Cegah Kepikunan dengan Vitamin

Vitamin yang ditemukan pada ikan, daging dan susu ternyata membantu mencegah menurunnnya daya ingat pada usia lanjut. Menurut hasil studi oleh Universitas Oxford Inggris, orang lanjut usia dengan kadar vitamin B12 lebih rendah dari rata-rata memiliki kemungkinan mengalami penyusutan otak enam kali lebih besar.

Sejumlah studi menunjukkan, dua dari lima orang mengalami defisiensi vitamin. Dalam studi yang dilakukan Universitas Oxford dan dipublikasikan dalam jurnal Neurologi itu, pengujian dilakukan pada 107 relawan yang terlihat sehat dalam periode lebih dari lima tahun.

Para ilmuwan lalu memantau sekelompok orang usia 61-87 tahun yang dibagi tiga sesuai level vitamin B12. Meski kelompok ketiga dengan level vitamin B12 terendah masih di atas ambang batas defisiensi vitamin B12, mereka lebih mungkin memperlihatkan gejala penyusutan otak dalam periode lebih lima tahun.

Prof. David Smith, Ketua Proyek Penelitian Daya Ingat dan Penuaan Oxford, sebagaimana dikutip dalam situs BBC, Selasa (9/9/08), menyatakan, ia berencana menguji coba vitamin B pada lansia untuk melihat jika pemberian vitamin itu bias memperlambat penyusutan otak.

Dr. Susanne Sorensen dari Asosiasi Alzheimer menambahkan, penyusutan biasanya diasosiasikan dengan perkembangan demensia. “Vitamin B dapat diberikan sebagai suplemen makanan termasuk bagi lansia sehat. Ini contoh lain mengapa penting bagi seseorang untuk memodifikasi gaya hidup dengan diet seimbang kaya vitamin B dan antioksidan,” ujarnya menjelaskan.

“Jalan terbaik untuk mengurangi risiko berkembangnya demensia pada Anda adalah menjaga konsumsi makanan dengan diet seimbang,” ujarnya.

Nah, bagaimana dengan Anda ? Sudah cukupkah asupan gizi dan vitamin Anda ? Sudah siapkah Anda menghindar dari kepikunan ?

(Kompas 11/9/08 Hal. 12)

Jika Anda suka artikel diatas, dapatkan update terbaru gratis!

loading...

dr. Nasir

Silahkan akses http://dokternasir.web.id/about

2 thoughts on “Cegah Kepikunan dengan Vitamin

  • 16 September 2008 at 19:59
    Permalink

    assalamu alaikum..biasanya kepikunan itu adalah salah satu fase akhir daripada tidak tersuplainya darah keotak.biasanya mereka yg mewarisi keluhan sejak muda seperti sering akit kepala,susah tidur ditambah pelupa.krn adanya penyumbatan drh keotak sehingga otak kita tdk makan jdnya lapar.krn bertahun lapar maka layaknya orang jd kurus bgt juga otak kita menjadi kecil dulu krn tdk berkembang dgn normal hgg dpt susut volume otak.rasanya kita makan minum sama dgn manusia yg lain jd jk terjd halyg demikian maka begitulah keterangan tadi itu terjd,yg kita sadari setelah fase-fase akhir tlh terjd.telu7sur digoogle up supriyadi marsan atw yaditerapi@yahoo.co.id.

    Reply
    • 3 December 2008 at 23:16
      Permalink

      @supriyadi marsan, wa’alaikum salam…terima kasih tanggapannya. Secara simpel bisa dijelaskan bahwa pikun atau demensia itu terjadi bisa disebabkan adanya proses degenerasi sel-sel syaraf di otak seperti pada orang lanjut usia, atau kurang diaktivasinya sel-sel syaraf otak dengan berbagai kegiatan sensorik maupun motorik. Jika penyakit akibat kurangnya suplai darah ke otak, itu lebih bisa dikategorikan sebagai iskemia atau lebih lanjut dikatakan sebagai stroke. Terima kasih.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Close
Get our Newsletters

Receive The Latest Posts Directly To Your Email - It's Free!! Enter your email, Signup, Check your email, then Confirm...