Cetak Anak JENIUS Sejak dalam Kandungan

Jangan buru-buru menyalahkan guru atau lingkungan ketika anak menjadi bodoh, nakal, atau pemarah. Pasalnya, perkembangan anak juga dipengaruhi oleh perilaku orangtua, bahkan sejak dalam kandungan. Suatu hari Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) mengunjungi salah seorang sahabatnya. Di rumah sahabatnya itu Nabi menyaksikan anak sang sahabat meloncat-loncat sambil menginjak bahu dan kepala bapaknya.

Lalu Nabi mencari tahu mengapa si anak bisa berperilaku seperti itu kepada sang sahabat. Kata Nabi, “Apakah ada sesuatu makanan yang keliru masuk ke perut istrimu saat sedang mengandung?” “Benar,” jawab sahabatnya. Ketika sang istri mengandung, ia memberi sebiji korma yang diambil dari sebuah kebun tanpa seizin pemiliknya. Nabi mengangguk-angguk ketika mendengar penuturan tersebut. Cerita ini bukti bahwa mendidik anak sudah harus dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan. Selain makanan yang dimakan sang ibu haruslah halal dan berkah, didikan secara fisik juga perlu dilakukan.

Menurut dokter spesialis anak, dr Sudjatmiko, MD SpA. kecerdasan seorang anak sudah bisa dirangsang ketika ia masih berada dalam kandungan ibunya. Secara umum, kata Sudjatmiko, ada tiga aspek yang harus diperhatikan orang tua kepada sang anak ketika masih berada dalam kandungan. Yaitu, terpenuhinya kebutuhan kasih sayang, biomedis, dan rangsangan. Seorang ibu harus menerima kehamilannya dengan ikhlas dan tidak terpaksa. Sebab, jika kehamilannya terpaksa maka pertumbuhan bayi tidak akan optimal. “Si ibu hamil harus siap dan dapat menerima risiko dari kehamilannya,” ungkap Sudjatmiko.

Risiko itu, misalnya, seorang wanita karier yang hamil, merasa terbebani dan khawatir akan mengganggu pekerjaannya. Ia sebenarnya ingin hamil, tapi juga merasa terganggu dengan kehamilannya itu. Kondisi seperti ini tidak kondusif untuk merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya. Selain itu, menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, ada faktor psikologis yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan bayi, yaitu apakah si ibu hamil karena menikah secara resmi atau kawin lari. Apakah si ibu mendapatkan dukungan dari sang suami atau tidak. Karena tanpa dukungan dari suami, perkembangan dan rangsangan kecerdasan bayi dalam kandungan akan tak wajar. “Jadi, variabel kasih sayang tadi adalah berkomitmen dengan suami serta dukungan dari orang tua dan keluarga, sehingga seorang ibu dapat menerima kehamilannya dengan hati tenteram,” paparnya.

Lebih lanjut Sudjatmiko mengatakan, si ibu harus perhatian terhadap kandungannya. Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada bayi dalam kandungannya. Misalnya, dengan cara mengelus-elus perutnya karena secara emosional akan terjadi kontak. Jika ibunya gembira dan senang, dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter atau zat-zat rasa senang, sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasa senang. Sebaliknya, jika si ibu merasa tertekan, terbebani, gelisah, dan stres, ia akan melepaskan zat-zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman, sehingga secara tidak sadar bayi akan terangsang untuk ikut gelisah. “Yang paling baik adalah berikan rangsangan berupa suara-suara, elusan, dan nyanyian yang disukai si ibu. Hal ini akan merangsang bayi untuk ikut senang. Berbeda jika si ibu melakukan hal-hal yang tidak disukainya, karena itu sama saja memberikan rangsangan negatif pada bayi,” ujarnya.

Rangsangan kepada bayi yang masih berada dalam kandungan bisa lebih efektif dilakukan ketika usia kehamilan di atas enam bulan. Sebab, pada usia tersebut jaringan struktur otak pada bayi sudah mulai berfungsi.Karenanya, pada kondisi demikian, seorang ibu hamil harus tetap menjaga makanannya sehari-hari. Bahkan, perlu diimunisasi. Misalnya, dengan suntik TT.

Lakukan juga konsultasi rutin dengan dokter secara berkala. Mula-mula sekali sebulan. Lalu pada bulan-bulan terakhir menjelang kelahiran (partus), lakukan tiga minggu sekali. Setelah itu dua minggu sekali, bahkan mendekati partus lakukan setiap minggu. Sudjatmiko juga manganjurkan agar saat mengandung si ibu tidak meminum obat-obatan yang, katanya, bisa merangsang perkembangan dan kecerdasan otak bayi. Sebab, obat-obatan semacam itu tidak banyak berfungsi. “Pemberian obat semacam itu percuma saja. Tidak akan berpengaruh apa-apa. Yang penting, ciptakan saja lingkungan yang mendidik,” katanya.

Hal yang harus diperhatikan agar kecerdasan anak berkembang secara positif sejak dalam kandungan, di antaranya, kebutuhan biologis (fisik) si bayi. Yaitu, nutrisi bagi ibu hamil. Nutrisi tersebut bisa berupa asupan protein, karbohidrat, atau mineral. Nutrisi, kata Sudjatmiko lagi, bukan hanya dibutuhkan ketika ibu sedang mengandung. Ketika si ibu siap untuk mengandung pun sudah harus memperhatikan gizi, makanan, dan komposisi nutrisinya. Sehingga, saat hamil, fisik si ibu sudah siap. Proses kehamilan pun akan berlangsung baik. Selain itu, ibu hamil tak boleh dalam keadaan mengidap penyakit yang bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kandungannya. Misalnya, malaria, tipus, bahkan batuk yang mengeluarkan dahak pun bisa mempengaruhi perkembangan si janin.

Si ibu bisa pula memberi rangsangan kepada si janin dengan memperdengarkan musik klasik, atau — lebih baik lagi — bacaan ayat suci al-Qur’an.

Suara-suara yang berirama tersebut akan mengeluarkan gelombang alfa. Gelombang ini bisa memberi ketenangan, kenyamanan, dan ketenteraman kepada si janin. Bahkan, si janin bisa berkonsentrasi saat mendengarkan alunan berirama tersebut. Selain itu, si ibu bisa membacakan cerita-cerita menarik buat si janin, atau mengajaknya mengobrol. Apalagi jika saat mengobrol tersebut si ibu mengelus-elus perutnya dengan kasih sayang. Tips mendidik bayi saat dalam kandungan

  1. Hendaknya si ibu memperbanyak bacaan al-Quran, terutama surah Yusuf, Mariam, Luqman, dan at-Taubah.
  2. Hendaknya si ibu berdoa kepada Allah SWT agar anak yang bakal dilahirkan menjadi anak yang soleh, berilmu, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
  3. Hendaknya rezeki yang didapatkan berasal dari sumber yang halal supaya benih yang bakal dilahirkan itu berasal dari darah daging yang halal.
  4. Hendaknya si ibu makan makanan yang bergizi dan sentiasa menjaga kesehatan badannya.
  5. Hendaknya si ibu menjaga kebersihan untuk menjamin kesehatan bayi dalam kandungan.
  6. Hendaknya si ibu menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada pada dirinya saat hamil.
  7. Hendaknya si suami lebih memahami keadaan isteri serta memberikan motivasi kepada istrinya.

Nutrisi yang dianjurkan adalah yang alami

Seorang ibu hamil memerlukan nutrisi lengkap yang cukup untuk kesehatan dirinya dan janin yang dikandungnya. Nutrisi ini akan sangat membantu pertumbuhan organ-organ penting si janin dan membantu mempertahankan daya tahan tubuh si ibu. Selain karbohidrat dan protein yang dikonsumsi selama hamil, si ibu juga perlu menambah asupan mineral yang cukup.ร‚ Karena dengan mineral ini daya tahan tubuh kita tetap seimbang dan sirkulasi asupan makanan di tingkat seluler dapat berjalan dengan baik.

Mineral dapat diperoleh dari sayuran, susu, daging, dan sebagainya. Namun jika hanya mengandalkan makanan, mineral akan sangat kurang karena kandungannya sangat rendah, sementara saat hamil dibutuhkan mineral lebih banyak. Misalnya saja kalsium. Kenapa kalsium? karena kalsium pada tubuh yang normal (tidak dalam keadaan hamil) saja dibutuhkan sekitar 1000 mg perhari (WHO), berarti saat hamil kebutuhan tersebut menjadi lebih tinggi. Langkah petugas medis untuk mencegah kekurangan kalsium ini biasanya membekali ibu hamil suplementasi tablet kalsium 500 mg yang diminum setiap hari, yang berarti masih kurang 500 mg lagi. Padahal suplemen kalsium dari produk farmasi, biasanya merupakan kalsium anorganik, penyerapannya sangat kurang (antara 40-60% saja), yang berarti semakin berkurang lagi, bahkan defisit setiap harinya. Oleh karena itu dibutuhkan kalsium organik yang lebih cepat dan lebih banyak diserap oleh tubuh, dan juga aman bagi ginjal.

Tianshi dengan Nutrient High Calsium-nya bisa menggantikan kekurangan tersebut. Dengan komposisi kalsium dosis tinggi (1 kotak 4000 mg) yang terbuat dari ekstrak sumsum tulang sapi, kalsium Tianshi mampu diserap oleh tubuh lebih banyak (95-98%) dan sisanya dikeluarkan seluruhnya melalui keringat dan urine. Karena hampir seluruhnya diserap tubuh, maka kalsium ini aman untuk dikonsumsi oleh siapapun termasuk ibu hamil yang jelas-jelas memerlukan kalsium dalam kadar tinggi. Selain itu kalsium Tianshi pun mengandung nutrisi pelengkap seperti multivitamin dan mineral tambahan.

Karena penyerapannya yang maksimal, maka penyerapan kalsium pada janin untuk pertumbuhan organ seperti tulang belulangnya, organ jantung, dan lain-lain termasuk otak menjadi lebih baik dan sempurna. Jangan sampai janin yang dikandung kekurangan kalsium sehingga janin terlahir dalam keadaan cacat baik mental maupun fisiknya. Jika pertumbuhan janin sangat baik dan sempurna, maka sudah bisa dipastikan ibunya juga dalam keadaan sehat. Jika ibunya sakit atau minimal mengidap suatu penyakit (baik sudah diketahui ataupun tidak), akan tercermin pada janin yang dikandungnya apakah sehat atau tidak.

Dengan pertumbuhan otak yang sempurna ditunjang dengan nutrisi yang luar biasa, maka si ibu dan calon bapaknya tinggal mengembangkan saja seperti cara-cara di atas. Ibaratnya jika pita kaset atau keping CDnya baik dan recorder-nya juga baik, maka kita tinggal merekamnya saja dengan hal-hal yang baik, sudah bisa dipastikan hasilnya pun baik.

Nah, bagaimana dengan cara Anda merawat kehamilan Anda? Akankah Anda mencetak generasi unggulan juga? Jangan salahkan orang lain jika salah merawat janin sejak dalam kandungan…

(sebagian dikutip dari Pencerahan Hati.com / Facebook-nya orang Islam)

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

25 thoughts on “Cetak Anak JENIUS Sejak dalam Kandungan

  • 17 March 2009 at 19:44
    Permalink

    mendidik anak jangan sampai salah, terutama dalam hal pola asuh anak.karena pola asuh orangtua dapat membentuk kepribadian anak
    —————————————————-
    bagaimana cara mendidik anak agar sukses dan bahagia di http://www.anekapilihan.com

    Reply
  • 27 March 2009 at 14:29
    Permalink

    makasih bgt atas coretan kata2nya bagus bgt terutama bagi kaum ibu yang baru merasakan hamil pertama kali

    pada Jum’at, 27 Mar 2009 15:09:08

    Sama-sama bu Fera, semoga bermanfaat. Untunglah coretannya tidak asal coret ya buรขโ‚ฌยฆ?! ๐Ÿ™‚

    Reply
  • 28 September 2009 at 17:54
    Permalink

    Apa makna sebenarnya dari jenius menurut dr. Nasir?

    pada Selasa, 29 Sept 2009 10:07:53

    Jenius menurut saya…mmm apa ya?
    Saya kira jenius itu responsif tapi responsible, artinya peka terhadap rangsang dari luar atau peka terhadap situasi dan kondisi sekitar dan lingkungannya serta bertanggungjawab terhadap kepekaannya itu. Selain itu kreatif, inovatif, mandiri, selalu berpikir jauh ke depan serta cerdas dalam mengambil segala keputusan terutama yang terkait dengan kehidupannya. Nah, untuk membentuk pribadi yang jenius seperti ini tentu diperlukan peran ibu waktu mengandung pribadi tersebut, insya Allah itulah berkahnya. Setujukah ?

    Reply
    • 30 September 2009 at 07:39
      Permalink

      Apakah ibu yang tidak peka terhadap rangsang dari luar ataupun terhadap situasi dan kondisi sekitar dan lingkungannya serta tidak bertanggungjawab terhadap kepekaannya itu. Selain itu juga tidak kreatif, tidak inovatif, tidak mandiri, selalu tidak berpikir jauh ke depan serta tidak cerdas dalam mengambil segala keputusan terutama yang terkait dengan kehidupannya, ia akan “menelurkan” anak yang jenius?

      pada Rabu, 30 Sept 2009 10:18:53

      Ups, maaf. Tapi saya tidak mengatakan demikian, karena banyak ibu yang tampaknya “bodoh”, tidak berpendidikan, kurang gaul, bahkan dari kalangan tidak punya apa2, bisa melahirkan pribadi yang luar biasa. Karena memang kejeniusan itu tidak semata-mata bawaan lahir saja, atau pun keturunan. Banyak orang jenius yang dilahirkan dari orang tua yang seperti gambaran Anda dan gambaran saya barusan, tetapi sesungguhnya kejeniusan adalah berkah dan anugerah yang diberikan Tuhan/Allah pada siapapun yang dikehendaki-Nya. Peran ibu waktu mengandung hanyalah pada saat memberikan rangsangan dari luar, baik fisik berupa belaian, maupun psikis berupa mental, doa, dan kepasrahan pada Tuhannya, diantaranya seperti tips pada artikel di atas.
      Inti dari pernyataan saya ini adalah: mana ada orang tua yang tidak sayang pada anaknya bahkan baru calon, pasti dia akan memberikan sugesti-sugesti yang sifatnya positif agar anaknya lebih baik dari dia. Jadi peran ibu hanyalah memberikan rangsangan sebagai bentuk usaha dan keinginan agar anaknya bisa sholeh dan jenius, soal nanti anaknya bakal jenius atau tidak, serahkan semuanya pada Yang Maha Memberi.
      Demikian, semoga bermanfaat. ๐Ÿ™‚

      Reply
  • 8 October 2009 at 01:09
    Permalink

    Wow!!!

    Pak Nasir sangat profesional dalam menjawab setiap pertanyaan dari para responden.

    Apakah Pak Nasir sudah menikah?

    Saya sedang menyandang status janda.

    ๐Ÿ˜†

    Apakah Pak Nasir punya anak gadis yang sudah siap berkeluarga?

    Saya kebetulan punya anak berjenis kelamin pria yang sedang kebelet kawin.

    Hehehe… ๐Ÿ˜€

    Semoga saja dia melahirkan generasi yang jenius, soalnya keluarga saya seperti sarang residivis alias penjahat kambuhan.

    ๐Ÿ™„

    pada Kamis, 8 Okt 2009 10:06:33

    Makasih bu… makasih atas pujiannya…:)
    Alhamdulillah saya sudah berkeluarga, namun anak saya laki-laki dan baru berusia nyaris 2 tahun.
    Barangkali ada pengunjung lain yang membaca komentar ibu ini yang punya anak gadis, silahkan segera menghubungi ibu ini… ๐Ÿ™‚

    Reply
  • 12 October 2009 at 22:24
    Permalink

    Artikel ini sangat bermanfaat untuk saya, mengingatkan saya pada kegagaln hamil pertama saya karena janin tidak berkembang. Kesehatan dan keberhasilan janin ternyata tidak terlepas juga dari kondisi psikis sang ibunya. Waktu hamil pertama saya mudah gelisah dan menjadi sangat sensitif terhadap lingkungan d rumah, padahal kalau saya menguatkan diri saya,kemungkinan janin saya akan tumbuh dan berkembang. Tapi ini tidak terlepas juga dari takdir Allah ya Dok. Saya berusaha mengambil hikmahnya. Mudah2an dengan kegagalan pertama membuat saya menjadi ibu yang kuat.

    Dr. Nasir yang baik, kalo mau share/konsultasi ttg kesehatan pribadi bisa dikirim ke emailnya apa ya Dok ? Terimaksih

    pada Selasa, 13 Okt 2009 10:23:24

    Saya bersyukur jika bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Terimakasih bu Anggi. Semoga banyak hikmah yang bisa ibu peroleh dari pengalaman ibu ya…
    Mengenai konsultasi pribadi, silahkan ibu masuk ke halaman Konsultasi Khusus, disana ibu bisa kirim pesan dalam form yang ada, dan itu sudah pasti terkirim langsung ke email saya. Saya tunggu partisipasi ibu. Terimakasih.

    Reply
  • 28 November 2009 at 19:31
    Permalink

    Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan pertumbuhan otak anak berkembang, salah satunya lewat audio dan video. Menurut penelitian di Belanda, audio dan video yang tepat bisa merangsang perkembangan otak anak dengan cepat.
    Kakak perempuan saya sudah membuktikannya. Sejak masih berumur 2 bulan, anaknya yang ke-2 di recoki dengan lagu-lagu klasik serta video edukasi Baby Einstein dari Disney. Setiap hari sekitar 10-12 jam di putarin MP3nya serta pagi dan sore di tontonin video nya. Itu di lakukan sampai sekarang.
    Pas umur 4 tahun waktu di test IQ kakak saya terkejut karena IQ baby-nya bisa mencapai 177 (Genius or near genius), beda dengan anak pertama yang di recokin Baby Einstein sesudah berumur 5 tahun, IQ hanya 115 (Superior intelligence).
    Sudah sejak 6 bulan ini saya mempraktekannya ke baby saya yang berumur 18 bulan. 24 jam nonstop MP3 player portable di kamar baby mainin MP3 musik klasik Baby Einstein dan 3-4 jam sehari nonton videonya, dan ternyata ada perkembangan menarik. Baby saya bisa mengulang 15 kata baru dari saya dengan hanya sekali dengar. Selain itu, dia bisa mengingat nama-nama orang yang di kenalin 2-3 bulan lalu.
    Saya hanya sekedar berbagi pengalaman saja, bukan untuk promosi, tapi kalo ada yang berminat dengan DVD video dan MP3 Baby Einstein, bisa di beli di http://www.doyi.net seharga Rp. 130.000 (25 video + 194 lagu).

    Reply
  • 4 January 2010 at 23:47
    Permalink

    semua anak itu jenius. Mereka ingin tahu dan mencari pelajaran untuk belajar non stop. Mereka belajar dengan cepat. Mereka menggunakan apa yang telah mereka pelajari segera. Mereka kreatif dan mampu muncul dengan ide-ide baru, solusi baru dan kreasi baru.
    .-= anak jeniusยดs last blog … Keajaiban Otak =-.

    Reply
  • 12 May 2010 at 21:48
    Permalink

    bang trimakasih atas bacaanya,
    bang saya mau tanya ni istri saya mengandung empat bulan kira-kira sperti apa cara mendidknya. terusterang dari awal hamil kami kurang senang. tetapi sekarang kami sudah senang karna itu anugrah tuahan. trims

    pada Kamis, 13 Mei 2010 12:46:52

    Wah, selamat ya atas kehamilan istri bang Asep. Sebenarnya bang Asep pun sudah mulai mendidiknya kok, yaitu dengan hadirnya perasaan senang atau bersuka cita menerima kehamilan istri Anda. Selanjutnya tinggal sering-sering baca quran bersama istri, membiasakan ucapan-ucapan positif dalam keseharian, dan sebagainya, insyaAllah selain jenius, juga shaleh/ah. Semoga sukses ya…

    Reply
  • 25 June 2010 at 16:50
    Permalink

    seberapa ptg kh kalsium laktat untk ibu hamil???

    pada Jum’at, 25 Juni 2010 23:19:39

    Yang benar bukan kalsium laktatnya bu, tapi kalsiumnya yang diperlukan. Karena cukup sulit didapatkan kalsium dalam bentuk ion bebas, biasanya diikat dengan ion lain diantaranya laktat, chlorida, karbonat dsb. Yang paling stabil biasanya digabung dengan laktat dan bisa dalam bentuk serbuk atau pil. Pada ibu hamil, dibutuhkan kalsium dalam jumlah cukup besar untuk nutrisi ibu dan janin, misalnya untuk kestabilan hormonal, kekuatan otot rahim, suplementasi makanan janin melalui plasenta, sekaligus membantu pembentukan tulang belulang dan organ dalam janin, dsb. Jadi asupan suplemen kalsium jelas sangat penting, karena asupan kalsium dalam makanan masih sangat kurang.

    Reply
  • 26 March 2011 at 01:07
    Permalink

    alquran kok bisa berpengaruh besar ya?kenapa?

    Reply
    • 29 March 2011 at 18:41
      Permalink

      Al-Quran kan firman Allah, Sang Penguasa Kehidupan. Tentu saja karena Allah yang membuatnya, Allah pula yang berkuasa untuk menanamkan pengaruh firman-Nya ke dalam hati manusia. Setuju bukan?

      Reply
      • 2 September 2011 at 17:16
        Permalink

        al-qur’an wahyu yang datangnya dari Allah, nah manusia asalnya dari Allah karena Allah yang memberi dan menciptakannya…

        Reply
  • 22 November 2011 at 18:10
    Permalink

    LUAR BIASA,,,,.,.,.
    sangat informatif n menginspirasi sekali.terimaksh Dok,smoga saat anda memiliki seorang buah hati,anak anda menjadi seorang yg jenius n berguna untuk semua umat manusia.
    jujur sangat bangga mendapati seorang yg memberikan informasi dgn polesan religius seperti dokter…
    thxks,,,,

    Reply
  • 10 December 2011 at 23:58
    Permalink

    asslamu’alaikum pak dokter, saya sekarang sedang megandung.usia kehamilan saya di perkirakan 6 bulan.sejak usia kehamilan saya 3 bulan ,sebulan sekali periksa ke dokter kandungan. setiap bulan saya diberi obat yang sama yaitu “Osfit DHA” sampai sekarang. sedangkan untuk tulang anak tidak pernah perkiraan saya karena biasanya DHA untuk otak. gimana tu dok,ini kehamilan saya yang pertama setelah saya menikah sudah tiga tahun yang lalu. saya ga mau bayi saya karena kekurangan kalsium dapat berakibat fatal.gimana solusinya dok?

    Reply
    • 11 December 2011 at 08:21
      Permalink

      Saya kira Osifit DHA sudah mengandung kalsium yang dibutuhkan, hanya saja dilengkapi dengan DHA. Coba teliti kembali komposisi dalam kemasannya. Terima kasih.

      Reply
      • 11 December 2011 at 09:04
        Permalink

        makasi atas infonya dok. jadi osfit DHA itu sudah mencakup kalsium untuk tulang janin kita dok? apa kita ga perlu minta suplemen lainnya dari dokternya dok?

        Reply
        • 11 December 2011 at 10:19
          Permalink

          Boleh saja, namun saya kira Osifit DHA sudah dikomposisikan sedemikian rupa agar kandungan gizinya bisa pas dengan janin. Suplemen yang berlebihan juga kurang baik.

          Reply
          • 12 December 2011 at 05:55
            Permalink

            alhamdulillah, makasi ya, dok>

  • 10 February 2012 at 11:28
    Permalink

    assalamualaikum dok. saya mau tanya, istri saya hamil 4 bulan, tapi dia kena sakit tipes dan batuk apakah itu akan membahayak bayi yang di kandungnya? mohon jawabanya, terimaksih,

    Reply
  • 14 June 2012 at 13:43
    Permalink

    dok saya mw nanya……istri saya lg hmil 2,5 bulan,,,,tp kndsinya sekarang agak lmah,,,karn nafsu mkn nya mnrun……gimana t dok??????????ap ad pengaruh nya kpda janin kmi dok????ap yang hrus km lkukan dok????????????

    Reply
    • 18 June 2012 at 00:09
      Permalink

      Pada minggu-minggu pertama kehamilan memang sedang terjadi perubahan hormonal yang maha penting untuk keberlangsungan kehidupan janin, jadi terkadang seorang ibu akan mengalami kondisi-kondisi yang tidak stabil seperti demikian. Proses yang umumnya disebut ngidam juga salah satu dampak dari ketidakstabilan hormon. Jangan khawatir, tetaplah bersabar untuk membujuknya tetap makan dan minum demi kesehatan dirinya dan janin yang dikandungnya. Jika perlu, tawarkan dengan lembut, makanan apa yang sedang diinginkannya saat itu.
      Jangan lupa, periksakan secara rutin ke dokter kandungan atau bidan terdekat untuk mendapat masukan-masukan penting selama kehamilan awal dan kemungkinan tambahan suplemen yang diperlukan.
      Tetap semangat dan menjadi suami SIAGA (Siap Antar Jaga).

      Reply
      • 22 October 2012 at 16:46
        Permalink

        kalw dokter biasanya meresepkan vitamin n kalsium serta dha yang halal prodak apa ja y dok?

        Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...