Bahayanya Antibiotik

Kita tahu antibiotik merupakan obat mujarab untuk menghilangkan rasa sakit. Tapi tidak semua orang tahu bahwa antibiotik tidak bisa digunakan untuk mengobati semua penyakit alias tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Salah-salah bisa berakibat fatal atau sampai kepada alergi terhadap antibiotik.

Sayangnya, masyarakat justru mengindahkan penggunaan bahwa antibiotik tidak boleh digunakan secara sembarangan. Ketika demam dan flu menyerang, obat antibiotik selalu menjadi rujukan. Bahkan luka terjatuh pun tidak lengkap obat jika tanpa antibiotik.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia DR. Dr. Fachmi Idris, M.Kes menjelaskan, bahan antibiotik pertama ditemukan Alexander Fleming pada 1928. Kemudian, pada 1940-an antibiotik mulai digunakan secara luas. Waktu itu, para ilmuwan dunia memprediksi, dengan ditemukannya antibiotik, pada 1960-an dunia diprediksi bersih dari penyakit infeksi.

Namun, bukannya penyakit infeksi teratasi, justru jenis bakteri baru muncul akibat resistensi terhadap penggunaan antibiotik. Bahkan, pada 1990, kata Fachmi, pernah terjadi post antibiotika era. “Suatu keadaan yang antibiotik tidak berfungsi lagi. “Waktu itu, di antara 20 jenis antibiotik yang ada, hanya satu yang bisa mengobati penyakit infeksi,”jelasnya.

Pada 2001, World Health Organization (WHO) menyampaikan keprihatinan yang tinggi terhadap perkembangan bakteri resisten. WHO pun menyatakan global alert atau perang melawan bakteri resisten.

Fachmi juga mengungkapkan, penelitian di dua rumah sakit besar di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada 2001 menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik secara tidak bijak mencapai 80 persen. Kasus di RSU dr Soetomo, lanjut Kuntaman, angka resisten terhadap antibiotik lini pertama (penyakit infeksi ringan) bisa mencapai 90 persen dan lini kedua (infeksi sedang) mendekati 50 persen. Dalam disertasinya yang dirilis beberapa waktu lalu, Kuntaman juga menyebutkan, angka bakteri penghasil extended spectrum beta lactamase (ESBL, jenis bakteri yang sulit diobati) mencapai 29 hingga 36 persen. “Bandingkan dengan Belanda yang angkanya kurang dari satu persen,” sebut pria yang bekerja di laboratorium mikrobiologi RSU dr Soetomo itu.

Karena itu, bila antibiotik tidak digunakan secara tepat, post antibiotika era diprediksi bisa terjadi pada masa depan. “Bayangkan saja, bila tidak ada satu pun obat yang mampu mengatasi penyakit infeksi,” ujarnya.

Menurut Fachmi, tingginya penggunaan antibiotik di rumah sakit akan meningkatkan angka resistensi bakteri di tempat itu. “Yang pada akhirnya menyulitkan terapi,” tegasnya. Bahkan, bakteri lebih mudah mutasi, yang berarti lebih cepat resisten terhadap berbagai antibiotik.

Prof dr R Bambang Wirjatmadi MS MCN PhD SpGK, pengajar gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, menjelaskan, antibiotik adalah obat yang dapat digunakan untuk membunuh kuman, virus, cacing, protozoa, dan jamur. “Biasanya, jika mengalami sakit dan disebabkan beberapa hal tersebut, obatnya antibiotik,” ujar Bambang.

Tidak hanya itu. Antibiotik dibutuhkan saat seseorang sakit disertai demam. Jika sakitnya tidak disertai demam, belum tentu mereka membutuhkan antibiotik. Agar tidak sembarangan dalam penggunaannya, sebaiknya masyarakat mengetahui jenis antibiotik. Di antaranya, tetracyclin yang digunakan untuk infeksi, sakit gigi, dan luka. Jenis chloramphenicol digunakan untuk penyakit tifus. Jenis griseofulvin digunakan untuk membunuh jamur serta combantrin untuk membunuh cacing.

Ada juga narrow spectrum,yang berguna untuk membunuh jenis bakteri secara spesifik. Antibiotik yang tergolong narrow spectrum adalah ampicillin dan amoxycilin. Jenis kedua ialah broad spectrum untuk membunuh semua jenis bakteri di dalam tubuh. “Dianjurkan untuk menghindari mengonsumsi antibiotik jenis ini,” jelasnya.

Sebab, jenis antibiotik itu juga membunuh bakteri lainnya yang sangat berguna untuk tubuh. Antibiotik yang termasuk kategori itu adalah cephalosporin. Penyakit yang disebabkan virus tidak dapat diberikan antibiotik. Misalnya, sakit flu atau pilek. Sebab, antibiotik tidak dapat membunuh virus karena virus dapat mati sendiri, asal daya tahan tubuh penderita meningkat atau membaik. Meski begitu, dalam perkembangannya, saat ini ada antibiotik yang dikembangkan untuk membunuh virus.

Namun itu justru akan membahayakan. Penggunaan antibiotik tidak pada tempatnya dan berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Misalnya, mengakibatkan gangguan saluran pencernaan (diare, mual, muntah). Khawatir masyarakat awam yang tidak paham, mempergunakan dosis antibiotik ini untuk segala jenis penyakit.

Penderita bisa mengalami reaksi alergi. Mulai yang ringan seperti ruam dan gatal hingga berat seperti pembengkakan bibir, kelopak mata, sampai gangguan napas. Sebab, bisa jadi penderita alergi dengan antibiotik tersebut.

Efek yang terjadi bisa ringan hingga berat. Pasien bisa mengalami anaphylatic shock atau shock karena penggunaan antibiotik tersebut. Lebih berbahaya lagi, obat itu juga bisa mengakibatkan kelainan hati. Seperti diketahui, antibiotik memiliki bahan dasar kimia. Selain berfungsi membunuh kuman, bahan kimia tersebut harus dinetralkan tubuh supaya aman. Caranya adalah dengan memecah bahan kimia itu.

Karena itu, masyarakat luas perlu memahami fungsi dan kemampuan dari obat antibiotik. Baik waktu pemakaian maupun dosis. Dengan demikian, pemakaian bisa dilakukan secara tepat dan rasional.

Dalam kasus ini yang paling memahami adalah kalangan medis. “Termasuk, upaya pemerintah dalam melakukan pengawasan di lapangan supaya antibiotik tidak beredar secara bebas,” kata Fachmi. Karena sebagai regulator, posisinya bisa mencegah penjualan antibiotika secara bebas di pasar.

Bagaimana menurut Anda ?

Sumber : Health Info

 Bahayanya Antibiotik

7 Responses

  1. Deddy says:

    Iya dok, sekarang penggunaan antibiotik rasanya sudah terlalu berlebihan. Bahkan tak jarang masyarakat sendiri yang pergi ke apotek untuk beli AB, dan tak tanggung-tanggung, AB yang dibeli uda yg golongan “hebat2″ :) Gimana ya solusinya?

    pada Rabu, 15 Apr 2009 08:22:27

    mungkin usulan saya;
    – dokter2 jangan ngumbar AB lah…sakit baru 1 hari, belum jelas penyebabnya apa, langsung dikasih AB.
    – kalo ngasih AB, kupas kemasannya, biar pasien ga ngerti dikasih AB apa, tapi tulis yang jelas di catatan medik.
    – buat apoteker, kalo ada pembeli menanyakan AB, tanyakan dulu apakah ada resep dokter, jika tidak ada, berikan pengertian dan jangan diberikan. Kalo yang ini terkadang pihak apotek hanya mengejar keuntungan semata, jadi sulit juga.
    – perlu dibuat UU yang ketat mengawasi peredaran AB, bahkan dari tangan medis pun harus diawasi.

    Bagaimana tanggapan yang lain? ada usulan lain?

  2. wonk_java says:

    emang sekarang banyak dokter lulusan pasien, maksudnya seorang pasien bisa jadi dokter dengan menyamakan obat berdasarkan gejala yang pernah dialami, tanpa tahu apakah itu gejala untuk penyakit yang sama, dan takaran dosis yang harus diberikan dengan kondisi ataupun umur yang berbeda, juga sekarang banyak apotek yang jadi dokter tanpa pengkajian klinis, pemeriksaan penunjang hanya ngandalin anamnesa. :? wahhh gawat kan???makin jaya aja tuch kuman( :twisted: )….. :(

    pada Minggu, 13 Sept 2009 23:53:05

    Benar mas, malah terkesan dokter sekarang udah ga punya harga diri lagi…hiks..hiks…

  3. omyosa says:

    Ion PERAK
    Berbagai Penyakit bisa disembuhkan ION PERAK, seperti Acne, rosacea, Anthrax, bacilli, arthritis, infeksi jamur kronis, keracunan darah, infeksi kandung kemih, yg berhubungan dgn penyakit pes plague, darah parasit (prematur dapat menyebabkan rambut abu-abu), kanker, Candida yeast infeksi, (sering pelopor dari sel-sel kanker), kedinginan, kolera , kelelahan kronis, radang usus besar, conjunctivitis, cystitis, infeksi kulit, kencing manis, difteri, eksim, fibrositis, radang perut, gonorea, hepatitis, virus herpes, demam hay, impetigo, influenza, keratitis, lepra, leukemia, lupus, penyakit Lyme, lymphagitis, malaria , meningitis, neurasthenia, ophthalmia, radang paru-paru, birsam “psorias, pymphagatis, rematik, rhinitis, kadas, demam berdarah, darah, sinanaga, kanker kulit, infeksi Staph, stomach flu, strep, sipilis, radang amandel, toxemia, parit kaki, trakom, tuberculosis, whooping cough.
    Kesimpulan yang kami dapatkan program ini memberikan peluang bisnis luar biasa dan sangat-sangat besar sekali. Dengan atau Tanpa anda sekalipun, hampir tiap apotik maupun toko-toko obat akan memajang produk ini karena memiliki Fungsi yang sangat luas (Multi fungsi) sama halnya jika anda memiliki Perusahaan Farmasi yang memproduksi Ratusan macam Antibiotik dan berbagai macam Produk Obat generik, Vaksinasi, perawatan tubuh dsb… yang memiliki Ion Perak

    FUNGSI ION PERAK
    ION PERAK yang aman bagi wanita hamil, perawatan dan kesembuhan terhadap penyakit , bahkan janin dalam pertumbuhan dan kesehatan.
    ION PERAK tanpa bau, tawar, tidak pedas, tidak berbahaya untuk mata, tidak ada radikal bebas, tidak berbahaya untuk manusia dan tidak memiliki reaksi dengan obat lainnya. Ion perak meningkatkan pencernaan, bantuan dalam regenerasi sel yang rusak dan sel-sel, membantu mencegah demam , flu dan penyakit yang disebabkan organisme baik bakteri , jamur, parasit dan virus. Penggunaan ion perak tidak membahayakan bakteri baik didalam pencernaan. Oleh karena itu, tidak menimbulkan mual atau tumbuhnya jamur yang biasanya pertumbuhan terlihat pada antibiotik farmasi.
    Fungsi utama ION PERAK:
    1. Untuk menghancurkan infeksi.
    2. Untuk Mengaktifkan sel yang rusak dan menjadikan sel meregenerasi sel baru.
    3. Tidak mengandung radikal bebas, aman untuk enzim tubuh manusia dan tidak ada efek samping yang negatif jika digunakan bersamaan dengan obat, jamu, atau suplemen lainnya.
    4. Membantu memperbaiki pencernaan, regenerasi sel dan jaringan yang rusak, mencegah pilek dan flu, alergi dan berbagai penyakit yang disebabkan berbagai jenis bakteri, kuman dan infeksi virus.
    5. Non-Toxic, tidak berbahaya terhadap ginjal, hati, mata, dan organ tubuh lainnya.
    6. Mmeningkatkan sistim kekebalan tubuh.

    DICARI STOCKIST ION PERAK DI SELURUH INDONESIA
    Dicari Stockist ION PERAK diseluruh tanah air, peluang ini sangat bagus karena masih sangat sedikit jumlah stockist di tanah air

    Adapun syarat dari stockist Ion Perak adalah :
    1. Kota kecil 1 stockist.
    2. Gratis ongkos kirim.
    3. Modal awal Rp. 11,5 Juta.
    4. Mendapatkan barang senilai 20 juta termasuk form member, barang 200 paket, plus brosur.
    5. Fee stockist Rp. 2000 per paket.

    Silahkan segera ambil peluang ini! Siapa cepat akan dapat!

    Untuk mendaftar sebagai stokist, silahkan contact melalui sms ke: 08159927152 atau bisa pesan tertulis melalui e-Mail: omyosa@gmail.com

  4. omyosa says:

    Macadamia Oil (minyak kacang macadamia)
    Minyak kacang makadamia merupakan minyak yang diperoleh dengan proses pengepresan kacang makadamia hingga mengeluarkan minyak. Minyak ini murni dan alami tanpa bahan kimia maupun bahan pengawet. Macadamia nut oil merupakan sebuah produk berkualitas tinggi yang berisi lebih dari 80% asam lemak tak jenuh tunggal, kaya akan omega 3 dan vitamin E sebagai antioksidan kuat.

    Produk “macadamia oil” buatan Wallaby, Australia efektif untuk menjaga kesehatan jantung anda. asam lemak tak jenuh yang terkandung dalam macadamia nut oil, yang penting adalah Omega-3, Omega-6 dan Omega-9yang positif dalam menjaga kesehatan jantung.

    Dengan kandungan asam lemak tak jenuh tunggal yang paling tinggi dan omega 3, serta tidak mengandung kolesterol, maka minyak kacang makadamia sangat efektif untuk melindungi kesehatan jantung anda, yang terbukti dapat menurunkan kadar LDL dan trigliserida dalam darah, meningkatkan HDL, dan menurunkan total kolesterol dalam darah.

    Wallaby
    Wallaby merupakan suatu perusahaan di Australia. Energyproducts buatan wallaby telah berdiri sejak lebih dari 15 tahun yang lalu. Dimulai dengan kesuksesan hasil dari 17 hektar perkebunan kacang makadamia dikaki pegunungan Byron Bay. Kacang Makadamia, asli dari Australia. Merupakan kacang yang tinggi akan lemak tak jenuh tunggal, rendah GI (indeks glikemik), tinggi akan asam lemak esensial omega 3.

    Semua produk yang dihasilkan Wallby diproduksi dengan proses produksi yang sehat untuk menjaga keaslian dan manfaat nutrisi alaminya. Energyproducts telah memenuhi prosedur jaminan mutu ISO 9002 dan terakreditasi HACCP. Juga memperoleh Sertifikasi Organik (Cert No: OHGA 709) yang diakui di seluruh dunia. Produk-produk Wallaby sangat murni, tidak ditambahkan gula, madu, pengawet, pengemulsi, lemak trans, gliserin, pewarna maupun perasa. Di dalamnya kaya akan serat, kalsium dan isoflavon.
    Manfaat dan kelebihan Macadamia Oil
    • Murni dan tidak mengandung campuran apapun.
    • Tidak mengandung kolesterol, karbohidrat, gula, sodium, potassium, lemak trans.
    • Bebas pengawet.
    • Jumlah kandungan asam lemak jenuhnya rendah.
    • Produk ini memiliki glikemik indeks rendah (Low GI), yang berarti tidak berpengaruh dalam proses penambahan jumlah gula dalam darah karena tidak mngandung karbohidrat.
    • Paling stabil dibandingkan dengan minyak lain yang sejenis.
    • (foto)
    • Memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal paling tinggi.
    Jenis minyak % Minyak Tak Jenuh Tunggal
    Minyak makadamia 84
    Minya Zaitun 76
    Minyak Almond 65
    Minyak Canola 63

    • Memiliki titik jenuh yang sangat tinggi (4100 F) sehingga dapat digunakan untuk menggoreng pada suhu yang tinggi dan molekulnya tidak pecah.
    • Mengandung berbagai macam vitamin yang penting bagi tubuh.
    Yaitu :
    vitamin E sebagai antioksidan yang melindungi sel darah merah dan dinding sel.
    vitamin B1 peran utama dalam tubuh untuk mengubah karbohidrat menjadi energi dan membantu sistem saraf, otot, dan jantung untuk berfungsi dengan baik
    vitamin B2 membantu pembentukan antibodi dan sel darah merah.
    vitamin B5 diperlukan untuk memecah karbohidrat, protein dan lemak.
    vitamin B3 (niacin) meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi kadar kolesterol dalam darah.
    vitamin B6 membantu dalam metabolisme protein, dan meningkatkan kesehatan kulit.

    • Mengandung asam lemak omega 3, omega 6, dan omega 9.
    Omega 3 berperan menurunkan risiko serangan jantung, mencegah denyut jantung yang tidak normal, dan menurunkan tekanan darah, juga dapat mencegah beberapa jenis kanker.
    Omega 6 telah terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol LDL yang terdapat dalam plasma darah.
    Omega 9 memiliki daya perlindungan tubuh yang mampu menurunkan LDL dan meningkatkan HDL.
    Kandungan omega 9 dalam minyak kacang macadamia cukup tinggi, yaitu :

    minyak makadamia 45%
    minyak zaitun 28%
    biji apricot 35%
    biji almond 33%

    • Sangat tahan terhadap oksidasi, sehingga dapat disimpan lama (memiliki masa kadaluarsa 2 tahun).
    • Memiliki bau dan rasa yang netral sehingga tidak tidak mengubah atau

    mengurangi rasa dari makanan yang dimasak.
    Anjuran pemakaian
    • Minyak kacang makadamia dapat digunakan untuk menumis maupun menggoreng.
    • Dapat digunakan untuk melengkapi hidangan ikan atau sayuran, dengan memercikkannya di atas hidangan.
    • Dapat diminum langsung, karena rasanya yang lezat

  5. vonny says:

    penggunaan antibiotika sering kali digunakan, biasanya pada pasien CRF jg digunakan antibiotik. tetapi jika leukositnya normal berarti tidak terjadi infeksi, nah penggunaan antibiotik tersebut digunakan untuk apa ya?

  6. abu julaibib says:

    BLOG PENUH OMONG KOSONG….! STANDAR YANG DIPAKAI STANDART WHO, FAO ANAK2NYA PBB. EMANG PBB LEMBAGA APA…..? PBB SOK perhatian ke rakyat…..?
    Penindasan Bangsa Bangsa. Standartnya Standar ganda. Mata orang bodohpun tahu kalo PBB itu hanya kepanjangan tangan penindas. sudah tahu begitu…., masih saja di jadikan acuan. Seperti contoh kasus bakteri saka Zaki…, sebodoh itukan Doktor IPB salah dalam penelitian….., ataukah pemerintah yang mempertahankan HEGEMONI KEKUASAAN…..?

    Dalam sebuah kajian Zionisme mantan menteri kesehatan kita pernah menyampaikan;

    “Zionisme ada di sekeliling kita. Mulai dari sistem pendidikan, ekonomi, kesehatan dan yang secara halus ditanamkan dengan dengan dalih reformasi di berbagai bidang. Jika masyarakat enggak mengkaji masalah-masalah Zionisme, tanpa sadar kita akan diperdaya dan dipecundangi,” sambung Siti Fadillah Supari ( Mantan MENKES )

    Lebih lanjut beliau mengatakan:

    Gerakan Zionisme, ungkap Siti, ingin membuat penduduk dunia bergantung dari sisi kesejahterannya pada kaum Zionis, untuk itu Zionsime sengaja menciptakan sistem dunia yang tidak adil dan bertentangan dengan kemanusiaan. Ia mencontohkan badan kesehatan dunia, WHO yang menurutnya hanya menjadi perpanjangan tangan negara-negara adikuasa untuk melanggengkan penjajahan dan penindasan terhadap masyarat negara lain dengan menggunakan alasan kesehatan dan menciptakan konsep-konsep yang menyengsarakan manusia, seperti neoloberalisme, kapitalisme, neo-imperialisme yang oleh Siti Fadillah diistilahkan sebagai “cucu-cucu Zionisme”.

    KOMPAS.com — Penggunaan atau pemberian antibiotik sebenarnya tidak membuat kondisi tubuh semakin baik, justru merusak sistem kekebalan tubuh karena imunitas anak bisa menurun akibat pemakaiannya. Alhasil, beberapa waktu kemudian anak mudah jatuh sakit kembali.
    Jika pemberian antibiotik dilakukan berulang-ulang, ujung-ujungnya anak jadi mudah sakit dan harus bolak-balik ke dokter gara-gara penggunaan antibiotik yang tak rasional.
    “Kenyataannya, kita ‘boros’ dalam menggunakan antibiotik sehingga bisa menimbulkan dampak buruk antara lain sakit berkepanjangan, biaya yang lebih tinggi, penggunaan obat yang lebih toksik, dan waktu sakit yang lebih lama,” sesal dr Purnamawati S Pujiarto, SpA (K), MMPed, yang akrab disapa Wati ini.
    Selain itu, ada beragam efek yang mengancam bila anak mengonsumsi antibiotik secara irasional, di antaranya kerusakan gigi, demam, diare, muntah, mual, mulas, ruam kulit, gangguan saluran cerna, pembengkakan bibir maupun kelopak mata, hingga gangguan napas. Bahkan, berbagai penelitian menunjukkan, pemberian antibiotik pada usia dini berisiko menimbulkan alergi di kemudian hari.
    Dampak lain akibat pemberian antibiotik irasional adalah gangguan darah di mana salah satu antibiotik seperti kloramfenikol dapat menekan sumsum tulang sehingga produksi sel-sel darah menurun. Risiko kelainan hati muncul pada pemakaian antibiotik eritromisin, flucloxacillin, nitrofurantoin, trimetoprim, dan sulfonamid.
    Golongan amoxycillin dan kelompok makrolod dapat menimbulkan allergic hepatitis (peradangan hati). Sementara antibiotik golongan aminoglycoside, imipenem/meropenem, ciprofloxacin juga dapat menyebabkan gangguan ginjal.
    Selain itu, pemberian antibiotik spektrum luas tanpa indikasi yang tepat dapat mengganggu perkembangan flora normal usus karena dapat mematikan bakteri gram positif, bakteri gram negatif, kuman anaerob, serta jamur yang digunakan pada proses pencernaan dan penyerapan makanan dalam tubuh. Bakteri yang ada di dalam tubuh umumnya menguntungkan, seperti bakteri pada usus yang membantu proses pencernaan serta pembentukan vitamin B dan K.
    Nah, anak yang kelebihan antibiotik bisa mengalami kekurangan vitamin K yang berguna mencegah perdarahan. Selain itu, juga akan menyebabkan anak menderita penyakit diare karena sistem pencernaan terganggu dan mengalami iritasi di bagian usus akibat zat-zat kimia dari antibiotik.
    Diare disebabkan terbunuhnya kuman yang diperlukan untuk pencernaan dan menjaga ketahanan usus sehingga bakteri “jahat” menguasai tempat tersebut dan merusak proses pencernaan.
    Akibat lain dari pemberian antibiotik yang tidak tepat adalah timbulnya kuman yang resisten. Setiap makhluk memiliki kemampuan untuk bertahan, begitu pun bakteri atau kuman. Jika jasad renik ini diserang terus-menerus, akan tercipta suatu sistem untuk bertahan dengan cara bermutasi atau berubah bentuk sehingga sulit dibunuh oleh antibiotik. “Jadi, semakin sering mengonsumsi antibiotik, makin resisten pula bakteri, parasit, atau jamur tersebut!” tandas Wati.
    Bibit penyakit yang resisten itu dikenal dengan nama superbugs. Superbugs ini dapat menjadi masalah serius bagi kesehatan, baik bagi si penderita maupun masyarakat luas. Bila ada anggota masyarakat di suatu lingkungan mengonsumsi antibiotik secara berlebihan (tidak rasional), lingkungan tersebut potensial terinfeksi oleh kuman yang sudah resisten antibiotik.
    Infeksi akibat superbugs ini memerlukan antibiotik yang jauh lebih kuat. Pasien harus dirawat di rumah sakit karena antibiotiknya harus diberikan melalui cairan infus. Antibiotik ini berisiko menimbulkan efek samping kesehatan yang lebih berat. Selain itu, dalam waktu cepat, bakterinya akan kebal kembali terhadap antibiotik yang superkuat tadi.
    Itulah sederet akibat buruk dari penggunaan antibiotik secara berlebihan (irasional). “Yang akan dirugikan tentu bukan hanya pasien, tapi juga lingkungan sekitarnya,” kata Wati. Lantaran itu, pasien diharapkan tidak selalu meminta dokter memberikan antibiotik terutama untuk penyakit infeksi virus seperti flu, pilek, atau batuk.
    Memang, antibiotik mampu memerangi infeksi akibat bakteri atau kuman sehingga tak lepas perannya dalam proses penyembuhan. Akan tetapi, penggunaan yang irasional menyebabkan antibiotik lebih banyak merugikannya ketimbang menguntungkan. (Nakita/Hilman Hilmansyah)

    • dr. Nasir says:

      Terima kasih atas pencerahan pak Abu. Untuk itulah kita belajar untuk lebih bijaksana dalam memutuskan segala perkara dalam hidup ini, termasuk dalam hal berbicara. Kurang bijak rasanya jika disampaikan dengan penghujatan, apalagi menghujat saudaranya sendiri. Konfirmasi adalah lebih bijak daripada memvonis seseorang hanya omong kosong saja. tapi informasi Anda sangat kami hargai. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Back to Top
Berlangganan Gratis
Fanpage Konsul Gratis
Follow Twitter
Follow Twitter
Down
ANDA MUNGKIN PERLU BACA INI !!!close