Belajar Kehidupan dari Tebing Bebatuan

tebing bebatuanBuat Anda yang senang bertualang, apalagi sering mendaki gunung yang terjal disertai tebing bebatuan, tentu kondisi alam yang menakjubkan tersebut tidaklah asing. Sadarkah Anda bahwa sebenarnya banyak sekali ilmu dan pelajaran berharga yang bisa kita petik dari perjalanan pendakian tersebut, tentu saja selain menikmati keindahan panorama alam yang luar biasa.

Kali ini, saya ingin mengutip sebuah kisah yang mungkin Anda pernah baca dari kisah-kisah motivasi hidup. Namun saya hanya ingin mengajak untuk kembali mengingatkan dan merenungkan apa dan bagaimana langkah perjalanan kehidupan kita selama ini. Berikut kisahnya.

Seorang ayah mengajak anaknya naik ke pegunungan batu yang berat sekali medannya. Setelah sampai di satu dataran tinggi, sang anak begitu takjub melihat pemandangan megah mengelilingi mereka. Sebuah tebing bebatuan yang tersusun tegak mengelilingi mereka.

“Pemandangan ini indah sekali ayah,” kata sang anak.
“Benar, yang kita lihat begitu indah, tapi yang akan kita dengar akan begitu berharga,” sang ayah menyahut.
“Maksud ayah?” tanya anak tak mengerti
“Silahkan teriak apa saja, nanti kamu mengerti maksud ayah,” jawab ayahnya.

Akhirnya sang anak berteriak, “Woooooi!!”
Lalu terdengar jawaban “Woooi!!”
“Kamu siapaaa?” Lalu di jawab “Kamu siapaaa?”
Sang anak mulai ketagihan.
“Aku orang hebat!” Lalu ada sahutan lagi, “Aku orang hebat!”
“Aku jagoan!” Disahuti lagi, “Aku jagoan!”

Lalu ayahnya berkata, “Coba teriakkan; Aku orang payah”
Sang anak menurut saja, ia berteriak, “Aku orang payah!” Lalu teriakannya dijawab, “Aku orang payah!”

Sang ayah berkata, “Anakku, tahukan itu suara apa?”
“Itu suara gema ayah, ” jawabnya yakin.
Kali ini ayahnya mulai bicara serius, ia minta anaknya duduk dan memperhatikan setiap ucapannya.

“Dengarkan baik-baik, orang lain mungkin menyebutnya gema, tapi sebenarnya itu adalah pelajaran kehidupan paling berharga. Apa yang kamu pikirkan akan memantul pada dirimu. Jika kamu mengatakan kamu adalah juara, maka suara itu akan masuk ke dalam dirimu, jika kamu mengatakan kamu pecundang, maka itu akan menjadi memantul dan merasuki dirimu. Jika kau katakan kamu orang biasa saja, maka kamu akan menjadi orang biasa. Jika kamu mengatakan kamu luar biasa, maka kamu jadi luar biasa. Jika kamu bilang kamu bisa! maka kamu bisa!.
Dirimu hanyalah refleksi dari apa yang kamu yakini.”

Sang anak sadar, walaupun begitu jauh dan melelahkannya perjalanan ini, semuanya layak untuk sebuah pembelajaran yang sangat berharga.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah ini

Terkadang kita begitu terlena dengan alur perjalanan kehidupan kita. Terkadang kita pun tidak menyadari bahwa siklus kehidupan kita nyaris tidak lepas dari hanya rutinitas belaka. Mungkin rutinitas harian Anda meliputi; bangun pagi lalu mandi, shalat (bagi yang muslim), lalu bersiap berangkat ke tempat kerja, bermacet-macetan, tenggelam dengan rutinitas pekerjaan, pulang kerja dengan tubuh lelah, mandi, makan malam, lalu beranjak tidur, besok bangun pagi lagi, dan begitu seterusnya. Sadarkah Anda?

Tapi tahukah Anda bahwa rutinitas itu pun sebenarnya berawal dari suara gema yang memantul pada saat Anda mengatakan tekad pada diri Anda sendiri untuk melakukan rutinitas tersebut, saya tidak tahu apa yang Anda dengungkan, tapi diyakini atau tidak, sadar atau tidak, suara tekad itu menjelma dalam bio-energi yang akan menjalankan tubuh Anda untuk melakukan rutinitas tersebut.

Mungkin ada yang salah dalam suara tekad ke dalam diri Anda, mungkin keliru Anda mengucapkannya ke dalam hati Anda. Bisa jadi kata-kata positif, namun bisa jadi terlalu menyempitkan pikiran Anda, sehingga Anda tidak leluasa menjalani kehidupan ini, nyaris tidak ada kreativitas atau perbedaan dalam setiap gerak kehidupan, alias terlalu monoton. Kondisi inilah yang semestinya dirubah oleh Anda sendiri.

Oleh karena itu, mari kita renungkan kembali, Apa suara yang selalu Anda teriakkan untuk diri sendiri?

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

3 thoughts on “Belajar Kehidupan dari Tebing Bebatuan

  • 8 March 2010 at 12:53
    Permalink

    Berarti setiap apa yang kita lakukan bisa saja mencerminkan sifat kita. mungkin bergitu maksud yang saya tangkap dok.

    pada Senin, 8 Maret 2010 22:14:23

    Betul sekali mas, bukan hanya kelakuan, tetapi pikiran kita pun mencerminkan sifat kita juga lho

    Reply
  • 11 March 2010 at 17:56
    Permalink

    wah hebat cerita ini dok……benar2 menggugah………ahhh terenyuh…salut!!!

    kata2 yang saya sering ucapkan pada diri saya…
    SAYA HEBAT!!!!!(untuk itu saya akan berusaha sekuat tenaga saya untuk menjadi hebat!!!)seperti senior saya ini…amin…..
    .-= ::> Read Gina┬┤s last blog … SINOPSIS DEAR JOHN: MEMBINGKAI CINTA MENJELANG VALENTINE =-.

    pada Sabtu, 13 Maret 2010 23:23:11

    Amien…makasih udah mampir dok…

    Reply
  • 13 March 2010 at 10:17
    Permalink

    bagus neh dok,,
    terima kasih atas infonya

    pada Sabtu, 13 Maret 2010 23:27:58

    sama-sama mas…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...