Tausyiah Ramadhan : Janji Allah Bagi Orang Bertaqwa

Puasa Ramadhan mengingatkan kita kepada taqwa. Mengapa? Karena esensi berpuasa di bulan Ramadhan hakikatnya adalah untuk membentuk pribadi yang bertaqwa. Sesuai dengan perintah Allah di surah Al-Baqarah ayat 183 yang menyatakan bahwa kita diperintahkan untuk berpuasa agar menjadi insan yang bertaqwa.

Saya kira tidak perlu lagi kita membahas apa itu taqwa, dan siapa saja yang disebut sebagai orang yang bertaqwa. Disini saya hanya sekedar ingin mengulas kutipan pembahasan tausyiah Ramadhan di kantor saya kemarin tentang janji Allah bagi orang yang bertaqwa.

Kita tentu tahu dan mengerti bahwa Allah tidak pernah lalai dan tidak pernah ingkar janji. Apa pun yang Allah sudah sampaikan kepada Nabi-Nya, pastilah terlaksana dan akan terlaksana. Baik janji yang bersifat ancaman maupun janji yang bersifat pemberian atau reward atau hadiah.

Ada pokok pembahasan yang sangat menarik yang ingin saya bagi buat teman-teman. Mungkin diantara teman-teman juga sudah mengerti, namun ini sangat menarik karena ternyata taqwa sangat berhubungan erat dengan keberkahan. Berkah atau barkun (dalam bahasa Arab) bisa diibaratkan sebagai sumur. Sumur itu adalah salah satu sumber air yang airnya nyaris tidak pernah mengering kecuali menyurut, namun pada jam tertentu akan bertambah lagi, terus dan terus. Artinya, apapun bentuk amalannya, orang yang bertaqwa akan merasakan manfaat dalam kehidupannya secara terus menerus. Sama seperti orang yang sering bersyukur, maka Allah akan menambah rezekinya lagi dan lagi.

Setidaknya ada empat janji Allah bagi orang yang bertaqwa dalam surat Ath-Thalaq ayat 2-5, yaitu :

  1. Orang yang bertaqwa akan dibuatkan jalan keluar dalam segala permasalahan hidupnya.
  2. Orang yang bertaqwa akan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
  3. Orang yang bertaqwa akan diberikan segala kemudahan dalam segala urusannnya.
  4. Orang yang bertaqwa akan dihapuskan kesalahan-kesalahannya dan didahulukan pahalanya.

Ustadz pun mengatakan bahwa yang mengetahui dan merasakan ketaqwaan itu adalah dirinya sendiri dan Allah, karena taqwa bersifat individual. Orang lain tidak akan mengetahui bahwa dialah orang yang bertaqwa. Sesuai janji Allah, 4 hal di atas itu akan terlaksana di sepanjang kehidupan orang yang bertaqwa. Maka siapapun yang sudah bisa merasakan di dalam dirinya mendapat anugerah Allah keempat hal tersebut, insya Allah derajat ketaqwaan sudah ada dalam dirinya, dan itulah sebaik-baik manusia di sisi Allah SWT. Subhanallah

Nah, setiap kehidupan harus memiliki tujuan, karena itu yang akan menentukan arah kehidupan kita nanti. Sementara dalam bulan Ramadhan, tujuan yang paling utama adalah menjadi orang yang bertaqwa. Maka, sekaligus mengingatkan diri saya sendiri, marilah kita berlomba-lomba meraih predikat taqwa agar kita mendapat anugerah sesuai janji Allah tersebut. Amien.

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...