Saat Alarm Tubuh Berbunyi (bagian kelima)

Posting bagian 4 dari 5 bagian dalam seri Mengenal Alarm Tubuh

Bagian V (Kesemutan atau Parestesi)

Pada pembahasan kelima dari serial Alarm Tubuh ini kita akan membahas mengenai kesemutan atau parestesi. Sebuah keluhan yang sangat umum dialami sehingga dianggap sebagai sesuatu hal yang normal. Padahal meski tidak menyebabkan sesuatu yang fatal, kesemutan bisa menjadi pertanda adanya gangguan pada fungsi saraf atau aliran darah.

Untuk mengatasi kesemutan memang tidak sulit. Anda bisa memijat atau melepaskan bendungan yang menjadi penghambat aliran darah. Bisa juga dengan menggerak-gerakkan bagian yang kesemutan secara perlahan atau mengonsumsi vitamin B1, B6, dan B12 untuk mengembalikan fungsi saraf sehingga kesemutan hilang.

Namun, ada gejala-gejala yang perlu Anda cermati yaitu bila kesemutan tak hilang setelah bagian tubuh digerakkan. Semula kesemutan hanya dialami sebagian kecil organ tubuh, tapi kemudian merambat ke bagian yang lebih luas. Awalnya kesemutan hanya terjadi sekali-sekali, tapi menjadi sering. Atau bisa kesemutan menjadi rasa kebal, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Kesemutan jenis ini merupakan gejala penyakit serius. Beberapa gangguan kesehatan serius yang ditandai gejala kesemutan diantaranya:

  1. Diabetes Mellitus (kencing manis), dengan gejala telapak kaki terasa tebal, kadang panas, kesemutan di ujung jari terus menerus disertai rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk, terutama pada malam hari. Hal ini lebih karena disebabkan terjadinya proses neuropati (kematian saraf) pada saraf-saraf tepi anggota-anggota tubuh (telapak kaki).
  2. Carpal Tunnel Syndrome (CTS), dengan gejala ujung jari tangan kanan kesemutan, kemudian berlanjut menjadi rasa tebal atau kebas saat digunakan beraktivitas. CTS bisa menjadi gangguan lebih serius dan menjadi indikasi operatif bila dibiarkan cukup lama, misalnya 1-2 tahun.
  3. Rematik, juga bisa menimbulkan kesmutan dan rasa tebal. Ini disebabkan saraf sendi terjepit. Kesemutan karena rematik akan hilang bila rematiknya sembuh.
  4. Infeksi Tulang Belakang, dengan gejala kesemutan yang didahului dengan flu berat. Kesemutan yang dirasakan akan menghebat, naik dari ujung jari kaki sampai ke pusar (perut tengah). Penyebabnya virus cytomegalovirus (CMV).

Nah, jika Anda sering mengalami kesemutan dengan gejala seperti diatas, kemungkinan kesemutan itu bukan kesemutan biasa, oleh karena itu diperlukan langkah-langkah antisipatif sebelum akhirnya gejala tersebut menjadi meluas dan penyakitnya menjadi lebih parah. Lalu jika Anda sudah paham dan terbebas dari kesemutan, mari kita lanjutkan lagi pembahasan selanjutnya di bagian keenam mengenai telinga berdenging.

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

Series Navigation<< Saat Alarm Tubuh Berbunyi (bagian ketiga)Saat Alarm Tubuh Berbunyi (bagian keenam-habis) >>

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

One thought on “Saat Alarm Tubuh Berbunyi (bagian kelima)

  • 19 July 2009 at 07:11
    Permalink

    Kesemutan juga bisa menjadi tanda awal suatu stroke. Yang membedakan dengan yang lain, kesemutan akan dirasakan pada separuh tubuh.

    Btw, saya baru ngikutin artikel alarm tubuh ini dok. Bagus banget nih…

    pada Minggu, 19 Jul 2009 22:58:46

    Trims banget buat tambahan dan apresiasinya dok. Kesemutan sebagai tanda stroke secara global bisa dirasakan di separuh tubuh, bisa juga hanya beberapa titik di sekitar wajah (transient ischemia attack). Tapi bisa juga dirasakan di seluruh tubuh, jika kita kekurangan mineral penting seperti Kalium dan Kalsium (saya pernah menemukan pasien dengan hipokalemia, gejalanya seperti demikian).
    Sekali lagi trims ya dok.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...