steril botol susu, ini akan lebih meningkatkan jumlah timah. Keracunan timah menyebabkan kerusakan otak dan saraf, gagal ginjal, dan lain-lain.

34. Banyak jenis Susu formula yang terkontaminasi oleh banyak bakteri.

35. Dari 7 sampai 10 sample susu formula ditemukan dosis vitamin D yang berlebihan, 7 sampai 10 sample mengandung 200% dosis vitamin D dari yang tertera pada kemasan, bahkan ada yang dosisnya lebih dari 419% dari dosis yang tertulis pada kemasan. Kelebihan Vitamin D akan menyebabkan keracunan.

36. Susu Formula mengandung “phthalates” (sebuah zat kimia yang digunakan dalam industri plastik), yang jika dikonsumsi akan mengakibatkan kemandulan, kerusakan hati (liver), and kimia ini bersifat karsinogenik (mengandung radiasi yang menyebabkan berbagai macam kanker).

37. Susu formula mengandung iodine dalam dosis tinggi yang akan mengganggu kerja kelenjar thyroid.

38. Kacang kedelai hasil dari rekayasa genetika adalah bahan utama dari susu formula dari bahan kedelai.

39. Susu Formula mengandung glutamate (MSG-Asam amino) yang merusak fungsi hypothalamus pada otak – glutamate adalah salah satu zat yang dicurigai menjadi penyebab autis.

40. Susu sapi yang digunakan untuk membuat susu formula kadangkala berasal dari sapi yang telah diberi antibiotik dan BGH (bovine growth hormone) – hormon untuk mempercepat pertumbuhan hewan.

41. Kandungan Susu Formula dapat berubah karena faktor pengolahan pada waktu diproduksi di pabrik dan pada waktu pengolahan ketika akan dikonsumsi oleh konsumen (contoh: air yang terkontaminasi ketika akan mencampur susu, wadah untuk susu yang terkontaminasi, dan lain-lain).

42. Komposisi ASI yang di produksi oleh tubuh ibu akan selalu sesuai dengan kebutuhan umur bayi. Contohnya ketika bayi terlahir prematur, ibu akan memproduksi ASI yang mengandung protein dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan ibu yang melahirkan normal. Dan ketika bayi sudah mulai belajar makan, protein yang terkandung pada ASI akan semakin tinggi. Tetapi volume ASI pada payudara akan menurun.

43. Kebutuhan vitamin bayi yang masih menyusui berbeda dengan bayi yang sudah mulai belajar makan.

44. ASI sangat mudah dicerna bayi, karena ASI mengandung enzim yang membantu bayi untuk mencernanya. ASI mengandung enzim lemak yang mudah dicerna. Zat besi pada ASI 50%-70% dengan mudah di serap tubuh bayi dibandingkan Zat besi pada susu formula (10%) karena Susu formula tidak mengandung enzim seperti pada ASI.

45. ASI mengandung 100 komposisi yang tidak dimiliki oleh susu formula.

46. Otot-otot rahang dan wajah ketika bayi menghisap puting ibu merangsang pertumbuhan mulut dan gigi. Menyusui dengan botol menyebabkan masalah pada pertumbuhan mulut dan gigi (mal-occlusion).

47. Aktifitas menyusui merangsang pertumbuhan saraf-saraf bayi.

48. Menyusui mencegah dan meringankan postpartum hemorrhage (pendarahan pada rahim) karena ketika payudara dihisap merangsang tubuh ibu mengeluarkan hormon oxytocin, hormon ini berguna untuk mengerutkan rahim hingga hampir kembali seperti seukuran semula. Setiap kali anda menyusui dengan payudara anda akan merasakan kontraksi pada rahim, ini tanda-tanda hormon oksitosin sedang bekerja.

49. Menyusui melindungi ibu dari kanker payudara, semakin lama ibu menyusui, semakin kecil seorang ibu terkena kanker payudara.

50. Menyusui melindungi ibu dari kanker indung telur.

51. Menyusui melindungi ibu dari kanker leher rahim.

52. Menyusui melindungi ibu dari osteoporosis. Setelah menyusui, kepadatan tulang ibu akan kembali seperti sebelum hamil bahkan lebih baik.

53. Menyusui menurunkan resiko dari “hip fractures” setelah menopause.

54. Menyusui merubah berat yang diperoleh ketika masa kehamilan menjadi susu, seorang ibu yang menyusui tidak perlu diet untuk mengembalikan postur tubuh sebelum kehamilan, karena memproduksi ASI membutuhkan 600-800 kalori sehari ini sebanding dengan bersepeda pada tanjakan selama 1 jam atau berenang 30 kali putaran.

55. Prolactin, adalah salah satu hormon yang di produksi ketika menyusui, kegunaan hormon ini adalah mengurangi stres (adrenalin). Prolactin dijuluki hormon keibuan “mothering hormone” dan membantu ikatan ibu dan anaknya. Hormon prolactin ini efeknya sangat kuat, pada penelitian hormon ini diberikan pada ayam-ayam jago petarung dan ketika disuntikkan ayam-ayam ini menjadi enggan untuk bertarung.

56. Pemberian Susu Formula sangat merepotkan, menghabiskan banyak waktu untuk mencuci botol susu dan aksesorisnya saja membutuhkan waktu 1 jam sehari, apalagi jika jauh dari rumah dan harus memberikan susu pada bayi, ibu akan kesulitan untuk menghangatkan susu pada botol tersebut.

57. Pemberian susu dengan payudara sangat simple, dibandingkan dengan botol susu anda harus bangun dari tidur, menghangatkan botol dan duduk ketika anda harus memberikan susu.

58. Bayi-bayi yang disusui dengan susu formula cenderung mengalami sembelit (konstipasi), sedangkan ASI mengandung zat pencahar alami yang membantu bayi buang air besar.

59. Bayi yang disusui lebih langsing dibandingkan bayi yang diberikan Susu formula yang cenderung obesitas.

60. Kolostrum (air susu yg keluar pertama) sangat berguna, pada bulan pertama pencernaan bayi belum matang, mirip seperti saringan yang membiarkan benda asing (protein alergenik) masuk ke aliran darah bayi yang berpotensi menyebabkan alergi. IgA (imunoglobulin) dalam ASI menyediakan selaput pelindung yang berguna untuk menutup kebocoran dalam lapisan usus dan mencegah lewatnya kuman serta zat-zat penyebab alergi yang tidak diundang.

61. Memberikan ASI = Mengimunisasi bayi anda setiap waktu.

62. ASI mengandung lemak yang sangat baik dan mudah tercerna, Bayi-bayi yang disusui ASI, mempunyai kotoran yang lembut dan bayi-bayi yang diberi susu formula kotorannya bertekstur lebih kasar dan baunya lebih tidak sedap. Ini menandakan tidak semua Zat dalam susu Formula dapat terserap oleh tubuh bayi.

63. Penyusuan dengan Payudara, membuat ibu yang sibuk menjadi lebih relaks dan membantu ibu-ibu yang mempunyai kesulitan tidur untuk relaks.

64. Penyusuan adalah latihan seorang ibu dalam membaca karakter bayi anda. Orang tua yang mengetahui karakter/sifat anak, akan lebih mudah untuk mendidiknya.

65. Penglihatan pada anak lebih baik pada anak yang diberi ASI.

Demikian beberapa hasil penelitian mengenai manfaat ASI dibandingkan Susu Formula, yang ternyata begitu banyak manfaat ASI untuk bayi Anda terutama jika memperhatikan ASI Eksklusif. Uraian di atas belum menyinggung isu bahwa ternyata benar susu formula telah terkontaminasi bakteri berbahaya yang disebut Enterobacter sakazakii. Tentang hal ini akan saya bahas di artikel berikutnya, simak terus ya.

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

3 thoughts on “Hasil Penelitian Manfaat ASI vs Susu Formula (2)

  • 16 March 2012 at 16:05
    Permalink

    bayi saya Alhamdulillah selalu sehat berkat ASI, semoga selalu begitu…
    membaca artikel ini membuka pikiran untuk tetap konsisten memberikan ASI selama mungkin kepada bayi saya,,,smg dberi kemudahan oleh Allah,amien…

    Reply
    • 10 December 2013 at 10:25
      Permalink

      Sebaiknya walaupun bekerja, alternatif penyajian ASI bisa dengan pumping dan dimasukkan ke lemari es, si ibu bisa menyimpan ASI lebih banyak dan lebih lama dengan cara-cara tertentu tanpa harus beralih ke Sufor saat si bayi masih membutuhkan ASI.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge


Warning: mysqli_query(): (HY000/1030): Got error 28 from storage engine in /home/zreqowvs/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1877

Warning: mysqli_query(): (HY000/1030): Got error 28 from storage engine in /home/zreqowvs/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1877
Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...



Warning: Unknown: write failed: No space left on device (28) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/cpanel/php/sessions/ea-php56) in Unknown on line 0