Dokter PTT Tewas karena Kecelakaan

Inna Lillahi Wa inna Ilaihi Raji’un…

Satu lagi dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) diberitakan meninggal. Namanya dr. Muhammad Haris. Beliau ini adalah dokter PTT di Puskesmas Arso III, Kabupaten Keerom, Papua. Kejadiannya hari Senin tanggal 9/6 kemarin pukul 12 waktu setempat, meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini merupakan dokter PTT angkatan 47 yang ditugaskan ke Provinsi Papua terhitung mulai September 2007. Atas meninggalnya dokter kelahiran 9 Januari 1980 ini, Kepala Biro Kepegawaian Departemen Kesehatan RI drg. Sri Mustikowati mengatakan bahwa Depkes menyiapkan penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala atas jasa-jasa almarhum dan uang duka sebesar dua belas kali gaji terakhir.

Semoga almarhum diterima amal kebajikannya disisi Allah SWT untuk dibalas dengan kebajikan yang lebih baik disisi Allah SWT. Pahlawan dunia kesehatan ini selayaknya kita kenang atas amal baktinya bagi bangsa Indonesia terutama di ujung timur Nusantara ini.

Reblog this post [with Zemanta]
Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

loading...

dr. Nasir

Perkenalkan nama saya Ahmad Muchtar Nasir, biasa dipanggil Nasir. Saya ini anak Sunda asli, kedua ortu berasal dari Kuningan Jawa Barat, tapi saya lahir di Tanjung Redeb Kaltim. Sejak kecil saya sekolah di Madrasah (RA Syahida Cirebon, MI Salafiyah Cirebon, MTs PUI Cikaso) baru SMU Negeri 2 Kuningan. Alhamdulillah saya lulus UMPTN th.1998 di Fak. Kedokteran UNDIP dan kuliah sampai th 2006. Saat ini saya bekerja di Medusa Health Center Jakarta Selatan (mulai April 2008), setelah sebelumnya bekerja serabutan sebagai “kuli intelek” di klinik 24 jam se-Jabotabek, menjadi Pegawai Tidak Tetap Depkes RI di Kab. Buton Sulawesi Tenggara selama 1 tahun (September 2006-Agustus 2007), dan menjadi PHL (Pegawai Harian Lepas) Dokter Umum di Polres Metro Bekasi (Oktober 2007-April 2008). Sekarang saya sudah dikaruniai seorang putra bernama Faris Hidayaturrahman (lahir 21 Januari 2008), sebagai hasil kerjasama dengan istri saya yaitu Yanti Setianingsih. Sementara ini saya tinggal di Griya Bintara Indah Bekasi Barat.

4 thoughts on “Dokter PTT Tewas karena Kecelakaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...