Kunci dalam Networking

Saat Anda mengatakan pada para pengusaha bahwa hubungan adalah kunci untuk mengembangkan jaringan personal dan profesional, mereka hanya tersenyum dan tahu bahwa konsep ini tidak sepenuhnya dihargai. Mari kita lihat hal ini dalam sebuah perspektif.

Bayangkan Anda sedang berdiri didalam ruangan besar yang dipenuhi orang, dan saya meminta setiap orang untuk mengeluarkan kuncinya. Gambarkan setiap orang memegang kunci rumah, kantor dan mobil ketika saya minta mereka menunjukkannya dalam ruangan.

Sekarang, pertanyaan saya: Apakah Anda akan menyerahkan kunci mobil ke orang yang belum Anda kenal? Bagaimana kalau kunci rumah atau kantor? Tentu saja tidak!

Sekarang, alih-alih kunci mobil atau rumah, bayangkan Anda memiliki kunci yang membuka pintu hubungan yang penting dengan kolega, dimana ada orang lain yang juga ingin terhubung. Katakan Anda memegang kunci ini, tapi tidak mengenal orang yang memintanya. Apakah Anda akan memberikannya pada mereka? Tentu tidak! Mengapa? Karena ketika Anda memberikan sebuah referal, Anda memberikan sepotong reputasi Anda. Jika ini adalah referal yang baik, maka akan membantu reputasi Anda; jika referal buruk, akan menyakitkan Anda. Secara intuisi, Anda hanya akan menyerahkan kunci pada seseorang yang Anda kenal dan percayai.

Hal yang saya sukai dari metafor ini adalah bagaimana melakukannya dalam dua level. Pertama, Anda tidak akan menyerahkan kunci sampai Anda mengenal baik orang tersebut. Namun, yang lebih penting, bahkan orang lain tidak tahu kunci apa yang Anda miliki sampai Anda cukup percaya pada mereka untuk memberitahukannya.

Ini tidak saja terjadi pada Anda; tidak seorangpun berkenan memberikan kunci hubungan yang penting sampai mereka mengenal dan mempercayai orang yang memintanya. Sayangnya, dalam networking, beberapa orang mengharapkan orang asing untuk segera menyerahkan kuncinya.

Lihatlah rekan referal Anda. Bukankan Anda akan terkejut jika mereka memiliki kunci referal yang mereka simpan rapi dalam sakunya sampai mereka percaya dengan Anda? Tidak seharusnya demikian. Jadi, bagaimana kita memulai proses bertukar kunci ini ?

Semua itu bermuara dari membangun kredibilitas dengan rekan referal Anda. Saya sering melihat banyak orang yang menganggap networking adalah bertemu orang dan menanyakan bisnis disana รขโ‚ฌโ€œ sini. Cuma itu. Mereka bertemu seseorang dan fokus mengatakan pada mereka apa yang mereka butuhkan dan jenis usaha apa yang mereka inginkan. Seperti mengatakan, “Halo, nama saya Ivan. Mari kita berbisnis.”

Networking yang efektif adalah membangun hubungan dengan orang lain yang dapat merujuk, saat pertama kali datang untuk mempercayai Anda, memiliki keyakinan dan setia kepada Anda. Ini benar-benar merupakan kunci keberhasilan jaringan. Dan proses ini membutuhkan waktu. Ini bukan semacam skema cepat kaya.

Jika ada sebuah konsep networking yang harus saya jelaskan adalah kebanyakan pengusaha tidak memahaminya, ini adalah membangun hubungan dari waktu ke waktu. Mereka mendengarkan, tahu akan pentingnya hal ini, kemudian menanyakan cara terbaik untuk menutup deal saat bertemu dengan orang pertama kalinya.

Jawaban pendeknya adalah, Anda tidak sepatutnya melakukan hal tersebut. Ok lah setiap orang mungkin memiliki cerita saat pertama kali bertemu seseorang dan berakhir dengan berbisnis, tapi bukan seperti itu normanya. Norma dalam keberhasilan networking adalah membangun hubungan untuk menghasilkan referal jangka panjang.

Saya kira Anda akan takjub dengan kekuatan konsep ini jika diterapkan dalam tindakan. Pikirkan cara ini: Saat Anda di tempat dimana Anda bisa, tanpa ragu, menyerahkan serangkaian kunci pada seseorang, Anda berada di tempat terbaik yang memungkinkan untuk meminta kunci hubungan dengan mereka.

***

Oleh Dr. Ivan Misner
Sumber: www.entrepreneur.com

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

One thought on “Kunci dalam Networking

  • 21 October 2009 at 16:27
    Permalink

    Kita sering takut menyerahkan kunci kita pada orang lain. Padahal orang lain pun takut menyerahkan kunci ke kita. Mungkin di posisi seperti itu memang lebih nyaman kalau ada mediatornya ya.

    Kalau tidak, sekali2 kita boleh melatih insting kita terhadap orang lain ๐Ÿ™‚

    pada Jum’at, 23 Okt 2009 14:32:03

    Betul itu dok, terutama dalam hal bisnis yang melibatkan networking atau jaringan, peran mediator atau mentor bisa membantu kita pada awalnya, setelah itu kita bisa belajar dan membiasakan diri. Sebetulnya watak dan karakter seseorang bisa kita pelajari secara detil melalui buku Personality Plus yang banyak ditemukan di Gramedia atau toko-toko buku.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...