“Tsunami” Situ Gintung, Masjid Kokoh Berdiri

Sebelumnya saya ucapkan rasa bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas tragedi yang menimpa masyarakat di sekitar Situ Gintung, hingga saat berita ini diturunkan sudah ada 58 korban yang ditemukan dan selanjutnya akan segera dimakamkan di lokasinya masing-masing. Semoga kejadian ini dapat diambil hikmahnya secara positif demi kebaikan dan perbaikan bangsa ini. Dan ditengah-tengah kejadian ini, terekam dengan jelas sebuah masjid masih tegar berdiri pascajebolnya tanggul Situ Gintung di Kampung Situ, Cirendeu, Ciputat, Tangerang, Banten.

Dakta.com – Ini tergambar dari sebuah video yang diunggah ke situs di alamat youtube. Dalam video yang berdurasi 4 menit 6 detik, video milik fitriscooter99 ini, menggambarkan sebuah masjid berlantai 2 yang tetap berdiri.

Sementara, rumah-rumah penduduk di sekitarnya banyak yang rata dengan tanah. Dalam video juga tergambar, sebuah rumah yang berada di ketinggian akhirnya roboh akibat tanah longsor.

Air terlihat sudah mulai surut, namun kondisi tanah di tempat yang lebih tinggi terlihat rawan longsor. Warga banyak yang berkumpul untuk melihat kondisi di Kampung Situ.

Selain itu Sebuah musala tetap berdiri tegak di tengah reruntuhan bangunan yang hancur akibat terhantam air yang berasal dari tanggul Situ Gintung yang jebol, pagi tadi.

Adalah Musala Al Muhajirin yang terletak di Rt04/RW08, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat. Musala ini berada tepat di tengah-tengah pemukiman warga.

Pantauan okezone di lokasi, Jumat (27/3/2009), rumah di sekitar Musala Al Muhajirin hancur bahkan rata dengan tanah. Namun Musala tetap berdiri kokoh, hanya saja di lantai satu tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Salah satu warga setempat, Aziz, yang bertempat tinggal tepat di samping Musala mengaku rumahnya hancur, rata dengan tanah.

“Rumah saya hancur tapi semua anggota keluarga selamat,” ungkap Aziz.

Menurutnya, warga setempat sempat menjalani salat Subuh di Musala. “Baru terjadi banjir setelah kita selesai salat Subuh,” pungkasnya.

Sementara itu Sebuah peristiwa yang sulit dipercaya dengan akal terjadi di tengah tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung di Cirendeu, Ciputat, Tangerang. Satu buah Alquran ditemukan di atas meja yang penuh air dan lumpur, dalam keadaan kering.

Alquran tersebut ditemukan di atas meja di ruang Sekretariat Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Saat ditemukan, Alquran tersebut dalam keadaan kering sedangkan meja sudah terendam air dan lumpur.

Pantauan okezone di lokasi, Jumat (27/3/2009), sejumlah barang seperti meja, televisi, dan komputer terhempas air dan lumpur.

“Sejarahnya Alquran ini merupakan hadiah dari Kedutaan Arab Saudi pada tahun 1990-an lalu. Memang Alquran ini sering digunakan para dosen,” kata salah satu dosen UMJ Yati Suyati.

Alquran berukuran besar dan berwarna hijau itu saat ini telah diamankan di tempat yang lebih aman.

Subhanallah… Inikah mukjizat yang diperlihatkan Allah kepada kita sekarang ini?

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

2 thoughts on ““Tsunami” Situ Gintung, Masjid Kokoh Berdiri

  • 29 March 2009 at 20:29
    Permalink

    Disetiap kejadian “luar biasa” pasti Alloh menampakkan kekuasaan-Nya sebagai bentuk peringatan kepada manusia agar tersadar bahwa tidak ada satupun kejadian di dunia ini tanpa campur tangan Alloh SWT.

    pada Minggu, 29 Mar 2009 21:39:15

    subhanallah… trims udah ngasih tanggapan… 🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...