Keluargaku Qurrota A’yun

anakku sayangBetapa senang hati seorang manusia, jika memandang mata jeli anaknya yang paling dikasihinya. Benarlah apa yang sudah diwahyukan Allah kepada kita, yang berisi permohonan kita kepada Yang Maha Memberi agar diberikan anak dan istri yang jika kita memandangnya, membuat hati sejuk dan menyenangkan jiwa, menentramkan hati yang sedang gundah gulana, meluruhkan amarah sebagai ekses ketidakteguhan hati menjalani hidup. Saat melihatnya, terasa bangkit kembali semangat dan keteguhan hati menjalani hidup. Tiada lain adalah karena hidup ini hanya untuk dia.

Lihat saja, sosok yang masih tak berdaya kecuali dibantu oleh tangan kasih manusia dewasa. Namun tampak begitu menggemaskan ketika hari bertambah hari, bulan beranjak bulan semakin bertambah pula kepintarannya.

Tak pernah terbayang jika kita pun dulu seperti dia, tapi kata ayahku, kalau kamu ingin melihat bagaimana kamu waktu kecil dulu, lihat saja tingkah polah anakmu. Ah, ingin rasanya kumenyangkal jika melihat kekonyolannya. Tapi serasa bangga jika kumelihat betapa pandainya dia.

Kadang ada rasa menyesal kenapa aku baru dilahirkan 28 tahun lalu, sehingga tahun 2008 ini baru punya anak usia baru 5 bulan. Kenapa tidak dari dulu saya dilahirkan, trus nikah, trus udah punya anak, trus punya anak lagi, trus punya anak lagi…kan begitu berkahnya hati ini bila begitu. Tapi takdir menentukan berbeda, sehingga dengan segala apa yang ada di hadapan, aku harus bersyukur dan berusaha sebaik-baiknya mengelola amanah yang diberikan Allah kepadaku yaitu, istri dan anakku.

Zaman semakin terasa menyesakkan, sesak dengan segala euforia duniawi, hedonisme manusiawi, kesenangan-kesenangan sesaat yang ternyata membuat menusia terlena. Tayangan-tayangan media yang menyesatkan, terlalu cepat terjerumus jika penangkal dan pedoman tidak kita kuasai dalam batin. Dalam “scope” kecil saja, sebagai kepala keluarga aku merasa perlu memasang penangkal dan menanamkan pedoman yang cukup kuat baik pada istri, anakku, dan keluarga dalam tanggunganku, agar senantiasa terpelihara hati dan jiwanya sehingga suasana yang menyenangkan hati dan jiwaku ini tetap terasa berkat anugerah keberkahan Ilahi.

Ya Allah, berilah kekuatan kepada kami untuk senantiasa istiqomah meniti jalan keridloan-Mu. Amien.

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

2 thoughts on “Keluargaku Qurrota A’yun

  • 15 August 2008 at 19:58
    Permalink

    Semoga Allah selalu memberi kekuatan untuk teguh hidup di jalan yang diridhoiNya dan sabar membimbing keluarga….

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...