Eksperimen: Trafik Tanpa Komentar Terbaru dan Top Komentator

Terkadang saya ingin mengetahui sebenarnya pengunjung blog ini lebih tertarik sebagai pembaca ataukah pengunjung saja. Jika pembaca tentu waktu yang dibutuhkan untuk berkunjung ke blog ini akan lebih lama, karena biasanya dia akan membaca satu persatu artikel yang ada atau memilih artikel yang membuat menarik hati sampai memutuskan akan memberikan komentar atau tidak.

Tetapi jika sekedar pengunjung, mungkin dia hanya akan sekedar mampir, mengenali siapa pemilik blog, jika perlu berkenalan dengan membubuhkan satu komentar, lalu pergi meninggalkan blog ini dengan santainya. Tapi saya harapkan Anda termasuk pembaca setia blog ini. Karena selain membaca, pasti akan merasa punya beban untuk memberikan sedikit komentar atau tanggapan, atau juga kritik dan saran, atau bahkan berkonsultasi, karena di blog ini membuka rubrik Konsultasi dan Konsultasi Khusus.

Biasanya ada pengunjung atau pembaca yang rajin sekali memberikan komentarnya, sehingga dia akan mencapai sebuah peringkat sebagai pemberi komentar terbanyak atau top komentator. Dalam hal ini saya memberikan apresiasi terima kasih banyak atas partisipasinya, bahkan sempat saya mengumumkan Inilah 10 Top Komentator Tahun 2009. Dan dengan alasan ini pula, sebagai penghargaan saya menampilkan link teman-teman secara gratis di sidebar sebagai Top Komentator, serta bagi yang baru berkunjung dan berkomentar, segi komentar terbaru pun bisa menjadi penghargaan untuk Anda selain dipajang di halaman Backlink. Tentu saja saya sangat senang mengundang teman-teman untuk selalu aktif berkomentar di setiap postingan yang ada, bukan sekedar sebagai trafik, tetapi juga sebagai masukan dan wawasan buat saya mendapatkan ide berikutnya.

Nah, kali ini saya ingin melakukan sedikit eksperimen atau percobaan untuk menghilangkan segi Top Komentator dan Komentar terbaru pada sidebar. Bukannya ingin meniru atau pun terprovokasi dengan tulisan mas Yudi tentang Top Komentator dan Komentar Terbaru Tidak Perlu ditampilkan di Sidebar, tetapi seperti yang mas Yudi bilang tidak ada salahnya jika mencoba bereksperimen. Lagipula dengan dihilangkannya segi ini, membuat loading halaman blog menjadi sedikit lebih cepat disamping tampilan sedikit lebih fresh. Dan bagi teman-teman yang memiliki blog, tidak perlu khawatir tidak mendapat backlink, asal Anda mencantumkan alamat blog Anda setiap kali Anda memberikan komentar Anda, CommentLuv akan menangkap link dari posting terbaru blog Anda. Jadi, masih adil kan?!

Untuk eksperimen ini, saya ingin membandingkan trafik kunjungan teman-teman mulai tanggal 1 Mei 2010 hingga 30 Juni 2010 yaitu pada saat segi Top Komentator dan Komentar terbaru masih terpasang, dengan tanggal 17 Juli 2010 hingga 17 September 2010 setelah kedua segi tersebut dicopot. Mengapa saya ambil mulai tanggal 1 Mei hingga 30 Juni 2010? Karena pageview blog ini berdasarkan Google Analytics ada dalam kisaran 30 ribuan dan jumlah kunjungan di atas 20 ribuan, bagi saya ini merupakan angka yang cukup besar dengan tren yang meningkat. Lihat gambar di bawah.

Apakah tren peningkatan pageview tersebut akan mengalami penurunan yang cukup signifikan pada 2 bulan ke depan setelah dicopotnya segi Top Komentator dan Komentar Terbaru, ataukah masih stabil, atau malah mengalami peningkatan. Tentu jika mengalami peningkatan, ini membuktikan partisipasi teman-teman tidak membutuhkan pamrih untuk terpajang di blog ini.

Jadi, mari kita pantau eksperimen ini dengan seksama. Lebih rajinlah berkunjung dan berkomentar disini dan agar Anda tidak ketinggalan informasi terbaru, silahkan berlangganan dulu. OK, sampai jumpa di hasil eksperimen bulan September 2010.

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

13 thoughts on “Eksperimen: Trafik Tanpa Komentar Terbaru dan Top Komentator

  • 17 July 2010 at 22:10
    Permalink

    traffik memang penting bagi kemajuan blog kita, apalagi kita jika kita ingin mencari keuntungan dari blog kita. Untuk blog saya beberapa hari ini mendapatkan traffik 100 pengunjung setiap harinya, suatu peningkatan dari traffik sebelumnya.

    pada Senin, 19 Juli 2010 11:08:32

    Alhamdulillah…tetap semangat pak…!

    Reply
  • 18 July 2010 at 10:40
    Permalink

    Sama seperti komentar saya di blog Kang Yudiono. Saya rasa perbandingan ini akan kurang fair dan tak valid kalau pada kedua periode tersebut, yang dibandingkan Pak Dokter masih tetap menambah/ update postingan. Karena logika saya sederhana jumlah artikel sangat menentukan page view. Sebuah blog dengan jumlah artikel 100 tentu akan cenderung memiliki page view lebih rendah dari blog yang punya artikel 150. Begitupun pada kasus eksperimen ini. Kecuali kalau selama masa eksperimen tersebut sama sekali tak ada update posting maka baru fair.

    Maaf, ini juga hanya sekedar pendapat dari saya Pak Dokter. Anda boleh tak sependapat dengan saya.

    pada Senin, 19 Juli 2010 11:13:08

    Begitu ya pak? Logikanya memang masuk akal, betul juga jika saat eksperimen ditulis lagi artikel baru yang lebih mengundang pengunjung tentu bisa meningkatkan pageview lebih besar lagi. Baiklah, kalau begitu selama eksperimen ini saya coba belum akan menambah jumlah postingan. Sementara ini, artikel ini adalah artikel ke 301. Sampai ketemu di artikel ke 302, 2 bulan mendatang. Trims atas pencerahannya pak

    ::> Postingan terakhir Joko … Tabel Tarif Dasar Listrik TDL 2010My Profile

    Reply
  • 19 July 2010 at 21:23
    Permalink

    Update artikel lagi dua bulan mendatang? Wah, kasihan pengunjung blog ini, termasuk saya tak dapat info-info terbaru dari blog ini. Dua bulan itu lama, Dok.

    Hem, kalau misalnya begini., tetap update artikel tapi artikel baru yang dibuat selama masa eksperimen tidak ikut dihitung gimana? Maksud saya dikeluarkan dari data akumulasi statistik page view atau impressionnya? Saya rasa itu lebih fair dan tak perlu sampai mengorbankan blog ini.

    Just my opinion. Semua terserah Pak Dokter. He…. He……

    pada Selasa, 20 Juli 2010 00:13:04

    hahaha…gimana caranya pak? Saya juga bakal ga tahan kalo ga posting sebenarnya, tapi untuk menjaga orisinalitas terkadang memang perlu ada yang dikorbankan. Tapi gimana excluding statistik pageview artikel baru itu ya?…

    Reply
  • 20 February 2011 at 00:02
    Permalink

    mas,
    saya belum menewmukan widget di blog ini yg mencantumkan top komentator..
    cz saya berminat menjafi komentar setia
    blz di email ya mas
    ::> Postingan terakhir download film gratis … ExMy Profile

    Reply
    • 20 February 2011 at 20:58
      Permalink

      Dulu pernah saya tampilkan, tapi ternyata widget saya terlalu penuh, sehingga saya lepas. Tapi insya Allah tidak mengurangi niat saya menghormati siapapun yang memberikan komentar di blog ini. Terima kasih.

      Reply
  • 24 April 2011 at 19:12
    Permalink

    mana eksperimennya mas? meggunakan apa? saya salah satu yang di katakan mas di atas ” sebagia pengunjung yang cuman datang aja”, tapi karena saya tahu tulisan itu maka saya telah membaca, jadi saya orang yang termasuk..??
    ::> Postingan terakhir aat … Saya di usir Dari Kompasiana…!My Profile

    Reply
    • 27 April 2011 at 15:22
      Permalink

      Wah, terima kasih kunjungannya ya…mudah-mudahan Anda termasuk yang tanpa pamrih berkunjung ke blog ini…hehehe… Untuk hasil eksperimennya, silahkan meluncur ke Hasil Eksperimen ini ya… Makasih.

      Reply
    • 27 April 2011 at 15:21
      Permalink

      Silahkan meluncur ke Hasil Eksperimen ini ya… Makasih

      Reply
  • 28 April 2012 at 03:52
    Permalink

    kayaknya yang penting itu emank terus posting agar robotnya mbah google terus datang dan mengambil artikel terbaru kita. soalnya saya sendiri sering tidak mengupdate situs saya akhir-akhir ini dan hasilnya trafikk melorot drastis,,,,

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...