Cara Penyajian Susu Formula Yang Benar

Posting bagian 3 dari 4 bagian dalam seri Antara ASI vs Susu Formula

Cara Penyajian Susu Formula Yang BenarBeberapa hari lalu Menkes pernah mengumumkan bahwa susu formula yang beredar di Indonesia aman untuk dikonsumsi, walaupun DPR tetap mendesak agar Menkes mengumumkan merk susu formula yang tercemar bakteri Enterobacter sakazakii (ES). Namun Menkes mengaku tidak pernah terlibat dalam penelitian yang dilakukan IPB beberapa tahun lalu tersebut dan penelitian IPB ini merupakan penelitian akademik yang data dan hasilnya sepenuhnya merupakan hak IPB. Tidak ada kewajiban dari IPB untuk melaporkan hasil penelitian akademik tersebut ataupun data awalnya kepada Menteri Kesehatan. Hingga saat ini peredaran susu formula tetap stabil dengan tetap berada dalam pengawasan ketat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bahkan untuk memberikan jaminan keamanan pangan termasuk susu formula, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan sampling dan  pengujian secara berturut-turut pada tahun 2008, 2009, 2010 dan awal Februari 2011 terhadap susu formula bayi menunjukkan seluruh sampel yang diuji tidak mengandung Enterobacter sakazakii.

Walaupun susu formula aman, sesuai dengan UU No.36/2009 tentang Kesehatan bahwa setiap bayi berhak mendapatkan Air Susu Ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, maka para ibu yang mempunyai bayi tetap dianjurkan memberikan air susu ibu secara Eksklusif (ASI Eksklusif) yaitu memberikan ASI saja kepada bayi usia 0-6 bulan dan dilanjutkan sampai berusia 2 tahun. Setelah bayi berusia 6 bulan boleh diberikan makanan pendamping ASI. Hanya pada kondisi dengan indikasi medis tertentu, yaitu kondisi medis bayi dan/atau kondisi medis ibu yang tidak memungkinkan pemberian ASI eksklusif, maka susu formula boleh diberikan.

Menkes juga menyampaikan informasi untuk para pemakai susu bubuk formula bahwa susu bubuk formula bukanlah suatu produk yang steril dan dapat terkontaminasi oleh kuman yang menyebabkan penyakit. Oleh karena itu perlu memperhatikan cara penyajian susu formula yang benar agar efek dari kontaminasi tersebut dapat diminimalisir sekecil mungkin.

Cara menyajikan susu formula yang benar adalah sebagai berikut :

  1. Cuci tangan terlebih dahulu hingga bersih dengan menggunakan sabun untuk mencegah kontaminasi dengan lingkungan.
  2. Gunakan air yang dimasak sampai mendidih lalu dibiarkan selama 10-15 menit agar suhunya turun menjadi tidak kurang dari 70 derajat Celcius.
  3. Siapkan susu sebanyak yang dapat dihabiskan bayi dan sesuai takaran yang dianjurkan pada label, lalu aduk hingga tercampur merata.
  4. Segera tutup kemasan dengan rapat untuk menghindari paparan udara luar terlalu lama. Simpanlah susu di tempat yang kering dan bersih, jangan di tempat yang lembab, karena selain disukai oleh bakteri juga mudah disergap oleh semut.
  5. Sisa susu yang telah dilarutkan harus dibuang setelah 2 jam.
  6. Selalu perhatikan batas kadaluwarsa kemasan susu formula untuk menghindari keracunan dan kontaminasi.

Ingat, menjaga sanitasi dan hygiene sangat penting untuk mencegah kontaminasi dari bakteri ini khususnya terkait dengan penyiapan, penyimpanan, dan penyajian produk formula bayi.

Semoga bermanfaat.

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

Series Navigation<< Hasil Penelitian Manfaat ASI vs Susu Formula (2)Agar Bayi Tidak “Gumoh” Setelah Disusui >>

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

20 thoughts on “Cara Penyajian Susu Formula Yang Benar

  • 16 March 2011 at 09:14
    Permalink

    Dok boleh nggak membuat susu dengan memakai air kemasan galon langsung tanpa di rebus sebelumnya ?

    Reply
    • 17 March 2011 at 23:10
      Permalink

      Kalau susu formula sebaiknya menggunakan air yang direbus ya, karena belum tentu air galon pun terbebas dari kuman, ya kan?!

      Reply
  • 26 March 2011 at 18:44
    Permalink

    salam kenal pak dokter, saya pingin tanya beberapa waktu lalu ada desas-desus meresahkan mengenai virus sakaseki (kalo ngak salah begitu namanya) yang telah mencemari susu untuk bayi salah satunya bebelac. saya pingin tanya apa betul begitu pak, kami begitu cemas.
    ::> Postingan terakhir kopi toraja … Pesona Kopi Toraja Memikat Cyril CamusMy Profile

    Reply
    • 15 April 2011 at 08:12
      Permalink

      Maksudnya E. sakazakii ya? itu bukan virus tapi bakteri. Waktu itu rumornya memang begitu. Silahkan Anda simak lebih lanjut di artikel saya tentang bakteri tersebut di Mengapa Ada Enterobacter Sakazakii dalam Susu Formula?

      Reply
  • 15 September 2011 at 13:36
    Permalink

    salam kenal dok, begini ya dok ditempat saya, saya biasa menggunakan air isi ulang (galon) untuk keperluan masak memasak trmasuk minum yg ingin saya tanyakan apakah bisa air galon tsb sy masak/didihkan kembali dikompor (bukan menggunakan pemanas otomatis pd dispenser) untuk dcampurkan pd sufor anak saya yg kini berusia 2bulan, melihat kiriman sebelumx dok mengatakan sufor hrs menggunakan air yg direbus namun dikarenakan air didaerah saya kualitasx kurang baik maka sy menggunakan air kemasan isi ulang, mohon penjelasanx..terimakasih

    Reply
  • 21 December 2011 at 18:07
    Permalink

    salam kenal dok…z mw bertanya?adakah kemungkinan anak z skit perut hbis minum susu formula dpt skit perut??tp skrg sdh z masak air.y,,,tp biasa jg skit perut pdhl sdh dimasak….

    Reply
    • 22 December 2011 at 14:58
      Permalink

      Salam kenal kembali…
      Ya, kemungkinan itu bisa terjadi terutama pada anak yang mengalami intoleransi laktosa (suatu zat yang sering ada dalam susu formula). Dapat diatasi dengan memberikan susu formula yang bebas laktosa, selain juga tetap memperhatikan faktor kebersihan dan hygiene pada saat penyiapan.
      Semoga bermanfaat. Terima kasih.

      Reply
  • 18 March 2012 at 21:49
    Permalink

    Permisi dok..mau tanya2 nih.sy pny putri berusia 5 bln.krn asi sy tdk lancar mk sy mmberi susu formula.sy slalu mmakai air hangat tiap kali mmbuat susu,bkn air panas brsuhu 70·c.apakah itu boleh dok?lalu apakah dampak dari bakteri E.sakazakii?sgt brbahayakah?
    mohon dg sangat utk jawabannya.&smoga Allah mmbalas kbaikan anda.

    Reply
  • 17 June 2012 at 20:15
    Permalink

    permisi dok………. saya mau nanya, bayi saya berusia 6 bulan, saya baru memperkenalkan MPASI .tapi kok bayi saya susah sekali buka mulutnya kalau di suapin malah nangis.gimana dok cara mengatasinya? Apakah air kemasan (galon) yang didihkan di kompor bukan(bukan menggunakan pemanas otomatis pd dispenser) untuk di campurkan pada susu formula bayi saya yang berusia 6 bulan? saya tunggu jawabannya dok.

    Reply
    • 18 June 2012 at 00:13
      Permalink

      Namanya juga baru memperkenalkan mas. Si bayi pasti perlu sedikit adaptasi untuk mengenali makanan yang baru baginya. Jika biasanya dia mendapat ASI, sementara ini dianggapnya sesuatu yang baru, dia perlu mencicip dulu apa rasanya dan bentuknya. Jika sudah terbiasa, pasti si bayi akan lahap. Agar tidak mubazir, siapkan makanan baru tersebut sedikit saja, dan berikan sedikit demi sedikit dalam jeda waktu yang tidak terlalu lama. Mudah-mudahan lambat laun si bayi dapat segera mengenali makanan baru tersebut dan mulai lahap makannya.
      Semoga berhasil mas!

      Reply
  • 19 September 2013 at 08:53
    Permalink

    dok mau tanya ,,,anak saya sejak lahir minum ASI trus di bantu juga dengan susu formula,,apakah dengan minum susu formula tersebut,,,ASI nya tidak begitu memberikan mafaat yang baik pada bayi saya,,,?

    Reply
    • 20 September 2013 at 00:02
      Permalink

      ASI tetap memberikan manfaat, dan akan terus memberikan manfaat selama Anda terus memberikan ASI kepada anak ibu sampai umur 2 tahun. Susu formula hanya membantu menambah nutrisi yang mungkin diperlukan lebih banyak oleh si anak, walaupun sebenarnya dari ASI sudah mencukupi, apalagi jika si ibu sangat baik asupan nutrisinya. Hanya perlu diingat, kandungan utama ASI tidak akan bisa ditemukan dalam susu formula, seperti pemberian genetik keturunan langsung dari ibunya, serta kasih sayang.

      Reply
  • 19 September 2013 at 08:56
    Permalink

    dok,,,mau tanya,,apakah dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan tanpa menggunakan air panas yang suhunya kurang dari 70 derajat,,,tidak berbahaya pada bayi,,,?

    Reply
    • 20 September 2013 at 00:05
      Permalink

      Yth. Ibu Ria. Sebenarnya penggunaan air panas untuk susu formula juga kurang baik, karena bisa menghancurkan kandungan penting dalam susu formula. Sebaiknya campurkan susu formula ke dalam botol berisi campuran air panas dan dingin agar suhunya hangat-hangat kuku atau sesuai suhu tubuh (sekitar 37 derajat), sehingga bayi pun tidak kaget dengan suhu yang ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin).
      Terima kasih.

      Reply
  • 20 September 2013 at 07:41
    Permalink

    doook,,,mau tanya bayi saya usianya 4 bulan trus beberapa hari ini BAB nya tidak tiap hari,,kadang2 3 hari baru BAB tapi BABnya kuarang cair ghitu lho,,,apakah ada pengaruh terhadap susu formula yang berikan misalnya,,campuran susu formulanya terlalu kental…mohon penjelasannya dok,,,

    Reply
  • 20 September 2013 at 08:36
    Permalink

    dokk…..mau tanya ,,,,apakah dengan menggunakan air dingin maksudnya air dingin bukan dari dalam kulkas,,,air aqua botol kemasan yang di beli di toko, tanpa di rebus lagi langsung di campurkan ke susu formula bayi,,,trus apakah ini tidak berbahaya pada bayi,,,? mohon penjelasannya dok….TKX

    Reply
  • 26 September 2013 at 06:59
    Permalink

    permisi dok,,,mau tanya,,,,bayi saya menginjak 5 bulan trus dia susah BAB, kemudian saya mengurangi ukuran takaran pemberian susunya,,misalnya satu botol sebenarnya ukuran takaran susu yang di pakai sebanyak 4 sendok,,trus sya kurangi 2 sendok,,apakah dengan mengurangi ukuran takaran susu yg di berikan pada bayi kurang bermanfaat pada bayi,,,,

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...