Hati-hati dengan “Status” Anda

Tanggal 1 Januari 2010, wow…ternyata waktu begitu cepat berlalu ya? Tak terasa sudah mencapai angka 2010, mungkin jika diberi umur panjang, tiba-tiba tanpa terasa kita sudah sampai di tahun 2020. Suatu perjalanan yang singkat rupanya. Benar jika ada slogan, “LIFE IS TOO SHORT”, seperti dalam video berikut:

Kalo saja ada yang lahir pada hari ini, tepat tanggal 1 Januari 2010, mungkin dia akan mendapatkan tanggal lahir dengan angka unik (yaitu, 01-01-10), enam digit angka biner. He he…

Udah ah, jadi ngelantur. Sebenarnya bukan tanggal 1 Januari-nya yang ingin saya bahas. Saya pengen bahas tentang judul posting kali ini, emang kenapa dengan “status”? Status apa yang dimaksud? Adakah yang tersinggung dengan pembahasan “status”? Apakah seputar udah married atau masih jomblo? Mmm…mari kita bahas lebih lanjut.

Baru beberapa hari ini saya mendapat sebuah ajakan dari Bang Ahlul melalui blognya, mengenai inspirasi penulisan status di setiap situs jejaring sosial, semacam Facebook, Twitter, atau pun Yahoo Messenger. Dalam hal ini, saya dukung sekali (Trims ya Bang atas idenya).

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap harinya orang pasti mengakses situs jejaring sosial. Di Indonesia saja, hampir di setiap sudut tempat nyaris selalu ada orang yang terlihat senyum-senyum sendiri sambil memegang telepon genggamnya, kemudian mengetikkan beberapa huruf. Saat diintip ternyata sedang fesbukan. Dengan kemudahan teknologi Web 2.0 yang selalu terkoneksi dimanapun dan kapanpun, orang sudah tidak perlu lagi menghadap ke komputer untuk melakukan kegiatan yang paling sering dilakukan saat membuka situs jejaring sosial, yaitu UPDATE STATUS. Cukup buka handphone, akses GPRS atau 3G atau HSDPA atau WLAN di hotspot yang disediakan (jika handphone-nya support), semuanya sudah beres. Tinggal tunggu apakah ada komentar atau tidak.

Update status memang bisa berisikan apa saja, mulai dari yang sifatnya cuma pemberitahuan, sampai bahkan status yang sifatnya hinaan pun juga ada, dan berbagai macam jenis lainnya. Tidak ada yang melarang atau bahkan sistem layanan tersebut yang akan menyortir, kecuali bila ada orang yang iseng melaporkan kepada manajemen. Tapi lebih sering orang cuek-cuek saja dengan keberadaan status itu, alih-alih dilaporkan, malah menjadi ajang berbalas komentar yang bisa berujung saling ejek. Apapun itu, imbasnya tetap kepada eksistensi situs tersebut di dunia maya. Produsennya malah senang dengan aktivitas berbalas komentar yang “ramai”.

Masalahnya disini adalah, bahwa apapun status yang kita tulis bisa mencerminkan apa yang menjadi pikiran kita, suasana hati kita, kondisi kita saat itu. Nada negatif berupa keluhan, hinaan, cercaan, makian, dan sebagainya, sangat mencerminkan kepribadian kita yang sesungguhnya. Karena terkadang hati dan pikiran paling dalam itu akan meluap seiring dengan ditumpahkannya emosi kita, entah lewat tulisan, perkataan, atau pun sikap. Saat itulah orang lain yang membaca status kita akan menilai bagaimana aura kepribadian kita. Walaupun tidak saling lihat, tapi ucapan dan tulisan adalah cermin dari pemikiran kita. Padahal kan, tidak ada untungnya kita berpikir negatif. Jadi, hati-hatilah dengan “Status” Anda.

Begitu pun dengan status yang bernada positif, berupa kata-kata bijak, rasa gembira, persahabatan, nasehat, informasi positif dan sebagainya. Bisa merupakan cerminan hati dan pikiran kita. Lebih baik status kita diisi dengan kata-kata yang bermanfaat buat motivasi diri kita, dan juga orang lain. Selain membuat kepribadian diri kita menjadi lebih baik, profil kita juga bersih dari kata-kata bernuansa melemahkan diri kita sendiri.

Dalam posting kali ini, bukan berarti melarang Anda mengeluh, menghina atau apapun yang bernada negatif, bahkan sama sekali tidak ada niatan buat menghapus siapapun yang statusnya selalu bernada negatif. Tapi saya hanya mengajak, mari kita berhati-hati dalam menuliskan status, dalam meng-update status di jaringan sosial. Mengeluh dan menghina bahkan memaki boleh-boleh saja, tetapi kata-katanya diperhatikan. Coba perhatikan dua kalimat berikut:

“Gila, panas banget hari ini. Mana hari ini banyak kerjaan lagi… jadi bete deh”

“Gila, hari ini panas banget ya, semoga kerjaan hari ini bisa cepet kelar, biar bisa cepet istirahat”

Silahkan dibandingkan, mana yang lebih enak dibaca dan didengar? Situasinya sama, kondisinya juga sama, tapi kalimat yang kedua dilihat dari perspektif pikir yang berbeda dalam menanggapi kondisi hari itu.

OK, ga perlu berpanjang lebar. Disini saya cuma mengajak saja, tanpa ada maksud apa-apa. Tapi jika Anda tertarik untuk ikut berpartisipasi dan ikut mendukung ajakan ini, Anda bisa :

Bergabung di: http://www.facebook.com/pages/Ajakan-Jangan-Asal-Bikin-Status/227312747067
Atau nge-tweet di: https://twitter.com/janganasal

jangan asal Hati hati dengan Status AndaAtau bagi anda yang punya blog bisa menaruh gambar berikut di sisi blog Anda:

Untuk kodenya bisa anda copy dan paste yang berikut ini:

<a href="http://ahlul.web.id/2009/12/29/ajakan-jangan-asal-bikin-status.html"><img src="http://ahlul.web.id/wp-content/uploads/2009/12/jangan-asal.gif" alt="Jangan Asal Bikin Status"></a>

Mari inspirasikan lingkungan positif Anda lewat status

Selamat Meng-UPDATE STATUS

 Hati hati dengan Status Anda

3 Responses

  1. Oprek Motor says:

    Selamat tahun baru Dok :D
    .-= Oprek MotorĀ“s last blog … Byson Pemuas yang Berjiwa Dinamis =-.

    pada Sabtu, 02 Jan 2010 21:59:30

    Selamat tahun baru juga… Trims udah mampir ya :)

  2. Deddy Andaka says:

    Ternyata ada janganasal di twitter ya? join ah… hehe…

    pada Kamis, 11 Feb 2010 09:49:17

    Hehe..iya dok, jangan lupa kasih backlink juga ke saya ya dok… :)

  3. iis afandi says:

    Saya sependapat dengan tulisan Pak Nasir. Ucapan kita (yang bisa kita tuangkan dalam bentuk tulisan), bisa mencerminkan kepribadian kita. Dalam agama pun, diajarkan agar kita bisa menjaga lisan (termasuk tulisan tentunya) karena bisa menyelamatkan ataupun mencelakakan kita… Tapi gimana lagi ya, sekarang eranya orang “berteriak-teriak” HAM. HAM yang dikedepankan, tapi lupa dengan etika dan tanggung jawab moral dan sosial…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Back to Top
Berlangganan Gratis
Fanpage Konsul Gratis
Follow Twitter
Follow Twitter
Down
ANDA MUNGKIN PERLU BACA INI !!!close