Cek Code Website dengan W3C Validator

Beberapa hari belakangan ini rasanya malas sekali untuk posting di blog tercinta ini. Sejumlah kegiatan sehari-hari Valid CSSsebenarnya tidak begitu mempengaruhi waktu luang yang seharusnya bisa saya sempatkan untuk posting, tapi waktu luang itu saya coba Valid XHTML 1.0 Transitionalsempatkan untuk otak-atik blog ini agar lebih SEO Friendly (cie…bahasanya), maksudnya biar kode-kode bahasa di balik blog ini bisa lebih enak dibaca sama mesin pencari semacam Google, Yahoo atau yang lainnya.

Hal ini menjadi berpengaruh pada perubahan lay-out, tata letak widget/sidebar, content, termasuk image dan kode-kode bahasa pengiklanan yang kebanyakan menggunakan script berbasis Java. Karena wordpress adalah termasuk blog berbasis XHTML dan menggunakan bahasa PHP yang dilengkapi dengan CSS untuk pengaturan lay-outnya, maka diperlukan sebuah mesin validasi yang bisa mengecek apakah kode-kode yang digunakan dalam blog kita memenuhi standar XHTML dan CSS yang valid atau tidak. Kan ada tuh website atau blog yang pake tulisan di footer-nya dengan Valid XHTML atau Valid CSS, seperti yang ada dalam daftarnya di Blognya dr. Dani Iswara ini yang juga sudah valid semua kodnya. Namun ternyata banyak juga yang tidak terlalu memperhatikan tentang validitas kode di blognya.

Tidak apa-apa lah, karena saya juga termasuk newbie yang ingin belajar supaya blognya lebih populer dan dibaca banyak orang yang ingin ngambil manfaatnya, tapi juga tidak terlalu error script-nya. Duh, jadi melankolis begini. Sekarang pertanyaannya adalah, software atau mesin validasi yang bagaimana yang bisa digunakan untuk ngecek kode website kita?

Disini saya hanya ingin sharing bahwa ada banyak website spesialis yang bisa dimanfaatkan untuk mengecek keabsahan kode di website kita, diantaranya :

  1. W3C Markup Validator; untuk mengecek validitas kode XHTML kita. Caranya cukup masukkan nama URL atau alamat website/blog kita, lalu klik Check atau tekan Enter. Kalo ingin lebih detil sehingga kita bisa tahu letak error-nya, beberapa opsi bisa dicentang seperti Show Source, Show Outline dan Validate Error Pages. Kalo sudah ditemukan letak errornya, silahkan dicari di filenya melalui file manager, perbaiki, save, lalu balik lagi ke halaman W3C dan Revalidate.
  2. W3C CSS Validator; untuk mengecek validitas kode CSS kita. Caranya sama dengan di atas, karena masih satu produsen. Jika kita tidak paham CSS kita versi berapa, pada More Option Profile-nya kita ubah menjadi No Special Profile, lainnya biarkan apa adanya. Lalu klik Check atau enter. Setelah kita ketahui profile CSS kita dan errornya, silahkan perbaiki dulu lalu kembali ke halaman W3C dan Revalidate. Simpel kan?! 😕
  3. Selain W3C, ada juga mesin validator lain yang bisa dicoba yaitu Validome Validator. Masukkan URL atau alamat website atau blog yang mau dicek lalu biarkan setting lain dalam posisi auto, klik Validate dan lihat hasilnya. Jika berwarna merah berarti ada kode yang harus diperbaiki. Disini kita akan diberitahu letak kesalahan dan kekurangan script yang harus diperbaiki atau dilengkapi, jadi akan sangat mudah untuk membuat website kita lebih valid.

Alhamdulillah blog ini saat saya posting ini sudah dinyatakan valid oleh ketiganya untuk alamat URL utamanya, namun sangat sulit membuat valid setiap halaman dan single page-nya, karena bisa-bisa menghancurkan script utama wordpress itu sendiri. Itu aja saya berusaha semaksimal mungkin dengan mengganti beberapa plugin yang tidak valid scriptnya dan sulit untuk diperbaiki. Barangkali ada ide atau saran yang bisa dipergunakan untuk mengecek validitas tiap script di single page, sampe script comment aja banyak ga valid. Please mohon bantuannya…

BTW, udah pada dicek belum validitas blognya ?

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

8 thoughts on “Cek Code Website dengan W3C Validator

  • 1 June 2009 at 12:14
    Permalink

    entah kenapa, belakangan saya kebetulan aja mampir di suatu blog..eh pas ada nama saya..bener, dok. padahal ngga liat ada/tdk ping di dasbor, jarang masuk /wp-admin, biasanya langsung /wp-admin/edit-comment.

    mengenai validitas kode xhtml dan css. memang bukan harga mati. buat google juga demikian.

    hanya saja, validitas itu sedikit banyak membantu saat evaluasi web. misalnya saat tampilan tulisan tercetak tebal/miring semua (sehingga google menganggap semua kata adalah teks spesia/kata kunci??? ini mungkin sedikit kaitan tidak langsung antara validitas kode dan google/SEO). dengan bantuan validator xhtml, bisa dengan mudah ditemukan pada baris mana ada tag yang lupa ditutup. 🙂

    jadi sekadar best practices defacto saja.

    pada Senin, 01 Jun 2009 13:12:42

    Wah, langsung ditanggepin nih sama bosnya… 🙂
    Saya setuju dengan pernyataan dokter, setidaknya ada perasaan lega jika semua script kita valid, belajar script pun jadi berasa lulusnya, he he he…
    Trims ya dok udah mampir.

    Reply
  • 1 June 2009 at 13:18
    Permalink

    jaman saya belajar HTML dulu, saya gk kenal blas yg namanya validator beginian dok, jadinya ya waktu ngecek banyak errornya haha. ada yg error ada yang warning. contohnya seperti pindah baris kodenya <br> , kl nulisnya gitu salah. yang bener gini <br /> . dulu mana saya tahu haha. cuman browser masih berbaik hati membenarkan semua 🙂

    pada Senin, 01 Jun 2009 14:38:03

    Iya sih mas, emang teknologi sekarang tambah maju, sampe urusan script aja dibahas detil. Jadi ya, sangat direkomendasikan buat mas Sandi untuk mencoba validatornya, biar mas Sandi yang udah mahir tambah expert, ya ga? ha ha ha… 😀

    Reply
  • 11 June 2009 at 22:00
    Permalink

    Terima kasih infonya dok..

    pada Jum’at, 12 Jun 2009 11:33:05

    sama-sama mas 🙂

    Reply
  • 12 October 2009 at 20:32
    Permalink

    Cara betulkannya gimana tuh dok.. kalau di page souce memang ada .. tapi kalau di lay out — edit html nya kok pada gak ada ya…

    pada Selasa, 13 Okt 2009 10:18:23

    Mmm…dimana ya? kalo saya sih, biasanya pas ngecek pake utility di atas, opsi view source dicentang, sehingga kita bisa liat dimana kesalahannya, lalu kita cari satu persatu dari file yang kita duga di dalamnya ada kode yang salah itu, baru deh kita perbaiki sesuai konsep W3C Validator. Kalo page source memang ga ketemu karena page source cuma membaca translate kode html dari halaman yang sedang kita buka, tapi plugin atau halaman server side dengan kode lain seperti php, tidak terbaca, makanya kalo saya juga masih meraba-raba, belum menemukan juga cara yang sifatnya otomatis.
    Barangkali ada teman2 lain yang punya ide tentang ini? silahkan sharing di sini.

    Reply
  • 8 February 2010 at 08:54
    Permalink

    Mau tanya dok apakah ada software atau situs online yang bisa benerin html yg eror ga ya??? soalnya punya aku banyak banget yg eror setelah aku cek di w3c hehehe…
    please bantuannya dok..

    pada Senin, 08 Feb 2010 09:27:13

    Wah, kalo software saya kurang faham, coba mampir ke blognya mas Ebta ini. Kalo situs online, kayaknya di w3c itu ada rekomendasi repair kode html-nya juga, cuma kalo buat repair otomatis, saya belum pernah menemukan, biasanya saya edit manual, berdasakan saran dari hasil pengecekan W3C itu. Atau ada teman lain yang bisa membantu? makasih 🙂

    Reply
  • 27 March 2010 at 07:15
    Permalink

    Saya ke sini tadi dari USA lho mas, sowan mbah Gugel, ternyata tulisan ini nomer 2 je.Sekalian mo ngecek validitas scriptku.

    pada Sabtu, 27 Maret 2010 13:47:11

    Weits…selamat datang dari USA! jadi gimana scriptnya mas? udah valid semua belum?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...