Kesalahan-kesalahan Dalam Mendidik Anak

Sungguh suatu hal yang ternyata cukup menyiksa bagi saya jika harus puasa membuat postingan di blog ini, setelah saya ingin mencoba melakukan eksperimen analisis trafik untuk blog ini (baca: Eksperimen- Trafik Tanpa Komentar Terbaru dan Top Komentator), kebetulan ide tersebut dikritisi oleh pak Joko. Oleh karena itu izinkanlah saya untuk kembali menuangkan beberapa postingan kembali untuk Anda, semoga hal ini tidak mengurangi niatan saya untuk tetap menguji dan menganalisa laju trafik di blog ini. Semoga saja 🙂

Kali ini saya ingin menuliskan tentang tips mendidik anak, berhubungan dengan berlalunya hari Anak Sedunia beberapa hari yang lalu. Memang artikel ini tidak 100% asli, dan saya pun masih dalam taraf belajar dalam hal mendidik anak, tapi saya pikir ini sangat bermanfaat untuk Anda yang sudah mempunyai anak dan bisa menjadi referensi menarik bagi Anda yang akan mempunyai anak. Kebetulan saya mendapatkan pokok tulisan ini dari pesan sebuah grup yang saya terima di facebook. Jadi, semoga bermanfaat untuk semuanya.

Bila Anda berpikir apakah Anda adalah orang tua yang teladan ? Maka jawaban Anda, pasti tentu saja saya orang tua teladan bagi anak saya. Mana ada sih “Harimau yang memakan anaknya sendiri”, atau mungkin mana mungkin sih kita mencelakakan anak kita sendiri. Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Kenyataannya banyak orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik putra-putrinya.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang mungkin Anda tidak sadari terjadi dalam mendidik anak Anda :

1. Kurang Pengawasan
Menurut Professor Robert Billingham, Human Development and Family Studies – Universitas Indiana, “Anak terlalu banyak bergaul dengan lingkungan semu di luar keluarga, dan itu adalah tragedi yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua”. Bagaimana menyiasatinya? Misalnya bila anak Anda berada di penitipan atau sekolah, usahakan mengunjunginya secara berkala dan tidak terencana. Bila pengawasan Anda jadi berkurang, solusinya carilah tempat penitipan lainnya. Jangan biarkan anak Anda berkelana sendirian. Anak Anda butuh perhatian.

2. Gagal Mendengarkan
Menurut psikolog Charles Fay, Ph.D. “Banyak orang tua terlalu lelah memberikan perhatian – cenderung mengabaikan apa yang anak mereka ungkapkan.” Contohnya Aisyah pulang dengan mata yang lembam, umumnya orang tua lantas langsung menanggapi hal tersebut secara berlebihan, menduga-duga si anak terkena bola, atau berkelahi dengan temannya. Faktanya, orang tua tidak tahu apa yang terjadi hingga anak sendirilah yang menceritakannya, dan orang tua dengan aktif mendengarkan dengan seksama.

3. Jarang Bertemu Muka
Terkadang kesibukan membuat waktu Anda untuk bertemu dan berkomunikasi dengan anak menjadi berkurang. Sehingga terkadang ketidakmengertian Anda sebagai orang tua selalu mengendalikan dan memvonis kesalahan-kesalahan yang diperbuat anak Anda, sementara anak Anda sebenarnya belum mengerti apa yang dilakukannya, sehingga yang terjadi adalah kekurangharmonisan hubungan Anda dengan anak Anda. Menurut Billingham, orang tua seharusnya membiarkan anak melakukan kesalahan, biarkan anak belajar dari kesalahan agar tidak terulang kesalahan yang sama. Lalu bantulah anak untuk mengatasi masalahnya sendiri, tetapi jangan mengambil keuntungan demi kepentingan Anda.

4. Bertengkar Dihadapan Anak

Menurut psikiater Sara B. Miller, Ph.D., perilaku yang paling berpengaruh merusak adalah “bertengkar” di hadapan anak. Saat orang tua bertengkar didepan anak mereka, khususnya anak lelaki, maka hasilnya adalah seorang calon pria dewasa yang tidak sensitif yang tidak dapat berhubungan dengan wanita secara sehat. Orang tua seharusnya menghangatkan diskusi diantara mereka, tanpa anak-anak disekitar mereka. Wajar saja bila orang tua berbeda pendapat tetapi usahakan tanpa amarah. Jangan ciptakan perasaan tidak aman dan ketakutan pada anak. Kalaupun terpaksa, usahakan “pertengkaran” itu tidak di depan anak-anak, bawalah pertengkaran itu di kamar yang tertutup dan jaga agar suara pertengkaran tidak terdengar oleh anak-anak.

5. Tidak Konsisten
Kita sebagai orang tua tentu akan membuat sejumlah komitmen dan aturan-aturan. Di satu sisi kita pun merasa sayang pada anak kita, namun jangan sampai rasa sayang kita membuat kita meluluhkan setiap komitmen kita, karena sebenarnya komitmen itu pun diterapkan sebagai wujud sayang pada anak kita. Anak pasti merasa bahwa orang tua mereka berperan. Jangan biarkan mereka memohon dan merengek menjadi senjata yang ampuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orang tua harus tegas dan berwibawa dihadapan anak, tegas dan wibawa karena kita sayang padanya.

6. Mengabaikan Kata Hati
Menurut Lisa Balch, ibu dua orang anak, “lakukan saja sesuai dengan kata hatimu dan biarkan mengalir tanpa mengabaikan juga suara-suara disekitarnya yang melemahkan. Saya banyak belajar bahwa orang tua seharusnya mempunyai kepekaan yang tajam tentang sesuatu”.

7. Terlalu Banyak Nonton TV
Menurut Neilsen Media Research, anak-anak Amerika yang berusia 2-11 tahun menonton 3 jam dan 22 menit siaran TV sehari. Menonton televisi akan membuat anak malas belajar. Orang tua cenderung membiarkan anak berlama-lama didepan TV dibanding mengganggu aktifitas orang tua. Orang tua sangat tidak mungkin dapat memfilter masuknya iklan negatif yang tidak mendidik. Terutama jika waktunya shalat tiba atau waktunya mengaji, orang tua perlu bersikap tegas tentang hal ini.

8. Segalanya Diukur Dengan Materi
Menurut Louis Hodgson, ibu 4 anak dan nenek 6 cucu, “anak sekarang mempunyai banyak benda untuk dikoleksi”. Tidaklah salah memanjakan anak dengan mainan dan liburan yang mewah. Tetapi yang seharusnya disadari adalah anak Anda membutuhkan quality time bersama orang tua mereka. Mereka cenderung ingin didengarkan dibandingkan diberi sesuatu dan diam.

9. Bersikap Berat Sebelah
Beberapa orang tua kadang lebih mendukung anak dan bersikap memihak anak sambil menjelekkan pasangannya didepan anak. Mereka akan hilang persepsi dan cenderung terpola untuk bersikap berat sebelah. Luangkan waktu bersama anak minimal 10 menit disela kesibukan Anda. Dan pastikan anak tahu saat bersama orang tua adalah waktu yang tidak dapat diinterupsi.

Nah, demikian beberapa pesan kesalahan dalam mendidik anak, semoga bisa menjadi cermin untuk kita dalam mendidik anak kita lebih baik di kemudian hari. Oya, jika ada lagi yang mempunyai tips lain, silahkan untuk menambahkan, tentu hal ini bisa menjadi perluasan wawasan dan cakrawala buat kita semua.

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...