Fakta Keburukan Kompleks dalam Rokok

Bagi perokok yang merasa keburukan pada rokok terlalu dilebih-lebihkan, mungkin dapat mempertimbangkan kembali asumsinya setelah meninjau beberapa fakta dibawah ini yang didapat dari berbagai sumber.

Fakta 1 :
Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.

Fakta 2:
Perokok juga berisiko tinggi mengalami komplikasi atau sukarnya penyembuhan luka setelah pembedahan termasuk bedah plastik dan rekonstruksi, operasi plastik pembentukan payudara dan operai yang menyangkut anggota tubuh, bagian bawah.

Fakta 3:
Dalam kasus yang berlanjut, rokok dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga memudahkan tubuh terpapar infeksi. Sebagaimana disertasi yang disampaikan Sri Lelyati Masulili dalam pengukuhannya meraih gelar doctor di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia di Jakarta, belum lama ini.

kimiapadarokok Fakta Keburukan Kompleks dalam Rokok

Bahan kimia Rokok

Fakta 4:
Komponen gas asap rokok adalah karbonmonoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi dan menimbulkan kanker (karsinogen). Sebetulnya apa sih zat-zat tersebut dan bagaimana mereka membahayakan tubuh?

  1. Nikotin. Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan.
  2. Timah hitam (Pb) yang dihasilkan sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkung rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayakangkan bila seorang perkok berat menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh.
  3. Gas karbonmonoksida (CO) memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernasapan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat daripada oksigen maka gas CO ini merebut tempatnya “di sisi” hemoglobin. Jadilah hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen. Sementara dalam darah perokok mencapai 4-15 persen. Orang yang merokok dalam waktu yang cukup lama (perokok berat) konsentrasi COHb dalam darahnya sekitar 6,9%. Hal inilah yang menyebabkan perokok berat mudah terkena serangan jantung. Penurunan kesadaran sehingga terjadi banyak kecelakaan, fungsi sistem kontrol syaraf turun serta fungsi jantung dan paru-paru menurun bahkan dapat menyebabkan kematian.
  4. Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. Pengedapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24-45 mg.Tar dalam asap rokok juga memperbesar peluang terjadinya radang gusi, yaitu penyakit gusi yang paling sering tejadi yang disebabkan oleh plak bakteri dan faktor lain yang dapat menyebabkan bertumpuknya plak di sekitar gusi. Tar dapat diendapkan pada permukaan gigi dan akar gigi sehingga permukaan ini menjadi kasar dan mempermudah perlekatan plak. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan plak dan karang gigi lebih banyak terbentuk pada rongga mulut perokok dibandingkan bukan perokok. Penyakit jaringan pendukung gigi yang parah, kerusakan tulang penyokong gigi dan tanggalnya gigi lebih banyak terjadi pada perokok daripada bukan perkok. Pada perawatan penyakit jaringan pendukung gigi pasien perokok memerlukan perawatan yang lebih luas dan lebih lanjut. Padahal pada pasien bukan perokok dan pada keadaan yang sama cukup hanya dilakukan perawatan standar seperti pembersihan plak dan karang gigi.
  5. Asbes, merupakan serat mineral silika yang bersifat fleksibel, tahan lama dan tidak mudah terbakar. Asbes banyak digunakan sebagai penghantar listrik dan penghantar panas yang baik. Asbes banyak digunakan sebagai isolator panas dan pada pipa saluran pembuangan limbah rumah tangga, dan bahan material atap rumah. Asbes banyak digunakan dalam bahan-bahan bangunan. Jika ikatan asbes dalam senyawanya lepas, maka serat asbes akan masuk ke udara dan bertahan dalam waktu yang lama.
  6. Bioaerosol; Kontaminan biologi seperti virus, bakteri, jamur, lumut , serangga atau serbuk sari tumbuhan. Kontaminan biologi tersebut jika dihembus oleh angin akan masuk ke udara dan mencemari udara bersih.
  7. Formaldehid merupakan aldehid sederhana. Gas formaldehid tidak berwarna dan diemisikan dari bahan-bahan bangunan, industri rumah tangga atau proses pembakaran. Formaldehid juga terdapat pada produk kayu yang dipres, papan, papan dinding, tekstil (seperti pada karpet dan pakaian). Formaldehid dapat masuk ke udara akibat terjadi pengikisan dan penguapan akibat panas yang tinggi.
  8. Bahan-bahan pertikulat,
    Dalam kehidupan sehari-hari pertikulat dikenal dengan istilah debu yang berterbangan di udara. Partikulat juga bisa ditemui dalam bentuk logam-logam berta yang jika terhirup oleh manusia akan mengakibatkan penyakit.
  9. Senyawa organik volatil (Volatil Organic Compound),
    Senyawa organik volatil (VOC) mudah menguap pada suhu kamar. VOC sering ditemui dalam bentuk aerosol yang terdapat pada pembersih, cat, vernis, produk-produk kayu yang di-pres, pestisida, dan semir.
  10. Sumber lain menambahkan:
  • Acetone (kepingan cat)
  • Tar (tar jalan raya)***
  • Naphthylamine
  • Methanol (bahan pembakar roket)
  • Nicotine (racun serangga dan hama)
  • Pyrene***
  • Naphthalena (mothballs atau kamper)
  • Cadmium (bahan yang digunakan dalam baterai mobil-mobilan)***
  • Carbon Monoxide (gas beracun asap pembuangan kendaraan bermotor)
  • Bezopyrene***
  • Vinyl Cloride (membuat PVC atau pipa paralon)***
  • Hydrogen Cyanide (racun dalam saluran gas)
  • Toluidine***
  • Ammonia (pencuci lantai)
  • Urethane***
  • Toluene (larutan industri)
  • Arsenic (racun semut putih)***
  • Nickel***
  • Phenol (obat pembasmi dan pembunuh kuman)
  • Butane (bahan pembakar pemantik api)
  • Polonium-210***
  • DDT (racun serangga)

Keterangan: Tanda *** merupakan penyebab kanker.

Wah, jika bahan-bahan pembuat rokok sebegitu bahayanya, apakah itu tidak bisa menjadi bukti yang sangat kuat untuk mengharamkan rokok?

Bersambung…

You may also like...

5 Responses

  1. anhar says:

    pak dokter…
    boleh minta referensi tentang kadar/ambangbatas(ppm) dari rokok yang dapat membahayakan bagi tubuh…
    misalnya gini pak.. dokter…
    …. ppm dapat menyebabkan sakit kepala…
    …. ppm menyebabkan nafas sesak….
    da data yang kayak githu gak pak dokter…???
    mohon bantuannya…
    beserta linknya klo ada…
    terima kasih sebelumnya..

    pada Kamis, 27 Agt 2009 09:50:55

    Kalo secara khusus seperti demikian, trus terang saya belum menemukan. Tapi Anda bisa coba googling di http://www.google.co.id/search?q=kadar+ppm+rokok
    Setahu saya, efek berbahaya rokok itu merupakan akumulasi kadar ppm bahan kimia dalam rokok yang masuk ke dalam tubuh, dan respon yang ditimbulkan akan bervariasi pada setiap orang, brgantung sensitifitas dan kebiasaan masing-masing. Karena ada yang baru asapnya saja sudah merasa pusing, batuk-batuk, sesak dan sebagainya. Ada juga yang sudah 20 tahun menjadi perokok berat, tidak/belum muncul keluhan yang signifikan. Tidak bisa disama ratakan, namun dampaknya bisa seketika atau terakumulasi. Demikian, semoga bermanfaat :)

  2. Kustommanga says:

    wah takut gw klo ngrokok

  3. Yudas Iskariot says:

    ijin sedot Pak/Bu Dokter….
    artikelnya sangat membantu. Terimakasih sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Back to Top
Berlangganan Gratis
Fanpage Konsul Gratis
Follow Twitter
Follow Twitter
Down
ANDA MUNGKIN PERLU BACA INI !!!close